Indonesia English
Jumat, 15 Desember 2017 |
Peristiwa

Angin Puting Beliung Terjang Kampung Cibeureum & Kampung Pabuaran Cikande

Kamis, 16 November 2017 19:00:11 wib - Komentar
Rumah Mamat, warga Kampung Pabuaran Desa Cikande ambruk diterjang angin puting beliung, Kamis (16/11/2017). (Foto :Iman)

Serang,(Banten88.com): Ratusan rumah warga di dua kampung yakni Kampung Cibeureum dan Kampung Pabuaran, Kecamatan Cikande, kabupaten Serang mengalami kerusakan akibat dihantam angin puting beliung.

Hujan yang mengguyur siang tadi, disertai angin puting beliung berpotensi menimbulkan bencana datang dari arah Timur menuju ke arah barat sekitar jam 13.30 Wib.

Dorongan angin yang cukup kencang membuat ratusan rumah di dua kampung itu mengalami rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Bahkan di kampung Pabuaran, tepatnya di RT 05 RW 04 ada satu rumah ambruk milik Pak Mamat dan Sapura.

Sedangkan tiga rumah rubuh lagi di Kampung Pabuaran RT 03 RW 04 milik  ibu Endah, Ibu Arsiti dan Ibu Tinah. Ketiganya kini terpaksa harus numpang di rumah tetangganya. Akibat bencana angin puting beliung ini, ada beberapa orang yang mengalami luka dan tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

Pantauan di lokasi, hujan yang diikuti angin puting beliung datang dari arah kampung Cibeureum menuju ke arah Cikande. Angin berputar itu membuat kerusakan di ratusan rumah di dua kampung yang dilewatinya. Selain genting dan asbes yang beterbangan, angin juga menyapu ratusan tanaman dan puluhan pohon tumbang. Ratusan warga terlihat sedang sibuk memperbaiki genteng dan asbes rumahnya dengan alat seadanya agar tidak kehujanan.

Pihak Polsek Cikande yang dipimpin oleh Wakapolsek Cikande, AKP Ate Waryadi dibantu beberapa warga Pabuaran dan warga Cibeureum serta tiga orang staf desa Cikande turun langsung meninjau ke lokasi untuk melihat dan mendata serta memberikan pertolongan kepada warga.

Salah satu warga yang rumahnya rubuh, Mamat (65), bersama Sapura, warga RT 05, RW 04 Kampung Pabuaran, Desa Cikande mengatakan, hujan yang disertai angin menerjang rumahnya dan tidak lama kemudian rumah yang sudah lama didiaminya itu rubuh, rata dengan tanah.

“Tiba-tiba ada suara gemuruh ternyata hujan bersama dengan angin sekitar 13.40 Wib tadi, masuk dari arah Timur menuju ke rumahku dan begini jadinya, rumah saya rubuh rata dengan tanah. Saya luka lecet dikaki ketimpa balok sedangkan istri saya, Aminah (50) kena punggungnya. Tadi sudah berobat ke Puskesmas diantar pakai mobil Polsek Cikande,”kata Mamat kepada Banten88.com, Kamis (16/11/2017).

Genteng beterbangan juga menimpa rumah Juhro, warga Kampung Pabuaran RT 04, RW 05, Desa Cikande. Akibat angin puting beliung menerjang rumahnya sehingga genteng beterbangan. Akibatnya, home industri plastik yang telah lama dirintisnya mengalami kerugian.

“Saya kan punya home industri bikin plastik, karena angin puting beliung genteng tempat kerja menyingkap semua, air masuk membasahi semua yang didalam. Terpaksa yang bekerja saya liburkan. Kalau kerugian ditaksir sekitar Rp 10 juta karena plastik yang kita buat kotor semua. Waduh gimana ya, bingung saya untuk laporan ke bos,”keluh Juhro.

Terkait bencana puting beliung, Kepala Desa Cikande, Oman Saputra membenarkan ratusan rumah di dua kampung yakni Cibeureum dan Kampung Pabuaran yang masuk wilayah desa Cikande mengalami kerusakan. Pihaknya telah menerjunkan beberapa perangkat desa ke lokasi kejadian untuk memotret dan mendata berapa jumlah rumah warga yang mengalami rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.

“Kita sudah kirim beberapa personil perangkat desa untuk turun ke lokasi kejadian. Dari tinjauan tersebut tim nanti akan memperoleh data akurat tentang kerusakan yang dialami warga,”kata Oman Saputra.

Terpisah, Camat Cikande, Ajat Sudrajat, M.Si mengatakan kejadian bencana puting beliung yang melanda di dua kampung yakni kampung Cibeureum dan kampung Pabuaran, kecamatan Cikande sudah dilaporkan ke BPBD kabupaten Serang. Ada ratusan rumah yang mengalami rusak berat, dan ratusan rumah lagi mengalami kerusakan sedang dan ringan.

“Kejadian ini kita sudah laporkan ke BPBD kabupaten Serang untuk ditindaklanjuti. Memang benar ada ratusan rumah yang mengalami rusak berat, sedang dan ringan. 4 rumah ambruk sedangkan untuk korban jiwa tidak ada. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah,”terang Ajat saat dihubungi melalui via telepon, Kamis malam(16/11/2017).(Iman)

 

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top