Indonesia English
Jumat, 15 Desember 2017 |
Pendidikan

DANA INSENTIF GURU PAUD CILELEUY SEGERA CAIR

Senin, 27 November 2017 17:32:34 wib - Komentar
Pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Desa Cileleuy, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jabar.

Kuningan, (Banten88.com): Uang Insentif bagi guru - guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di desa Cileleuy, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan,  Jawa Barat yang sempat tertahan beberapa bulan, dalam waktu dekat akan segera dibagikan. Demikian diungkapkan Sekretaris Desa Cileleuy Didin ketika dikonfirmasi  www.Banten88.com Senin (27/11/2017)  ketika ia sedang mengecek pembangunan Jalan Usaha Tani. Didin sebenarnya keberatan memberikan keterangan, karena menurutnya yang kompeten memberi keterangan adalah pak Nendi Suhendi, Kepala Desa Cileleuy, ujarnya.

Namun Banten88.com mengatakan, sebelumnya sudah mendatangi ke kantor, namun pak Kades sedang melayat. Sementara berita tidak bisa ditunda - tunda, ungkap Banten88.com. Dengan berat hati karena takut salah, Sekdes Didin mengatakan lagi, uang insentif yang diberikan kepada para guru PAUD  jumlahnya 6 orang dan masing - masing akan menerima seratus ribu rupiah, paparnya.

Anggaran ini diambilkan dari dana desa (DD). Menjawab pertanyaan Banten88.com kenapa anggaran dana desa sudah turun tapi uang intensif untuk guru - guru PAUD tidak segera dibagikan?. Didin menjawab pihaknya ingin setiap pengeluaran dana desa harus melalui sistem pembukuan yang cermat dan bisa dipertanggungjawabkan. Dan ini perlu proses dan tidak ujug - ujug uang diberikan begitu saja. Semua harus ada laporan pertanggungjawaban yang jelas, ungkap Sekdes Cileleuy ini yg akrab dipanggil " Pak Ulis", maksudnya juru tulis. Yakni sebutan bagi  sekretaris desa pada era  pemerintahan Orde Baru.

Terkait dengan waktu pemberian uang insentif bagi guru - guru PAUD, kata Didin jika dokumen tentang pertanggungjawaban pengeluaran uang sudah selesai, minggu ini atau minggu depan segera diberikan. Atau paling telat bulan Desember bertepatan dengan peresmian sekolah PAUD Desa Celeuy yang saat ini sedang dibangun, tutur Sekdes Cileleuy.

Desa Cileleuy telah menerima bantuan dana desa dari pemerintah pusat Rp.600.juta yang turun dalam 2 tahap. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk membangun Jalan Usaha Tani yang memudahkan akses bagi para petani menuju ke sawah sehingga tidak lagi jalan kaki tapi bisa mengendarai kendaraan roda dua,   traktor serta gerobak pengangkut padi  yang selama ini hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki karena sempitnya jalan.

Seperti  diketahui, desa Cileleuy adalah desa pertanian maju dan memiliki system irigasi yang cukup baik. Desa ini terletak dikaki Gunung Ciremai.

PEMDES MEMBANGUN GEDUNG PAUD BARU.

Mengingat pentingnya pendidikan bagi anak usia dini, pihak pemerintah desa Cileleuy pada pertengahan Oktober 2017 telah membangun gedung untuk sekolah PAUD dengan luas bangunan 11 meter lebih terdiri ruang belajar, kantor guru serta kamar mandi dan WC.

Pembangunan fisiknya menggunakan anggaran dana desa Rp. 130 juta diluar anggaran belanja umum. Saat ini di Cileleuy terdapat 2 sekolah PAUD yang sudah berjalan ditambah 1 lagi milik pemerintah desa yang saat ini sedang dibangun.

Terkait dengan uang insentif untuk guru - guru PAUD yang dedikasi, loyalitas dan kesetiaannya begitu besar kepada anak - anak usia dini, sudah saatnya pemerintah pusat membuat aturan yang tegas dan jelas untuk memutuskan berapa besaran nilai insentif yang harus diberikan. Tidak seperti saat ini insentif untuk guru PAUD sifatnya  hanya kebijakan.

Kebijakan ini tidak jelas Juklak dan Juknisnya sehingga rawan salah. Oleh karena itu perlu adanya kerjasama antara Kemendagri dan Kemendikbud guna memutuskan besaran insentif bagi guru PAUD. Demikian sumber Banten88.com memberi masukan agar jerih payah para guru itu bisa diimbangi dengan pemberian uang insentif yang pantas. PEMBINAAN ANAK SEJAK LAHIR. Sesuai UU No.20/2003 yang dimaksud dengan pendidikan anak usia dini, adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir (0) tahun sampai dengan usia (6). Dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. (SS).

KOMENTAR DISQUS :

Top