Indonesia English
Jumat, 15 Desember 2017 |
Ekonomi dan Bisnis

Jamkrida Minta Suntikan Modal Rp220 M

Rabu, 31 Agustus 2016 19:42:27 wib - Komentar
Ilustrasi.

SERANG,(Banten88.com): PT Jamkrida kembali meminta suntikan dana kepada pemprov Banten. Tidak tanggung-tanggung penambahan modal yang diminta sebanyak Rp220 miliar. Penambahan modal tersebut dilakukan agar peranan dan keuntungan yang didapat lebih banyak lagi.

Direktur Utama PT Jamkrida Banten Indra Rachman mengatakan, suntikan dana dari pemerintah diperlukan untuk mendukung jaminan kredit yang lebih banyak lagi dari dunia usaha di Banten. Karena pada tahun depan pemprov ditarget mendapatkan keuntungan dua kali lipat dari keuntungan tahun ini.

“Keuntungan kita tahun 2015 sebesar Rp400 juta. Kalau kitakan ada istilahnya giring rasio. Giring rasio itu berapa persen dari modal yang dimiliki, bisa mengkover berapa persen penjaminan. Jadi kalau kami punya modal. Untuk kredit produktif itu maksimal 10 kali, jadi kalau kami punya modal Rp55 miliar, kami maksimal bisa menjamin hanya Rp 550 miliar,” kata Indra usai RUPS bersama dengan komisaris dan Asda II, Eneng Nurcahyati di Aula Setda Banten, Rabu (31/8).

Dijelaskan Indra, penjaminan yang bisa dilakukan oleh PT Jamkrida untuk tahun kedua ini dianggap cukup baik. Meski demikian pihaknya tidak bersentuhan langsung dengan dunia usaha, melainkan kerjasama yang dijalin melalui dunia perbankan.

“Bagus, Cuma memang kami tidak terlalu dekat, karena memang kerjasama kami dengan lembaga pembiayaan. Kami kan lembaga penjamin bukan lembaga pemberi pinjaman. Jadi kami hanya bekerjasama dengan  BPR, dengan bank umum, koperasi dan lembaga pembiayaan lainnya,” katanya.

Meski begitu, pihaknya mengaku PT Jamkrida membutuhkan perbaikan di sejumlah komponen penting dalam mendukung usaha penjaminnnya lebih maju lagi. Salah satu dukungan adalah dari segi permodalan dari pemilik saham.

“Bagi kami selain pembenahan interal, baik segi kompetensi semua seluruh stakeholder dari kami, baik berupa kemampuan meningkatkan analisa,  peningkatan kemampuan dalam melakukan venetrasi pasar, juga suport dari pemilik saham. Kita harus kerjasama keras bareng-bareng dalam membangun bantuan, jadi mudah-mudahan lembaga penajaminan ini semakin besar,”katanya.

Sementara itu, Asda II Banten Eneng Nurcahyati, selaku pemegang saham PT Jamkrida, maka pemprov akan menindaklanjuti permintaan tersebut. Karena untuk pengembangan usahanya pada bidang penjaminan, diperlukan dukungan permodalan yang memadai.

 “RUPS ini membahas penambahan modal dasar PT Jamkrida.  Pada prinsipnya pemprov menyetujui usulan penambahan modal dasar PT Jamkrida. Karena pemerintah sebagai pemegang saham melihat progres dari bisnis oleh PT Jamkrida, sudah baik. Dalam kurun waktu dua tahun sudah punya kantor sendiri, kemudian margin usahanya terus meningkat dan usaha produktifnya juga terus berkembang,” jelasnya.

Namun begitu Eneng mengatakan, pihaknya akan meneruskan usulan tersebut untuk disamapikan ke DPRD agar menjadi pembahasan. “Kenapa RUPS ini dilaksankan sebagai salah satu keputusan yang wajib menjadi dasar dalam penysusun perda, bagi pemerintah provinsi untuk menyertakan modal. Dasar pertimbvanagan di dalam perda itu diperlukan hasil RUPS ini terhadap penetapan penambahan modal nanti. Meski begitu untuk itupun harus dibahas pula melalui penasehat investasi,”tegasnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi III DPRD Banten Epu Syaefullah menyesalkan kinerja PT Jamkrida yang tidak bekerja dengan maksimal. "harusnya kreatif lembaga itu (Jamkrida, red). Jangan selalu minta suntikan dana ke pemprov. Sehingga laba yang dihasilkan lebih besar lagi, tidak seperti sekarang  ini labanya kecil sekali dan tidak menjadi andalan  PAD,”ujarnya.(Pes).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top