Indonesia English
Jumat, 15 Desember 2017 |
Pendidikan

SMAN 1 Jawilan Sekolah Berkarakter Aman Tanpa Kekerasan

Rabu, 29 November 2017 12:53:45 wib - Komentar
Kegiatan gebyar kewirausahaan dan pentas seni SMAN 1 Jawilan.(Foto:Iman).

Serang,(Banten88.com):Berbagai stand dan seni kreasi tari mewarnai kegiatan gebyar kewirausahaan dan pentas seni di SMA Negeri 1 Jawilan (Smanja).

Tampilan rampak beduk, pencak silat, qosidah yang dimainkan oleh para peserta didik menambah semarak suasana di halaman sekolah.

Para tamu undangan juga dipersilahkan melihat langsung hasil wirausaha para peserta didik seperti budidaya kolam lele, tehnik terpal, bidang rekayasa jam unik acrylic, lampu custom acrylic, gantungan kunci, produk olahan. Bidang kerajinan seperti kotak tisu, miniatur kapal. Bidang pengolahan seperti pembuatan es buah, donat ceria, roti goreng, ceker mercon, onde-onde nata, sosis bakar, bayam crpsy, pecel sayur, tahu jeletot, piscok, pempek, puding dan lain-lain.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Engkos Kosasih Samanhudi, KCD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang Hj Lilis Daniah, Kepsek SMAN 1 Bandung Istiadi, S.Pd, Kepsek SMAN 1 Cikeusal, Nandang S, M.Pd, Kepsek SMAN 1 Bojonegara, Drs. Mumung Makmur, Kepsek SMAN 1 Kramat watu H. Agus Rustamana, M.Pd, SMAN 1 Warung gunung, Ibu Tuti Suwartika, Kepsek SMA Yapisa Kopo H.Suhendra, Wakepsek SMA Binaputra Sopian Wadi, S.Pd, Wakepsek SMA N 1 Kopo Mahpud, Camat Jawilan Agus dan tamu undangan lainnya.

Kepala SMA Negeri 1 Jawilan, Drs. H. Rustomi Effendi, MM mengatakan pendidikan jaman milenium abad 21 harus memberikan pengetahuan dan kecakapan hidup yang relevan sesuai dengan perkembangan jaman sekarang. Perkembangan teknologi informatika mendorong banyak perubahan, persaingan dan kecakapan dlam mengambil langkah dan sikap mengaasi berbagai persoalan kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan harus mengajak peserta didik untuk belajar dari berbagai data dan fakta melalui macam metakognitif sehingga peserta didik memiliki keterampilan abad 21.

Menurut Rustomi, keterampilan abad 21 dapat dikelompokan dalam tiga bagian yakni 1. Kualitas karakter, bagaimana untuk menghadapi lingkungan yang terus cepat berubah yaitu iman dan taqwa, rasa ingi tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan dan kesadaran sosial dan budaya. 2. Kompetensi, bagaimana menghadapi tantangan yang komplek yakni kritis/memecahkan masalah, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi. 3.Literasi dasar, bagaimana menerapkan keterampilan ini untuk kegiatan sehari-hari yakni baca tulis, berhitung, literasi sain, literasi informasi teknologi dan komunikasi, literasi keuangan, literasi budaya dan kewarganegaraan.

Rustomi mengungkapkan, sejalan dengan konsep pendidikan abad 21 tersebut diatas, SMAN1 Jawilan mulai tahun pelajaran 2016/2017 ditetapkan sebagai sekolah pelaksana kurikulum 2013 mulai banyak melakukan manajemen perubahan baik konsep penyelenggaraan pendidikan maupun melakukan perubahan tata lingkungan sekolahnya. Dan tidak kalah pentingnya lagi mengadakan pengefektifan dan penambahan sarana dan prasarana pembelajarannya sesuai dengan tema mewujudkan sekolah berkarakter, aman tanpa kekerasan.

Mewujudkan sekolah berkarakter, aman tanpa kekerasan, lanjut Rustomi merupakan aktualisasi dari program pemerintah dalam melaksanakan instruksi Presiden Republik Indonesia tentang gerakan nasional revolusi mental dan Peraturan Presiden Republik Indonesia tentang penguatan pendidikan karakter. Penyelenggaraan Penguatan Pendidikan karakter dilakukan terintegrasi dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler (diajarkan, dilatih dan dibiasakan).

Rustomi menambahkan, lima jenis praktek baik yang dilakukan adalah melakukan perbaikan tata lingkungan sekolah bersih, indah sehat, aman dan nyaman serta mewujudkan bahagia bekerja, bekerja bahagia. Membuat indikator sekolah ramah anak dalam delapan standar nasional pendidikan. Melaksanakan kerjasama vertikal dan horizontal serta membangun daya dukung eksternal. Memberikan pelayanan pendidikan dalam menggali potensi, mengembangkan kreativitas dan inovasi melalui kegiatan kewirausahaan/entrephreneurship (pembinaan tidak bertujuan pragmatis, tetapi diharapkan betul-betul menanamkan nilai-nilai karakter sebagai generasi hebat dan generasi emas 2045. Membangun kearifan lokal sebagai keunggulan sekolah (Seni budaya, olahraga, dan kewirausahaan dalam bidang kerajinan, pengolahan, budidaya dan rekayasa). (Iman).

KOMENTAR DISQUS :

Top