Indonesia English
Rabu, 18 Oktober 2017 |
Seputar Banten

DPP K-SPSI Pusat Hanya Akui Kepemimpinan Dwi Jatmiko

Selasa, 10 Oktober 2017 18:20:27 wib - Komentar
Ketua DPD K SPSI Provinsi Banten Dwi Jatmiko, SE, MM yang juga Balonbup Tangerang 2018 saat diwawancarai wartawan di Hotel Lemo Binong Tangerang beberapa waktu lalu.

Tangerang, (Banten88.com): Kepemimpinan Dwi Jatmiko, SE, MM sebagai Ketua DPD K-SPSI Provinsi Banten secara konstitusi sah. Karena itu DPP K-SPSI  hanya mengakui kepemimpinan Dwi Jatmiko serta tidak akan meluluskan adanya Konferdalub (Konfrensi Daerah Luar Biasa)  yang bakal digelar Rabu pekan depan di Tangerang. Demikian diungkapkan Ketua Harian K-SPSI Drs. Syukur Sarto, MM yang didampingi Sekjen Rudy Prayitno, SH didepan pengurus DPD K-SPSI Provinsi Banten Selasa, (10/10/2017).

Pengurus DPD K-SPSI Banten dipimpin Imam Sukarsa, SH sebagai Ketua Bidang Organisasi mewakili Dwi Jatmiko yang  berhalangan karena menghadiri undangan di Bandung. Selain Imam hadir juga Ketua K-SPSI Kabupaten Serang, Asep Dana Wiria, B.A beserta Ketua DPC K-SPSI Kota Serang, Cilegon dan Kabupaten Pandeglang dan Sekjen K-SPSI Kabupaten Tangerang, Susilo, SH.

Dalam kesempatan itu, Syukur Sarto menegaskan lagi bahwa DPP K-SPSI hanya mengakui kepemimpinan Dwi Jatmiko di Banten dan pengurus DPP K-SPSI Pusat tidak akan menghadiri Konferdalub yang akan dilaksanakan oknum di Provinsi Banten karena acara tersebut dianggap ilegal.

Sedangkan menurut Imam Sukarsa, Konferdalub bisa dilaksanakan jika ketua DPD melakukan pelanggaran kontitusi dan melanggar AD/ART. Misalnya seorang ketua DPD terbukti dengan sah melakukan tindakan pidana atau perdata serta melakukan pelanggaran AD/ART. “Sehingga atas terjadinya pelanggaran tersebut  ada permintaan  50 + 1 anggota DPD K-SPSI  untuk diselenggarakan Konferdalub. Ini syarat-syarat yang harus dipenuhi,” beber Imam dengan nada tegas.

Lalu Imam memaparkan lebih lanjut, jika syarat ini tidak dipenuhi, maka kegiatan yang mengatasnamakan Konferdalub adalah ilegal, tandas Imam Sukarsa dan itulah alasan kenapa seluruh pengurus DPP K-SPSI tidak akan hadir.

“Dwi Jatmiko tidak melakukan pelanggaran AD/ART, ada segelintir yang ingin coba-coba menyelanggarakan Konferdalub,  Itu namanya  ngawur dan ambisius,” tegas Imam mengakhiri perbincangan dengan Banten88.com di kantor pusat DPP K SPSI dikawasan Pejaten, Jakarta Selatan.  (SS)

KOMENTAR DISQUS :

Top