Indonesia English
Jumat, 15 Desember 2017 |
Hukum dan Kriminal

Nasabah BRI Merasa dirugikan, Akhirnya Lapor Polisi

Rabu, 29 Maret 2017 20:49:09 wib - Komentar
Ilustrasi.

SERANG,(Banten88.com): Uang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) hilang misterius. Kejadian ini dialami Dedi Sukarna, 46, nasabah Bank BRI Cabang Serang. Uang tabungan dari gaji sebanyak Rp3.300.000 hilang, padahal pengakuan anggota Polres Serang Kota ini merasa tak melakukan penarikan. Merasa dirinya dirugikan, anggota Bhayangkara berpangkat Ajun Inspektur Satu (Aiptu) ini melaporkan kasus ini ke Mapolres Serang Kota.

"Kasus ini sudah saya laporkan ke Mapolres Serang Kota dengan tanda bukti lapor TBL/54/III/Serang Kota/SPKT.C, tertanggal 3 Maret 2017," ungkap Dedi ditemui di Mapolres Serang Kota, Rabu.(29/3).

Pria yang mengaku tinggal di asrama kepolisian Polres Serang ini menyebutkan kejadian ini baru diketahui saat ia akan mengambil uang di ATM, Jumat (3/3) sekitar pukul 13.39 WIB. Saat itu, Dedi akan menarik uang gaji namun tidak berhasil. Setelah dicek, dia mengaku kaget setelah melihat saldo pada rekening hanya tersisa Rp232.817. Padahal dia merasa tidak melakukan transaksi penarikan apapun.

"Pas mau narik uang lewat ATM, tidak berhasil. Begitu cek saldo, saya kaget melihat uang tabungan hanya tersisa Rp232.817. Padahal saya tidak melakukan transaksi dan juga tidak mungkin orang lain karena kartu ATM ada dalam dompet," kata Dedi.

Merasa dirugikan, lanjut Dedi, dirinya kemudian mendatangi kantor Bank BRI di jalan Diponegoro Kota Serang untuk mendapatkan penjelasan terkait hilangnya uang tabungannya. Pada saat itu, kata Dedi, dirinya diberikan print out berisi traksaksi oleh pegawai bank. Dari transaksi yang tertera ada tiga penarikan tertanggal 1 Maret dengan selisih waktu 1 menit dengan jumlah uang yang ditarik sebesar Rp3.300.000.

"Saya tidak merasa melakukan penarikan. Yang saya kesal, pihak bank menyatakan penarikan tidak melalui ATM BRI dan tidak mau memberikan penjelasan lokasi ATM tersebut," tegas Dedi dengan raut wajah kesal.

Dedi juga menjelaskan, pihak Bank BRI pada saat itu minta waktu 20 hari untuk memberikan penjelasan, namun hingga hari ini (Senin, red), pihak BRI belum memberikan janji itu. Dedi juga menyebutkan ada dua nasabah lain yang bernasib sama seperti dirinya dan rencananya juga akan melaporkan ke kepolisian.

"Ada dua nasabah BRI yang bernasib sama dengan saya, yaitu perwira polisi di Polres Serang dan pensiunan PNS. Kerugiannya malah lebih besar dari saya. Rencananya keduanya akan lapor polisi juga," tegasnya.

Terkait persoalan tersebut, Sulaeman Abdul Wahab, Superviser Penunjang Operasinal BRI Cabang Serang mengaku baru mengetahui kasus tersebut. Wahab pun mengaku tak berwenang untuk menjelaskan permasalahan tersebut. Meski demikian, Wahab mengakui persoalan ini agak rumit. Hanya saja, Wahab tidak menjelaskan alasan rumit itu. Kata Wahab, pihak BRI tentunya akan menindaklanjuti keluhan tersebut.

"Mungkin nanti akan kami lihat dari rekaman CCTV. Seluruh mesin ATM memang sudah dilengkapi CCTV, tapi persoalannya banyak yang dicuri atau rusak," kata Wahab ditemui di kanyornya. (Okan).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top