Indonesia English
Rabu, 18 Oktober 2017 |
Peristiwa

Tak Mau Dijabat Pjs, Warga Sukatani Demo Minta Ikut Pilkades Serentak

Senin, 02 Oktober 2017 14:58:54 wib - Komentar
Warga Sukatani melakukan aksi unjuk rasa di depan halaman pendopo Bupati Kabupaten Serang, Senin (02/10/2017).

Serang, (Banten88): Merasa tidak di ikut sertakan dalam pemilihan kepala Desa serentak,  ratusan warga dari Desa Sukatani, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut agar tidak terjadi kekosongan, mereka menuntut agar desanya tidak dipimpin oleh pejabat sementara, maka harus dilakukan pemilihan kembali karena kades sebelumnya tesandung persoalan hukum. Aksi demo ratusan warga tersebut di gelar di depan halaman pendopo Bupati Kabupaten Serang, Senin (02/10/2017).

Koordinator aksi Amirin mengatakan, kedatangan dia bersama warga lainnya meminta kepastian dari Pemerintah Kabupaten Serang terkait permasalahan dalam Pilkades serentak yang dilangsungkan 2017 tahun ini. Karena sejak pejabat desa terdahulu terjerat proses hukum, selama ini desanya dipimpin oleh pejabat sementara.

"Tolong ini aspirasi kami sebagai warga sukatani  agar desa kami di sertakan dalam Pilkades serentak yang akan dilaksanakan pada bulan november nanti, itu saja inti permasalahan yang kami usung," ujar Amrin yang juga tokoh muda Sukatani.

Dikatakan Amrin, bahwa sebelumnya pada saat rapat persiapan pilkades 2017, dalam lis yang diterima dari panitia nama desa Sukatani tidak di sertakan. "Waktu rapat di salah satu hotel Sukatani tidak terdaftar, ini yang menimbulkan kecurigaan kami bahwa Sukatani tidak ikut dalam Pilkades serentak, sebelumnya ada unjuk rasa mahasiswa melarang desa Sukatani di ikut sertakan dalam Pilkades serentak, ada apa ini? Sedangkan menurut saya mahasiswa ini tidak ada kaitanya dengan desa Sukatani," urainya.

Amrin memastikan dalam penyelenggaraan pilkades 2017 ini, jika desanya masuk dalam Pilkades serentak, dipastikan ada sosok calon dari desa Sukatani yang berpotensi memimpin dengan baik dan dapat dipilih sesuai harapan masyarakat. Keinginan agar desanya dapat menggelar Pilkades tentu saja karena sejak kades definitif mereka terjerat kasus hukum maka tidak akan bisa selamanya dipimpin pjs.

"Harapan kami, minta agar desa kami di ikut sertakan dalam Pilkades, kami siap untuk mencari sosok yang kompeten orang yang bisa memimpin dengan penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab," katanya.

Sementara itu Plt Sekda Kabupaten Serang, Agus Erwana mengatakan, bahwa pelaksanakan Pilkades kewenangannya ada pada perwakilan BPD. Kedudukan Pemkab hanya menyiapkan panitia dan anggaran. Diketahui pada Pilkades 2017 November mendatang akan di ikuti oleh 32 desa dengan total anggaran Rp 4 Miliar.

"Saya meminta kepada bapak agar ini di persiapkan dengan segera agar di jaga dengan baik peraturan harus di sesuaikan, sepanjang memang bisa ikut Pilkades serentak, kalau BPD nya siap, mudah-mudah SK-nya bisa kita terbitkan," pungkasnya. (Faiz)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top