Indonesia English
Rabu, 18 Oktober 2017 |
Advetorial

Terbit Buku Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik Pop

Kamis, 21 September 2017 18:51:10 wib - Komentar
KOES PLUS - Tonny, Yon, Yok Koeswoyo dan Murry promo album Palapa di TVRI Jakarta 1984.

Jakarta (Banten88.com): Koes Plus sebagai  band legendaris dan paling berpengaruh di jagat musik pop Indonesia  wajar jika kisah perjalanan musik Koes Plus maupun kisah hidup para personelnya ditulis dalam buku. Namun jika ditelaah dengan seksama, buku tentang Koes Plus yang telah beredar, misalnya  berjudul "Panggung Kehidupan Yon Koeswoyo" atau buku lainnya bertajuk "Koes Plus Kisah Dari Hati", belum berhasil memberikan sesuatu hal yang baru tentang kisah menarik perjalanan band terbesar di Indonesia.

Buku - buku yang telah beredar itu biasanya hanya mengulas perjalanan musiknya saja dan kurang piawai menggali kisah sedih maupun kisah indah para personelnya. Misalnya, bagaimana Koes Plus mengatasi kesulitan teknologi rekaman 4 track di perusahaan rekaman Dimita Moulding?.

Bagaimana pula suasana hati boss rekaman PT Dimita, Dick Tamimi ketika Koes Plus mulai tenar ditangannya tapi terus hengkang ke perusahaan rekaman PT Remaco. Dari dimita ke Remaco berapa Koes Plus memperoleh bayaran?. Album Koes Plus di Remaco banyak yang meledak, berapa duit Koes Plus terima honor?. Apa merk alat musik yang digunakan Koes Plus di Remaco?. Lalu bagaimana suasana kebatinan hati Murry sang Drumer Koes Plus ketika pada 1977 terpaksa keluar dari Koes Plus karena posisinya diganti oleh Nomo Koeswoyo dan band berubah nama menjadi Koes Bersaudara.

Banyak lagu - lagu pak Koeswoyo ayah personel Koes Plus Tonny, Yon dan Yok yang meledak misal Keroncong Pertemuan, Mari - mari, Penyanyi Tua, Muda - mudi, Layang - layang dan lain-lainnya. Berapa harga lagu ciptaan pak Koeswoyo yang dihargai label besar Remaco?. Bagaimana pula situasi keluarga personel Koes Plus ketika band raksasa ini menjadi penguasa pasar kaset republik ini?. Juga kisah heroik Koes Plus menjadi salah satu pejuang di Timor - Timur.

Semua kisah - kisah eksklusif itu sebenarnya sangat dinanti-nanti pembaca untuk dibukukan. Namun buku tentang Koes Plus yang sudah beredar sebelumnya kurang piawai menggali dan membedah kisah - kisah eksklusif itu.Oleh karenanya kita banyak  berharap semoga buku tentang Koes Plus yang sedang ditulis Wasis Susilo berjudul "Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik Pop" akan mampu menjawab rasa penasaran para penggemarnya. Kepada penulis, Wasis Susilo yang arek Malang ini profesinya adalah dosen multimedia dan pendidikan S 2 nya dari program study Pemasaran mengatakan, buku yang ia tulis saat ini sudah selesai 600 halaman.

Benang merah buku ini adalah kisah tentang Koes Bersaudara, Koes Plus  hingga second generation of Koes, tutur Wasis yang juga Presiden Jiwa Nusantara pertama 2004 - 2017. Jiwa Nusantara adalah organisasi kemasyarakatan nirlaba dengan anggota ratusan ribu orang bahkan mungkin hingga jutaan yang mendedikasikan kegiatannya untuk melestarikan karya cipta band dahsyat sepanjang massa yakni Koes Bersaudara dan Koes Plus. Bagi Wasis Susilo yang berteman sangat dekat dengan personel Koes Plus, ia tidak sekedar menulis buku, namun memiliki tujuan luhur. Karena jika langkah besar ini tidak dilakukan, maka tidak bakal ada yang bisa dibagi kembali kepada generasi berikutnya, ungkapnya.

Hal ini sekaligus memperkenalkan Koes Plus lintas generasi,  paparnya penuh filosofi. Buku ini juga akan memuat kisah yang selama ini tersembunyi antara lain  kisah  perjuangan Koes Plus di Timor Timur. Terkait dengan hal tersebut, masih urai Wasis yang juga dikenal sebagai begawan kisah Koes Bersaudara dan Koes Plus, pihaknya sedang mengupayakan agar keempat personel Koes Plus yakni Tonny Koeswoyo (alm), Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyo dan Murry (alm), agar memperoleh penghargaan Bintang Seroja dari pemerintah. Bintang Seroja merupakan penghargaan bagi seluruh pahlawan yang berjuang untuk pembebasan Timor Timur. Sementara ini, ungkap Wasis lagi, ia dan teman - teman di komunitas Jiwa Nusantara telah memperjuangkan leader Koes Plus Tonny Koeswoyo memperoleh Satya Lencana Kebudayaan yang diserahkan oleh Presiden SBY pada 2011.

Selanjutnya penulis  bertanya, melihat potensi anggota Jiwa Nusantara dari Sabang sampai Merauke yang jumlahnya bejibun, terpikirkah suatu saat nanti ada Parta Politik Jiwa Nusantara dan anda presiden partainya?.Dengan taktis Wasis menjawab, "Apapun partainya mari bersatu dan musiknya tetap Koes Plus" jawabnya diplomatis. Adapun kerja keras dan kerja cerdas Wasis Susilo dkk  lainnya adalah tak lelah - lelah memperkenalkan Koes Plus lintas generasi dengan membangun museum Koes Plus. Demikian tutur penulis.buku "Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik Pop". (Seno Supono)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top