Indonesia English
Senin, 18 Desember 2017 |
Nasional - Olahraga

Yamaha Bingung Pilih Lorenzo atau Rossi

Kamis, 29 Oktober 2015 15:58:09 wib - Komentar
Valencia MotoGP.

Jakarta, (Banten88.com) - Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, akan datang ke Valencia untuk menjalani seri terakhir MotoGP 2015, awal November, dengan bekal keunggulan tujuh poin atas pesaing utamanya, Jorge Lorenzo.

Keunggulan itu jadi sedikit terasa hambar karena Rossi akan start dari posisi paling belakang di grid, menyusul pelanggaran yang dia lakukan terhadap Marc Marquez (Repsol Honda) pada balapan GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (25/10).

Kedua pebalap tersebut terlibat persaingan sengit selama beberapa putaran hingga Marquez akhirnya terjatuh di tikungan 14 lap ketujuh setelah bagian depan motornya bersenggolan dengan kaki kiri Rossi.

Setelah memeriksa ulang kejadian tersebut dari berbagai angle kamera, Race Direction memutuskan memberi Rossi penalti tiga poin. Dengan tambahan satu poin penalti yang sudah didapat pada GP San Marino, Rossi akan memulai balapan dari posisi paling belakang pada seri selanjutnya di Valencia.

Rossi kecewa dengan keputusan tersebut, bahkan sempat menunjukkan indikasi tidak akan tampil di Valencia pada Minggu malam. Namun, dua hari kemudian, melalui akun Twitter-nya, dia mengatakan akan tetap pergi ke Valencia.

Lantas, bagaimana dengan peluangnya untuk menjadi juara dunia? Peluang itu jelas masih ada, tetapi sangat kecil. Rossi harus finis minimal di posisi kedua untuk bisa menjadi juara dunia.

Jika bisa finis di urutan kedua, Rossi akan mendapat tambahan 20 poin. Meski finis di urutan pertama, Lorenzo tak akan punya cukup poin untuk melewati raihan Rossi. Dengan demikian, Rossi akan menjadi juara dunia.

Namun, jika Rossi hanya finis di urutan ketiga, Lorenzo masih punya peluang untuk menjadi juara dunia. Dengan finis di urutan ketiga, Rossi akan mendapat 16 poin, yang berarti keunggulan atas Lorenzo menjadi 23 poin.

Jika finis di urutan pertama, Lorenzo akan mendapat tambahan 25 poin, yang berarti lebih banyak dari selisih poinnya dengan Rossi. Dalam kasus ini, Lorenzo yang akan jadi juara dunia.

Jika Rossi tidak bisa finis 15 besar yang berarti tidak mendapat tambahan poin sama sekali, Lorenzo cukup finis di urutan kedelapan dan meraih delapan poin untuk memastikan gelar juara dunia musim ini jadi miliknya.

Di luar perhitungan angka, di urutan keberapa Rossi dan Lorenzo finis akan sangat dipengaruhi para pebalap lain. Ada sekitar 20 pebalap yang harus dilewati Rossi untuk bisa sampai ke posisi tiga besar.

Meski begitu, bukan berarti Lorenzo akan bisa menang dengan mudah. Duo Repsol Honda, Marquez dan Dani Pedrosa, pasti ingin menutup musim ini dengan berada di podium tertinggi.

Kejutan juga bisa dihadirkan pebalap lain, termasuk dua rider Ducati, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone.

Tak sampai 10 hari lagi, persaingan GP Valencia akan dimulai dengan sesi latihan bebas pertama pada Jumat (6/11/2015). Siapa yang akan jadi juara dunia MotoGP 2015 akan terjawab pada Minggu (8/11/) sebelum pukul 15.00 waktu Valencia.

Yamaha adalah pemenang kompetisi MotoGP musim ini. Namun, dengan rivalitas Jorge Lorenzo dan Valentino yang cenderung kurang sehat, mungkin pabrikan ini harus melepas salah satu dari keduanya?

Pertanyaan itu muncul terkait isu bahwa Yamaha tidak senang dengan pernyataan-pernyataan Lorenzo atas insiden Rossi dengan Marc Marquez di Sepang akhir pekan lalu. Banyak kalangan menganggap Lorenzo kurang etis terlalu menyerang Rossi, karena bagaimanapun mereka adalah rekan satu tim.

Buat pendukung Lorenzo, mereka mungkin akan memahami karakter dari pebalapnya itu. Apalagi saat ini Lorenzo dan Rossi sedang bertarung memperebutkan titel juara. Biarpun rekan setim, ambisi meraih gelar juara tentu saja merupakan hak sepenuhnya masing-masing pebalap.

Menariknya, hubungan Lorenzo dan Rossi selama ini tidak dikenal istimewa. Dalam banyak kesempatan mereka digambarkan tidak lebih dari sebatas teman satu tim. "Bukan keluarga. Lebih ke hubungan profesional saja," ungkap ketua tim mekanik Lorenzo, Ramon Forcada, suatu ketika di tahun ini.

Melihat ke belakang, Rossi bahkan mengakui dirinya (pernah) tidak suka saat Yamaha merekrut Lorenzo. Di tahun 2009 Rossi meminta garasi Yamaha dibelah dan tidak saling berbagi data. Setelah itu Rossi sampai memberi ultimatum: 'Pilih aku atau Lorenzo'. Rossi lalu pindah ke Ducati, tapi langsung melempem sepanjang 2011-2012 dan kembali lagi ke Yamaha mulai 2013.

Kejadian di Sepang seakan menyinggung-nyingung lagi kualitas hubungan di antara Rossi dan Lorenzo. Apalagi seusai balapan Rossi tidak tampak bercakap-cakap dengan Lorenzo, menjelang naik podium, dan lebih memilih mengobrol dengan Dani Pedrosa.

Jika level hubungan mereka sebagai rekan setim seperti saat ini, Yamaha tentu harus mencari strategi terbaik supaya persaingan kedua pebalapnya tidak menjadi bumerang buat kepentingan tim. Sebab, mereka masih terikat kontrak di Yamaha sampai 2016.

Jika harus memilih salah satu saja, mempertahankan Rossi atau Lorenzo sangat mungkin akan bikin Yamaha pening. Soalnya kedua pebalap ini memiliki keunggulan masing-masing. (Dang)

KOMENTAR DISQUS :

Top