Indonesia English
Jumat, 15 Desember 2017 |
Ekonomi dan Bisnis

Pembangunan Pelabuhan Ternak Bojonegara Terkendala Sengketa Lahan

Senin, 03 Oktober 2016 11:42:58 wib - Komentar
Ilustrasi. Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta. (foto travelerien.com)

SERANG,(Banten88.com): Pembangunan Pelabuhan Ternak di Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten mengalami kendala karena adanya sengketa lahan antra Pelindo dengan pihak swasta. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayana Terpadu (BKPMPT) Banten Babar Soeharso.

Kemarin tertunda karena ada masalah hukum terkait lahan. Ada lahan yang inkrah menurut keputusan pengadilan di luar Pelindo, dan pihak yang mengaku gugutannya dimenangkan oleh pengadilan,” kata Babar saat ditemui wartawan akhir pekan kemarin.

Dijelaskan Babar, permasalah tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pembangunan pelabuhan ternak dilanjutkan. Menurutnya, Pemprov Banten dalam kaitan tersebut hanya sebagai penengah.  “Ini tidak harus menjadi batal investasi. Kan mereka juga bisa masuk dalam bagian investor,” ujarnya.

Disampaikan Babar, bahwa akhir pekan kemarin Pemprov bersama Pelindo dan pihak swasta duduk bersama untuk menyelsaikan masalah tersebut. “Mudah-mudahan pekan besok sudah bisa MoU dan November sudah bisa ke Australia,” jelasnya.

Ditambahkan Babar, secara teknis kebutuhan lahan untuk membangun pelabuhan ternak sekitar 200 sampai 300 hektar.  “Pelindo punya 400 hektar dan yang disengkatakn hanya 20 hektar. Jadi pihak swasta tidak harus  menjual, mereka bisa masuk dalam bagian dari investor,” imbuhnya.

Sementara, Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, terhambatnya pembanguna tersebut dikarenakan faktor ekstrenal. “Nanti diselesaikan itu, cuma yang pasti itu bukan wewenang provinsi, itu kan pelindo,” katanya.

Rano berharap, pelabuhan tersebut dapat dibangun. Karena menurutnya, jika dibangun maka akan berdampak besar bagi perekonomian Banten.  “kita berharap iya karena itu potensi besar, target di disini ada,” ujarnya.

Terkait masalah sengketa, lanjut Rano, masalah tersebut harus diselesaikan dengan cara duduk bersama. “Yang harus dislelesaikan duduk bersama antara pelindo dengan swasta. Swastanya saya sudah tahu kalau ngga gitu, ngga akan tercapai,” tukasnya.(AZM).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top