Indonesia English
Jumat, 15 Desember 2017 |
Pendidikan

BPAD Banten Launching Program Silang Layan Perpustakaan 2016

Selasa, 06 Desember 2016 12:49:58 wib - Komentar
Gedung Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Banten. (foto bantenprov.go.id).

SERANG,(Banten88.com): Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Banten tahun ini melakukan sejumlah terobosan, salah satunya yaitu melaksanakan program kegiatan silang layan. Melalui program ini, perpustakaan yang ada di kabupaten/kota mendapat layanan kerjasama koleksi silang layan perpustakaan dari BPAD Banten, sehingga bahan pustaka semakin lengkap.

Kepala BPAD Banten Andi Fatmawati mengatakan, ada enam alasan yang membuat BPAD mengusung program kegiatan silang layan. Pertama, kemajuan di bidang IPTEK yang berimbas pada peningkatan secara kuantitas dari karya-karya ilmiah, baik dalam bentuk buku (tercetak) maupun dalam bentuk bahan elektronik (e-books). Kedua, perkembangan Lembaga Pendidikan.

”Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan lembaga pendidikan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga ke perguruan tinggi, telah berkembang sedemikian pesatnya, sehingga keadaan ini mendorong semakin beraneka-ragamnya permintaan dan kebutuhan  informasi untuk kepentingan studinya,” katanya saat ditemui usai launching program koleksi silang layan perpustakaan 2016 di Kantor BPAD, Kota Serang, Senin (5/12).

Dijelaskan Andi, kemajuan dalam berbagai bidang teknologi, yang mengakibatkan semakin ketatnya persaingan kualitas profesionalisme individu yang dibutuhkan oleh dunia usaha, industri, maupun perdagangan dunia. Menurutnya, berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi (Information and communication Technology/ICT),  terutama dalam bidang komputer dan telekomunikasi. Keadaan ini memberikan peluang dan dapat menunjang pelaksanaan kerja sama untuk dapat berjalan lebih cepat dan lebih mudah, bahkan lebih murah. Kelima, Tuntutan masyarakat untuk memperoleh layanan informasi yang sama. dan Keenam, Kerjasama memungkinkan penghematan fasilitas, biaya, Sumber daya Manusia dan waktu.

"5 Desember ini kami me?launching program koleksi silang layan perpustakaan 2016, dimana pelaksanaan silang layan antara BPAD tahun ini diawali dengan 100 perpustakaan mitra se Provinsi Banten," katanya.

Asda III Pemprov Banten Widodo Hadi mengatakan, perpustakaan dituntut untuk menyediakan akses ke sumber-sumber informasi yang seluas-luasnya bagi pemustaka. Dikaitkan dengan tugas dan fungsi perpustakaan dalam rangka untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, maka seharusnya perubahan peran dan fungsi perpustakaan yang sangat penting dan strategis ini dapat diterjemahkan ke dalam berbagai tindakan dan kegiatan layanan perpustakaan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

“Era globalisasi informasi saat ini, perlu dijadikan momentum yang baik bagi perpustakaan untuk meningkatkan kinerja layanan dengan melakukan langkah- langkah yang lebih terpadu dan terarah dalam rangka mencapai tujuan dan tugas lembaga perpustakaan yang luhur, yaitu untuk ikut meningkatkan kecerdasan kehidupan dan kesejahteraan bangsa. Posisi perpustakaan, sebagai lembaga nirlaba, kiranya sangat memungkinkan untuk mencapai cita-cita tersebut. Apalagi dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, baik dari dalam maupun dari luar lembaga,” katanya.

Sementara, Kabid Deposit BPAD Banten Rosmawati menambahkan, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan perpustakaan kabupaten/kota, taman bacaan masyarakat (TBM) dan pihak terkait untuk melaksanakan kegiatan silang layan 2016.

"Kami juga telah menggelar workshop pengembangan koleksi bahan pustaka kepada para pengelola perpustakaan daerah dan TBM, dengan menghadirkan pustakawan dari perpustakaan nasional sebagai narasumber," katanya.

"Kami berharap, melalui kerjasama silang layan ini, semua perpustakaan dan TBM di Banten ramai dikunjungi masyarakat. Dengan begitu, minat baca masyarakat Banten semakin meningkat," sambungnya.

Salah satu penggiat TBM, Ugas menyambut baik  layanan kerjasama silang layan yang digagas BPAD Banten. Menurut Ugas, pengelola TBM semakin terbantu dalam mengembangkan koleksi bahan pustaka di perpustakaan yang dia gagas bersama teman-teman Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ) Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

"Jujur saja, TBM KPJ Rangkasbitung baru aktif tahun 2011. Kami bukan hanya kekurangan koleksi buku, tapi juga kekurangan informasi pengembangan koleksi bahan pustaka. Dengan adanya layanan kerjasama silang layan ini, kami sangat beruntung mendapat pengetahuan baru," katanya.

Ugas berharap, program silang layan tidak hanya dilaunching dan dilaksanakan tahun 2016 saja, tapi setiap tahun. Dengan begitu semua perpustakaan dan TBM mendapat layanan silang layang dari BPAD Banten.

"Gerakan Banten membaca sangat efektif mengurangi? angka buta huruf. Kami harapkan perpustakaan daerah secara berkelanjutan membentuk jaringan perpustakaan hingga ke pelosok desa," katanya.(okan).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top