Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Pendidikan

1.321 Ruang Kelas Madrasah di Banten Rusak

Selasa, 21 Februari 2017 21:51:22 wib - Komentar
Ruang Kelas MI Nuruh Hidayah Kondang di Malingping.

SERANG,(Banten88.com): Sebanyak 1.321 ruang kelas madrasah di pemerintah provinsi Banten rusak. Namun, alokasi anggaran yang diperuntukkan untuk merehab ruang kelas madrasah yang rusak itu hanya bergantung dari dana APBN. Sedangkan dana APBN yang dialokasikan kepada Kemenag Banten pada tahun ini hanya untuk merehab ruang kelas yang rusak sebanyak 20 unit.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Banten H. Mahfudin.  Umumnya, ruang kelas madrasah yang rusak tersebut terjadi di daerah Banten Selatan seperti Pandeglang dan Lebak. Di mana di kedua daerah tersebut masih kurang tersentuh dari Pemerintah daerah. Sehingga masih terjadinya dikotomi masalah anggaran APBD antara madrasah dengan sekolah umum, akibatnya menghambat terhadap kemajuan madrasah di Provinsi Banten. Ditambah lagi kekurangan pagu anggaran yang diberikan Kementerian agama kepada Kanwil Kemenag Banten,

“Jadi kalau kami bergantung dari dana APBN saja untuk merehab madrasah, kami rasa tidak akan mampu. Entah sampai tahun kapan 1.321 ruang kelas madrasah yang rusak itu bisa diperbaiki, mungkin yaumil qiyamah  tidak akan terehab,” katanya, Selasa, (21/2).

Dijelaskan Mahfudin, untuk mendorong kemajuan madrasah di Provinsi Banten, pihaknya meminta kepada semua pihak baik itu pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan perusahaan swasta untuk bersama-sama membantu untuk memajukan pendidikan madrasah di Banten. Apalagi, Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam kini ditempatkan sebagai pendidikan sekolah dalam sistem pendidikan nasional.

Tentunya, Kanwil Kemenag sebagai lembaga yang membawahi madrasah akan berupaya semaksimal mungkin. “Kami akan membuka koordinasi dan membeirkan pemahaman kepada pemerintah daerah untuk memajukan madrasah di Banten. Apalagi berdasarkan PP no 55 tahun 2007 sebagai payung hukum pendidikan agama dan keagamaan, harus menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam menggelontorkan anggaran APBD untuk madrasah. Sehingga tidak tejadi dikotonomi anggaran untuk sekolah umum dan madrasah,” ujarnya.

Mahfudin menambahkan, madrasah adalah wadah atau tempat belajar ilmu-ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan keahlian lainnya yang berkembang pada zamannya. Berdasarkan data Kanwil Kemenag Banten tahun 2016 jumlah madrasah di Banten sebanyak 3.688 madrasah, yang terdiri dari Raudlatul Athfa (RA) sebanyak 1.300, Madrasah ibtidaiyah (MI) sebanyak 1.028 yang terbagi MI negeri 28 sekolah, dan MI swasta 1.008 sekolah, MTs sebanyak 979 sekolah yang terdiri MTsN 30 sekolah, dan MTs swasta sebanyak 949 sekolah, dan MA sebanyak 381 sekolah, yang terbagi MAN 19 sekolah, dan MA swasta (MAS) sebanyak 362 sekolah.

“Sedangkan jumlah siswa madrasah di Banten sebanyak 465.520 siswa, yang terdiri dari siswa RA sebanyak 54.471 siswa, siswa MI sebanyak 164.070 siswa yang terbagi siswa MIN sebanyak 9.731 siswa, dan siswa MI swasta sebanyak 154.339 siswa, siswa MTs sebanyak 183. 782 siswa, yang terbagi siswa MTs negeri sebanyak 22.098 dan MTs swasta sebanyak 160.874, dan siswa MA sebanyak 63.197 siswa, yang terbagi siswa MAN sebanyak 12.493 siswa, dan MAS sebanyak 50.704 siswa,” katanya. (ERN). 

 

KOMENTAR DISQUS :

Top