Indonesia English
Jumat, 15 Desember 2017 |
Teknologi

Jutaan Pemetik Teh Terancam Digantikan Robot

Jumat, 24 November 2017 14:28:03 wib - Komentar
Ilustrasi. Foto: Telegraph

Jakarta, (Banten88.com): Di masa depan, banyak pekerjaan diprediksi bakal digantikan robot. Termasuk jutaan pekerja di industri teh terancam oleh teknologi canggih itu.

Ramalan itu muncul dari CEO perusahaan teh Dilmah, Dilhan Fernando. Pekerjaan memetik teh yang selama ini dilakukan manusia, tidak lama lagi tergantikan robot dengan kecerdasan buatan.

"Aku tidak punya keraguan bahwa dalam beberapa tahun lagi, kita bakal melihat robot atau drone memetik teh," sebut Fernando yang dikutip detikINET dari CNBC.

 

Memetik teh memang bukanlah pekerjaan yang gampang bagi robot. Tapi Fernando yakin teknologi dapat mengatasi tantangan tersebut.

"Harus mampu memahami warna dan gradasi daun teh yang berbeda. Robot bisa melakukannya. Namun harus bisa juga berjalan di medan yang berat dan itu cukup sulit," tambah dia.

Jika prediksi Fernando benar, bisa runyam akibatnya. Pasalnya, di seluruh dunia, diestimasi ada sekitar 13 juta orang terlibat dalam produksi teh. Terutama dari negara-negara berkembang.

Menurut data FAO, produsen teh terbesar antara lain China, India, Kenya dan Sri Lanka. Dilhan mengakui teknologi menjadi ancaman bagi karyawan pabrik teh dan saat ini, belum ada solusinya.

Kekhawatiran ini tidak berlebihan karena di masa depan, robot diprediksi menjadi pilihan bagi banyak perusahaan karena lebih efisien. Jack Ma, pendiri e-commerce Alibaba, belum lama ini memprediksi di masa depan, manusia akan menderita karena teknologi.

"Dalam 30 tahun ke depan, dunia akan merasakan jauh lebih banyak rasa sakit daripada kebahagiaan," demikian ramalan miliader itu.

Kenapa bisa demikian? Ma mengatakan bahwa rasa sakit yang siap melanda manusia dalam tiga dekade lagi itu disebabkan kemajuan teknologi yang berdampak pada berbagai jenis industri dan lapisan masyarakat, sehingga rentan terjadi konflik sosial.

Potensi ancaman ini dilatarbelakangi menurunnya peran manusia. Itu ditandai dengan kemajuan robotika, Artificial Intelligence (AI), dan proses manufaktur canggih yang kemungkinan bisa menggantikan tenaga kerja dalam skala besar. (Sumber : Detik.com)

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top