Indonesia English
Senin, 18 Desember 2017 |
Advetorial

BBWSC 3 Sosialisasikan Rehabilitasi Saluran Induk Pamarayan Utara D.I Ciujung Tahap II

Rabu, 20 September 2017 18:11:29 wib - Komentar
Irigasi Pamarayan Utara.

Serang,(Banten88.com): Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC 3) Banten Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanan Jaringan Pemampaatan air Cidanau-Ciujung-Cidurian melakukan sosialisasi rehabilitasi saluran induk Pamarayan Utara D.I CIujung  Tahap II kepada Masyarakat  di aula Kecamatan Tirtayasa .

Dalam sosialisasi tersebut,puluhan masyarakat dari tujuh desa yang mungkin akan terdampak dari rehabilitasi saluran induk  Pamarayan Utara tahap II itu hadir dengan didampingi kepala Desa masing-masing.Disamping itu,acara sosialisasi ini juga turut di hadiri Camat Kragilan beserta Kapolsek dan Dan ramil Kragilan,Camat Tirtayasa beserta Kapolsek dan Danramil  Titayasa,Camat Pontang beserta Kapolsek dan Danramil Pontang.

Banyak saran dan pendapat dari Kepala Desa,Camat,Kapolsek,Danramil,Masyarakat maupun dari kepala UPTD PU Kabupaten Serang wilayah Pontang-Tirtayasa yang di utarakan di dalam sosialisasi tersebut kepada Kontraktor (Pengusaha), yang kebetulan pekerjaan itu akan di percayakan kepada PT Brahmakerta Adiwira dengan no kontrak HK.02.03/PPK-IR.RW-II/BBWSC3 /01/2017,Begitu pula saran kepada  Konsultan Supervisi dari PT.Trideconst, supaya pekerjaan itu benar-benar bermanfaat,berkwalitas dan bisa di kerjakan tepat waktu.

Nurhani, Kepala UPTD PU Kabupaten Serang Wilayah Pontang-Tirtayasa mengakui bahwa pekerjaan Rehabilitasi  Saluran induk Pamarayan Utara tahap II ini sangat dilematis, karena bertepatan pada masa musim tanam tahap ke dua .

“kenapa saya katakana sangat di lematis,karena pada bulan ini, para petani sudah memasuki musim tanam tahap ke dua  yang sudah barang tentu sangat membutuhkan air,”kata Nurhani yang di amini oleh para kelompok tani,

Biasanya, Kata Nurhani,Saluran induk Pamarayan Utara tahap dua yang akan mulai di kerjakan ini,setiap harinya bisa menyediakan kebutuhan air untuk sawah petani di Pontang dan Tirtayasa seluas  5.230 Ha sawah,ini pada saat saluran irigasi yang normal tanpa ada  gangguan.

 

Persoalan ini harus segera di koordinasikan oleh kontraktor,pemerintah Desa dan kelompok tani pengguna air agar nanti pada saat dimulai pekerjaan,tidak ada lagi salah paham di kelompok tani,”ujarnya.

Hal senada juga di katakan Kepala Desa Susukan yang mengaku dari mulai Tahun Gajah sampai Tahun onta,Masyarakat yang ada di Desa Susukan selalu kekurangan air untuk Cuci,Mandi dan mengairi sawah.Bahkan,permintaan akan kebutuhan air ini suda sering di keluhkan warga kepada pemerintah namun tanggapannya tidak ada.

“jadi, dengan adanya  rehabilitasi saluran irigasi Pamarayan Utara tahap Dua ini,kami Masyarakat yang ada di Desa Susukan  mudah-mudahan bisa ikut merasakan manfaatnya ,saya sebagai  perwakilan dari Desa Susukan meminta kepada pihak kontraktor agar bekerja dengan sunguh-sungguh,karena ini merupakan kepentingan masyarakat luas,’katanya.

Di tempat yang sama,kepala Desa Tirtayasa yang mewakili dari Masyarakt Tirtayasa mengatakan,disamping memperhatikan kwalitas pekerjaan,pihak kontraktor juga di minta untuk memperhatikan dampak dari lumpur sungai yang akan di keruk.

“kalau tidak salah,lumpur yang diangkat dari dalam sungai akan di angkut pakai mobil truk,kami meminta kepada kontraktor supaya lumpurnya jangan sampai mengotori jalan,karena pengalaman kami saat pengerjaan tahap pertama,kontraktornya sangat tidak professional karena membiarkan lumpur berceceran di jalan sehingga meresahkan masyarakat,’ungkap kepala Desa Tirtayasa.

Menanggapi keluhan dari warga ini,Muhamad Irhan ST PPK Irigasi dan Rawa II SNVT pelaksana jaringan air Cidanau-Ciujung-Cidurian mengatakan bahwa,semua keluhan dan saran dari masyarakat akan menjadi perhatian yang sangat serius dari BBWSC 3 Banten.Bahkan Irhan juga meminta kepada masyarakat agar selalu ikut terlibat mengawasi pekerjaan kontraktor.

“terkait nanti bagaimana mengatasi kekurangan air pada musim tanam tahap ke dua di kalangan petani ,saya meminta agar pihak kontraktor dari PT Brahmakerta Adiwira berkoordinasi dengan petani pengguna air dan pemerintah desa setempat,supaya nanti bisa di atur jadwal pengerjaan irigasi dan kebutuhan air bagi sawah petani,”kata Irhan.

Irhan juga mengaku tak ingin, dalam pekerjaan Rehab irigasi ini ada  benturan antara pengusaha dan petani pengguna air,karena pekerjaan ini memakan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 210 hari kerja. Ketika pintu air di tutup,pihak kontaktor harus benar-benar memanfaatkannya untuk melaksanakan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh,sehingga pekerjaan bisa selesai tepat waktu.

“maksut kami,buka tutup pintu air yang akan di terapkan oleh kontraktor  bisa di komunikasikan dengan petani pengguna air dan bila ada masalah segera di musyawarahkan jalan keluarnya,memang pekerjaan rehab ini akan mengganggu aktifitas pertanian di wilayah tujuh Desa,tapi kalau ada koordinasi yang baik antara petani pengguna air dan kotraktor,saya yakin tidak akan ada masalah,”ungkap Irhan.

Sementara itu,Pendi, perwakilan dari PT Brahmakerta Adiwira mengatakan, pekerjaan ini memang akan berdampak terhadap aktifitas pertanian di tujuh Desa terutama Desa Laban,Desa Tirtayasa dan Desa Samperwadi,namun kami akan senantiasa lebih mengutamakan kebutuhan petani akan air.

“saya sebagai perwakilan dari PT Brahmakerta Adiwira memohon maaf kepada bapak-bapak petani pengguna air atas terganggunya pasokan air kesawah petani selama di adakan pekerjaan rehab,insya allah kami akan meningkatkan koordinasi yang baik dengan  para Kepala Desa dan petani pengguna air,”kata Pensi.

Pendi juga berharap, agar Masyarakat bisa ikut terlibat dalam pengawasan pekerjaan rehabilitasi ini,karena control dari masyarakat akan mengingatkan kontraktor supaya tidak lengah dalam melaksanakan pekerjaan.

“tolong,kepada bapak-bapak yang ikut dalam sosialisasi ini agar setiap saat melakukan control atas pekerjaan yang kami laksanakan,karena control dari masyarakat merupakan warning kepada kami untuk memperbaiki kinerja di lapangan,”tutur Pendi. (Adv).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top