Indonesia English
Sabtu, 16 Desember 2017 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

Bapak Binatang, 4 Anak Dibunuh, Gadis Kandungnya di Perkosa

Minggu, 17 Mei 2015 17:51:22 wib - Komentar
Ilustrasi Ayah Bejat

Samarinda, (Banten88.com) –Benar-benar binatang laki-laki yang satu ini.  Sadriansyah alias Upik (42). Warga Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur ini sungguh tega membunuh empat orang anaknya yang masih balita, bahkan terakhir lelaki bejat ini memperkosa Melati (15) sebut saja begitu, anak kandungnya sendiri sampai berulang kali.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, terungkapnya peristiwa biadab ini berkat keberanian Melati yang berusaha meloloskan diri dari cengkraman ayah kandungnya. Setelah berhasil kabur, Melati melaporkan peristiwa pembunuhan dan perkosaan yang dialaminya kepada petugas kepolisian di Mapolsek Sungai Kujang, Minggu (17/5).

Kapolsek Sungai Kujang, Kompol Siswantoro ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut, dan petugas telah berhasil membekuk Sandriansyah ayah bejat bermental binatang itu.  Penangkapan tersangka atas laporan puteri kandung ketiganya Melati yang mengaku diperkosa berulang kali oleh bapaknya sendiri. Bahkan perbuatan ayahnya itu, diulangi dihadapan ibunya.

 "Melati ini kabur saat mau diperkosa, dia melarikan diri ke rumah temannya yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Kepada sahabatnya ini Melati menceritakan perbuatan ayahnya, setelah itu  dtemani paman temannya itu Melati melapor kepada petugas kita,” katanya.

Dikatakan Siswantoro,  mendapat laopran Melati, petugas langsung bergerak mencari Sadriansyah alias Upik. Tidak butuh waktu lama, petugas berhasil membekuk Upik dan digelandang ke Mapolsek. Dihadapan petugas, Upik mengakui perbuatannya dilakukan sejak tahun 2014 silam. "Perbuatan tersangka sudah berkali-kali, coba anda bayangkan peristiwa ini sejak tahun 2014, sudah lama,” jelasnya.

 Kepada petugas polisi, Melati menceritakan pengakuan yang mengejutkan yang membuat merinding bulu kuduk. Kenapa tidak, ternyata ayah bejat ini selain memperkosanya, dia juga telah membunuh 4 saudara kandungnya secara keji. Peristiwa pembunuhan yang dilakukan Upik terhadap 4 kandungnya terjadi pada tahun 1997 sampai 2008. "Setelah kita kembangkan ternyata apa yang disampaikan Melati diakui semua oleh tersangka,” katanya.

Dari pengakuan tersangka lanjut Kapolsek Siswantoro, ke- 4 balita malang yang dibunuh secara keji oleh tersangka adalah Santi Purwasih bayi perempuan berusia 1 bulan,  tahun 1997, Saparudin, bayi laki-laki usia 2 bulan tahun 1998, Marhat, balita laki-laki usia 3 bulan, dibunuh tahun 2001, dan Syahrul bayi laki-laki 4 bulan yang dbunuh terakhir tahun 2008. "Semua anak kandungnya dibunuh secara keji dan tak beradab," pungkasnya.

Sementara Ru (35) ibunya Melati, yang juga istrinya pelaku hanya bisa pasrah tidak berdaya, karena dia merasa takut dengan ancaman yang dilakukan Ru sering mendapat perlakukan kasar, bahkan jika dia berontak, Sadriansyah suaminya tak segan-segan menyiksanya. “Saya takut sekali, ada satu lagi anak laki-laki kami yang masih bertahan hidup meski mengalami gangguan mental akibat seringnya mendapat siksaan,” tutur Ru pasrah.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Sandriansyah harus meringkuk ditahanan Polresta Samarinda. Sandriansyah dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau hukuman 20 tahun. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top