Indonesia English
Sabtu, 25 November 2017 |
Nasional

Tonny Koes Plus Layak Peroleh Gelar Pahlawan Nasional

Senin, 18 September 2017 21:10:38 wib - Komentar
KOES PLUS dari kiri ke kanan Yono Koeswoyo, Murry, Yok Koeswoyo dan Tonny Koeswoyo dalam album AKU & KEKASIHKU 1980.

Jakarta,  (Banten88.com) - Tonny Koeswoyo  (almarhum), pimpinan band legendaris Koes Plus sudah selayaknya diberikan gelar pahlawan nasional oleh pemerintah Republik Indonesia. Usulan pemberian gelar ini harus segera diinisiasi misalnya oleh organisasi Jiwa Nusantara yakni satu organisasi kemasyarakatan dengan ribuan anggota yang mendedikasikan kegiatannya untuk melestarikan karya cipta Koes Plus dari generasi ke generasi.

Kenapa pula Tonny Koeswoyo layak diusulkan untuk memperoleh gelar pahlawan nasional?. Ini terkait erat dengan dedikasi Tonny sebagai musisi bersama band-nya Koes Plus menjaga keutuhan Nusantara melalui lagu - lagu serial Nusantara yang digubah Koes Plus dan sangat terkenal di era 70-an. Lagu - lagu serial dengan judul Nusantara terdapat di album Volume 5, 8, 9, 10, 12, 13, 14. Setelah itu di album - album selanjutnya serial lagu Nusantara terus dikobarkan Koes Plus melalui judul lagu Jiwa Nusantara, Nusantara 78, Hujan di Nusantara, Nusabahari Nusantara, Nusantara Nusa Laut Biru hingga Nusantara 2000.

Koes Plus memiliki tema yang jelas, tegas dan lugas tentang ajakan membela serta menjaga keutuhan NKRI senantiasa siap menyerahkan seluruh jiwa raga jika negara dalam keadaan bahaya. Koes Plus mengajak kita hidup rukun tanpa memandang sekat - sekat primordial seperti perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Semua sekat itu harus dihilangkan demi terwujudnya Nusantara damai penuh gemah ripah loh jinawi (makmur dalam kedamaian dan damai dalam kemakmuran). Pemikiran besar almarhum Tonny Koeswoyo dalam mempersatukan NKRI lewat lagu harus diberi apresiasi yang layak dan terhormat oleh Pemerintah dengan memberikan gelar sebagai pahlawan nasional. Memang Koes Plus sebagai band legendaris, telah memperoleh berbagai penghargaan.

Seperti diungkapkan Okky T Raharjo, Ketua Umum Komunitas Koes Plus Surabaya kepada penulis  Senin, (18/9/2017). Penghargaan itu antara lain :  Penghargaan dari BASF sebagai band legendaris (1992),  RCTI Award (1996), penghargaan untuk Yon Koeswoyo anggota Koes Plus sebagai musisi sejati dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) tahun 1997. Penghargaan selanjutnya dari SCTV Life Time Achievement (2004), AMI Award (2005), Archipelago Award (2010). Pada 2011 Presiden SBY memberikan anugerah Satya Lencana kepada almarhum Tonny Koeswoyo.

Demikian Ketua Jiwa Nusantara Surabaya Okky T Raharjo.Okky saat ini sedang menulis buku tentang sosok John Koeswoyo. Ia adalah abang kandung almarhum Tonny Koeswoyo yang menyumbang pemikiran dan materi sehingga terbentuk band Koes Bersaudara pada 1962. Ini adalah band bentukan Tonny sebelum ia mendirikan Koes Plus 1969. Peran John cukup dahsyat kala itu karena ia yang membelikan alat-alat musik dan mendanai sehingga terbentuk band Koes Bersaudara yang meledak dengan lagu Pagi yang Indah, Dara Berpita, Bus Sekolah, Kuduslah Cintamu, Dara Manisku dan lain-lain nya.

Meski Koes Plus sebagai musisi legendaris sarat dengan penghargaan, kini sudah saatnya ada usulan agar pemimpin Koes Plus Tonny Koeswoyo memperoleh gelar sebagai pahlawan nasional. 107 ALBUM 989 LAGU. Band Koes Plus didirikan Tonny Koeswoyo (alm) pada 1969 di Jakarta dengan personel Tonny Koeswoyo (Leader, lead guitar, piano, pencipta lagu, penyanyi), Yon Koeswoyo (Rhythem guitar, pencipta lagu, penyanyi utama), Yok Koeswoyo (Bas gitar, penyanyi, pencipta lagu), Murry (Drum, pencipta lagu dan penyanyi).

Selama berkarier, Koes Plus dengan formasi utuh diatas mulai tahun 1969 hingga wafatnya Tonny pada 1987, Koes Plus seperti diinfokan oleh Okky T. Raharjo, band legendaris ini telah merilis 107 album dengan 989 lagu. Lagu - lagu tersebut tersebar diberbagai album.

Selama Koes Plus bergabung dengan label major Remaco menghasilkan  puluhan album Pop Indonesia ditambah 2 album special lagu - lagu keras dengan title Koes Plus in Hard Beat. 4 album Pop Jawa, 4 album Pop Melayu, 1 album akustik yang kala itu populer dengan istilah folk song, 1 album Koes Plus in Concert dengan iringan orkestra dan 3 album religi berupa 1 album Qasidah dan 2 album Natal.

Penulis juga dapat informasi bahwa secara solo, ada album Pop Sunda personel Koes Plus Yok Koeswoyo yang kini masih tertahan di salah satu label dikawasan Jakarta Utara. Pencapaian ini menunjukan betapa keempat musisi ini adalah "all round" atau serba bisa. Band - band papan atas Indonesia saat ini seperti Noah, Ahmad Dani Band, Sheila On 7, Gigi bakal bertekuk lutut jika berhadapan dengan Koes Plus utamanya dalam soal kreatifitas, produktifitas dan ide. Lagu - lagu Koes Plus seperti Andaikan Kau Datang, Bus Sekolah, Kapan - kapan, Bujangan, Buat Apa Susah serta Manis dan Sayang masih terdengar hingga kini dan masih relevan dengan kekinian, hal ini disebabkan keempat musisi koes mencipta lagu dari hati.

Karena sebagai musisi besar, Tonny Koeswoyo memiliki kredo " Missa Solemnis" artinya bermula dari hati semoga mendapat tempat dihati pula. Jika lagu - lagu Koes tetap terdengar puluhan tahun setelah direkam, itu artinya Koes Plus memang piawai tanda - tanda zaman.

Lalu bagaimana rasanya menjadi orang sangat terkenal pada dekade 70-an tanya penulis kepada Yon Koeswoyo dirumahnya dikawasan Pamulang, Tangerang Selatan. Mas Yon dengan rendah hati menjawab "Rasanya biasa - biasa saja dan tidak ada yang istimewa", ungkapnya.

Lalu penulis bertanya lagi, bagamana pula pada tahun 1974 Koes Plus berhasil merekam 24 album. Ini artinya dalam waktu 1 bulan, Koes Plus bisa menyelesaikan 2 album. Lagi - lagi dengan rendah hati mas Yon menjawab " Tangan Tuhan bekerja untuk Koes Plus" jawab mas Yon sambil memetik gitar akustiknya. Kini musisi Koes Plus hanya tinggal Yon dan Yok Koeswoyo. Sedangkan Tonny Koeswoyo wafat pada 1987 dalam usia 51 tahun. Dan Murry meninggal dunia pada 2016, usia 64 tahun.  (Seno Supono)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top