Indonesia English
Senin, 17 Desember 2018 |
Nasional - Peristiwa

113 Penumpang Hercules Dipastikan Tewas, 67 Jenazah Dikirim ke RSUP

Selasa, 30 Juni 2015 22:05:51 wib - Komentar
Bangkai Pesawat Hercules.

Jakarta, (Banten88.com) Petugas Polri dan TNI masih terus melakukan identifikasi terhadap jatuhnya pesawat Hercules C-130 lepas landas dari Lanud Soewondo, Medan, pukul 11.48 WIB. Sekitar 2 menit kemudian pesawat terhempas di permukiman warga. Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara jatuh di Kelurahan Simalingkir B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.

 

Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriyatna memastikan seluruh korban dan penumpang di Pesawat Hercules meninggal dunia. Agus yang berada di lokasi kejadian di Medan, Sumut menegaskan pencarian korban akan terus dilakukan. “Di dalam pesawat ada kru 12 dan 101 penumpang, meninggal semua,” jelas Agus, Selasa (30/6).

Dikatakan Agus, saat ini pihaknya dibantu personil Polri saat ini fokus melakukan evakuasi jenazah korban untuk dibawa ke rumah sakit. “Kami sudah di lokasi, kami fokus pada evakuasi, waktu mau balik terjadi musibah. Pesawat jatuh terbalik dekat ruko-ruko ditengah pemukiman warga,” jelas Agus.

Agus mengatakan, pesawat Hercules dipiloti Kapten Penerbang Sandy yang disebut Agus sebagai pilot terbaik, berprestasi dan memiliki pengalaman. Pesawat jatuh pada pukul 11.50 WIB di Jl Djamin Ginting. Pesawat yang berbasis di Malang ini hendak terbang ke Tanjung Pinang. “Masih di TKP, evakuasi dilakukan sampai malam, ada alat penerang yang dipasang untuk mencari sejumlah korban,” katanya.

Agus memastikan, ada 49 jenazah yang dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat Hercules di Medan, Sumatera Utara. Dari jumlah itu, 23 di antaranya sudah diidentifikasi. "49 Jenazah sudah dievakuasi dan 23 sudah diidentifikasi," ujar Agus.

Proses evakuasi saat ini masih dilakukan. Menurut Agus, pihaknya masih berusaha mengangkat bangkai pesawat dan reruntuhan bangunan. "Mudah-mudahan bangkai pesawat cepat diangkat sehingga para mayat cepat dievakuasi ke rumah sakit dan dapat teridentifikasi semuanya," tukasnya.

TNI AU memastikan jumlah orang di dalam pesawat lebih dari 12 orang, seperti yang disampaikan sebelumnya. Selain prajurit, ada juga warga sipil kerabat para anggota TNI di pesawat tersebut. Ada yang menyebut angkanya 50 orang, namun ada yang menduga lebih dari itu, sampai saat ini data mengenai korban masih simpang siur.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pemerintah akan memperbarui alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara bertahap. Hal ini disampaikan Kalla saat menjawab pertanyaan mengenai upaya pemerintah melakukan evaluasi setelah jatuhnya pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara di Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6).

"Rencananya, pemerintah memperbarui alutsista kita secara bertahap. Kalau pesawat angkut, baru beli pesawat (tipe) CN," ucap Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa.

Wapres mengakui bahwa pesawat Hercules yang jatuh tersebut adalah pesawat tua. Usia burung besi yang digunakan TNI AU tersebut sudah mencapai 50 tahun. "Memang ini pesawat tua, sudah 50 tahun, tetapi ini mau di-retrofit. Semua memang kita punya 20 Hercules, dan kondisinya masih layak," katanya.

Menurut dia, tentara Indonesia baru mulai membeli pesawat pada tahun 1950-an. Pada tahun 1960-an, masuklah pesawat Hercules. "Waktu zamannya Bung Karno dan zaman Jenderal Yusuf tahun 1960-an itu awal-awal Hercules," sambung Kalla.

Mengenai asuransi bagi anggota TNI yang menjadi korban kecelakaan pesawat ini, Kalla menyatakan bahwa tidak ada asuransi bagi pesawat militer. Kendati demikian, pemerintah menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini. Menurut laporan terakhir yang Kalla terima, puluhan prajurit TNI jadi korban kecelakaan tersebut.

Sejauh ini, Kalla belum berniat untuk meninjau langsung lokasi jatuhnya pesawat Hercules di Medan. Menurut perkiraan sementara, pesawat tersebut diduga jatuh karena masalah teknis. "Ya namanya pesawat militer atau pesawat sipil bisa karena sebab teknis, manusia, atau alam. Namun, ini kelihatannya karena teknis. Saya baca laporannya, dia (pesawat) mau kembali," ujar Kalla.

Sementara dari data yang dihimpun di RSUP HajiAdam Malik menyebutkan, jumlah jenazah korban tragedi Hercules yang dibawa ke RSUP terus bertambah. Pada pukul 20.00 WIB, RS itu telah menerima 67 jenazah. "Saat ini sudah 67 jenazah," kata seorang petugas di instalasi jenazah, Selasa (30/6).

Jumlah ini akan terus bertambah mengingat KSAU telah menyatakan bahwa jumlah penumpang dan kru di pesawat angkut andalan TNI itu berjumlah 113 orang. Proses evakuasi terhadap korban jatuhnya pesawat itu masih terus dilakukan di lokasi kejadian, Jalan Djamin Ginting Km 10,5 Medan. Alat berat bekerja di bawa sinar lampu. Para korban semakin banyak yang ditemukan seiring dengan disingkirkannya puing-puing pesawat dan puing bangunan yang tertimpa pesawat. (Dang).

KOMENTAR DISQUS :

Top