Indonesia English
Rabu, 18 Oktober 2017 |
Hukum dan Kriminal

Sering Dijadikan Tempat Maksiat, Rusun DLH Serang Dirazia

Rabu, 11 Oktober 2017 09:26:12 wib - Komentar
Polres Kota Serang sidak rumah susun (Rusun) Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Selasa (10/10/2017) malam.

Serang, (Banten88.com): Diduga kerap dijadikan tempat maksiat rumah susun (Rusun) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang dirazia aparat kepolisian Polres Kota Serang. Dari informasi yang diperoleh, rumah yang diperuntukan bagi waraga kurang mampu tersebut diduga digunakan sebagai tempat maksiat dan sering dijadikan untuk melakukan pesta minum-minuman keras.

Menurut petugas, razia tersebut dilakukan atas laporan warga yang merasa resah atas ulah para penghuni rusun. Mendapat laporan warga, petugas Polres Kota Serang, Selasa (10/10/2017) tengah malam kemarin Serang langsung melakukan penggerebekan terhadap penghuni rusun yang dicurigai kerap digunakan untuk berbuat maksiat.

Benar saja pada saat melakukan penggeledahan, petugas berhasil mengamankan sebanyak 13 orang yang diduga melakukan pesta miras serta berhasil menciduk 4 orang pasangan muda-mudi yang berstatus bukan suami istri yang diduga melakukan mesum. Selain itu dalam operasi tersebut Polisi juga mengamankan 1 orang yang diduga mengkonsumsi obat terlarang jenis tramadol.

Wakil Kepala Polres Serang Kota, Kombes Pol Tidar Wulung yang memimpin langsung operasi tersebut menyampaikan, sidak yang dilakukan oleh jajarannya berdasarkan informasi yang didapat dari warga. Dalam laporannya, warga menyampaikan bahwa rusun DLH sering dijadikan sebagai tempat maksiat.

“Kita dapat informasi bahwa di salah satu rusun di Kaujon, yang seharusnya dipergunakan oleh DLH Kota Serang, malah dipergunnakan untuk tempat prostitusi dan tempat minum-minuman keras, setelah kita razia ternyata rusun itu tidak dipergunakan sebagaimana mestinya,” katanya.

Dikatakan Tidar,  operasi tersebut dilakukan dalam bentuk sidak dari gabungan personel reskrim, intel dan sat- resnarkoba. “Kita sudah amankan semuanya, dan setelah dilakukan tes urin bagi yang terindikasi positif mengkonsumsi obat terlarang kita proses lebih lanjut, tapi kalau tidak kita kasih peringatan,” ujarnya. (Faiz)

LAINNYA

KOMENTAR DISQUS :

Top