Indonesia English
Sabtu, 17 November 2018 |
Peristiwa

18 Tahun Banten, Gubernur: Teruskan Perjuangan, Jangan Khianati Para Pendahulu.

Kamis, 04 Oktober 2018 19:57:48 wib - Komentar
Gubernur Banten Wahidin Halim bersama Wakil Gubernur Andika Hazrumy, seluruh pejabat, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan unsur kenadziran Banten Lama memulai rangkaian prosesi peringatan HUT Banten ke-18 dengan ziarah bersama ke Makam Sultan Maulana Hasanudin

Serang,(Banten88.com): Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten pada hari ini, Kamis (4/10/2018) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Banten ke-18 yang dipusatkan di Kawasan Keraton Kesultanan Banten, Kasemen, Kota Serang. Gubernur Banten Wahidin Halim bersama Wakil Gubernur Andika Hazrumy, seluruh pejabat, forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) dan unsur kenadziran Banten Lama memulai rangkaian prosesi peringatan HUT Banten ke-18 dengan ziarah bersama ke Makam Sultan Maulana Hasanudin sekitar pukul 07.00 WIB. Prosesi ziarah yang dipimpin KH. Syadeli Waser berlangsung penuh khidmat.

Usai berziarah bersama, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan apel bersama di halaman Plaza Kesultanan Banten yang dipimpin langsung Gubernur. Seluruh peserta upacara yang terdiri dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Banten, Honorer Kategori 1 dan 2, Honorer Non Kategori, unsur vertikal, unsur masyarakat dan kontingen Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Banten untuk MTQ Nasional 2018 mengikuti proses upacara dengan mengenakan pakaian adat berupa batik khas Banten.

”Kita hadir di tempat ini, tampat dimana Sultan Maulana Hasanuddin membangun Banten dengan konsep pendidikan dan dakwahnya, beliau juga terinspirasi bagaimana Syeikh Maulana Yusuf yang mampu berdakwah mengembangkan agama Islam, dan kita juga harusnya bangga ketika kita membaca sejarah bahwa ternyata pemerintahan atau kesultanan ini tidak hanya dikenal di pelosok negeri, tapi juga mempunyai keterkaitan dengan bangsa-bangsa di timur tengah dan juga eropa,” jelas Gubernur

Gubernur mengingatkan tentang satu kejayaan yang harus dihormati oleh seluruh masyarakat Banten dan dijadikan inspirasi untuk membangun kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan. Gubernur menggambarkan sosok sultan yang memiliki semangat luar biasa, tangguh dan berani memperjuangkan prinsip-prinsip agamanya dan pemerintahan. Bahkan, Syekh Nawawi yang juga berasal dari Banten telah menjadi inspirasi karena berhasil menulis buku dan kitab lebih dari 120 karya yang menjadi rujukan bagi seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia, dan sosoknya terus dikagumi oleh banyak orang.

“Jangan khianati apa yang diperjuangkan oleh para pendahulu kita, para sultan, para ulama, para tokoh termasuk para pendiri Banten yang cita-citanya ialah menyejahterakan masyarakat Banten. Dari sinilah, titik awal kita berjuang untuk Banten dan ini baru sepertiga dari program kita. Ayo, kita berjuang untuk Banten, ayo kita bersama membangun Banten, ayo kita bertekad untuk Banten, tidak ada kata berat kalau kita bersama, berusaha dan berdoa,”tutur Gubernur yang disambut riuh tepuk tangan para peserta upacara.

Gubernur menegaskan bahwa dalam masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Andika Hazrumy, akan terus dilakukan berbagai pembangunan dan perbaikan pada sektor-sektor penunjang terwujudnya kesejahteraan masyarakat Banten. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Provinsi Banten yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, Sejahtera dan Berakhlakul Karimah. Selama kepemimpinannya, Gubernur dan Wakil Gubernur telah mencapai keberhasilan pada sejumlah program pembangunan diantaranya peningkatan kualitas infrastruktur baik wilayah utara, barat, timur maupun selatan Banten, sistem tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel dan berkualitas yang ditandai dengan diraihnya opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, peningkatan akses dan pemerataan pendidikan dengan dibangunnya ratusan sekolah dan kelas baru serta penyelenggaraan pendidikan gratis hingga pembangunan revitalisasi kawasan Banten Lama yang kini sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dan akan dijadikan sebagai pusat peradaban islam dan kegiatan keagamaan, kesenian khas dan sejarah Banten.

"Kedepan akan dibangun juga rumah-rumah seperti rumah qori, rumah debus, rumah silat, rumah shalawat dan rumah-rumah lainnya. Nah kalau rumah pelet, saya harus tanya Kyai dulu hehe," ujar Gubernur seraya berseloroh.  “Selamat dirgahayu Banten ke-18, semoga kita bisa mewujudkan cita-cita masyarakat Banten yang lebih baik,” sambung Gubernur diakhir sambutannya.

Usai prosesi upacara, rangkaian kegiatan HUT Provinsi Banten dilanjutkan pada kegiatan pelepasan kontingen MTQ Provinsi Banten yang akan berlomba pada ajang MTQ Nasional ke XXVII di Sumatera Utara. Selanjutnya, digelar pula atraksi paramotor oleh pasukan dari Grup I Koppasus, atraksi silat akbar gabungan dari seluruh perguruan silat di Banten, rampak bedug dan sejumlah even pesta rakyat seperti Panjat Pinang, Gunungan Panjang Mulud, Pasar Murah serta stan-stan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Banten.(Okan).

KOMENTAR DISQUS :

Top