Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Hukum dan Kriminal

2 Gembong Narkoba Internasional Dibekuk Polres Bandara

Selasa, 17 November 2015 22:15:32 wib - Komentar
Ilustrasi penangkapan bandar narkoba.

Tangerang, (Banten88) –Satuan narkoba Polres Bandara Soekarno-Hatta berhasil meringkus  dua gembong narkotika kelas kakap berinisial NR (36), dan SD (34). Mereka berhasil dibekuk aparat setelah diketahui baru saja mendapat pasokan narkotika dari luar negeri. Saat ditangkap, keduanya pasrah dan tidak memberikan perlawanan sedikitpun.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta AKBP Roycke Langie ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, narkotika tersebut diantaranya Sabu sebanyak 1.010 gram, ekstasy 61.159 butir, Happy Five (H5) 41.930 strip dan ketamine 2.944 butir. Barang bukti itu didapat dari sebuah tempat kos yang ditinggali tersangka berinisial SD di kawasan Grogol pada Rabu (11/11).

"Setelah dilakukan penyidakan, dari pengakuan mereka, barang itu dikirim lewat paket cargo dari Tiongkok dan Malaysia, tapi kita masih dalami," ujar Royke.

Dikatakan Kapolres, jika melihat asal muasal barang yang dikirim dari luar negeri, kemungkinan kedua tersangka merupakan jaringan internasional. Barang tersebut diduga dikumpulkan selama tiga bulan. "Kita menduga ini melibatkan jaringan besar, kalau pengakuan tersangka mereka baru bekerja dalam bidang ini selama tiga bulan,” katanya.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, dari sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan, dia menduga barang narkoba tersebut merupakan stok untuk pesta tahun baru 2016 yang tidak lama lagi akan tiba. "Luar biasa ini dalam jumlah besar. Kalau melihat jumlahnya, ekstasi saja mencapai 61 ribu butir, diduga untuk stok, " tukasnya.

Penangakapan yang dilakukan petugas, sambung Kapolres Roycke Langie berawal dari adanya informasi transaksi narkotika di area Parkir Terminal 1A Bandara. Setelah aparat melakukan penelusuran, akhirnya petugas menangkap tersangka NR. "Saat digeledah, petugas menemukan 50 butir ekstasi dan 3 strip H5. Selanjutnya, petugas mengembangkan ke rumah NR di kawasan Grogol dan menggeledah rumahnya, hingga di dapatkan 42 burir ekatasi dan 2 gram sabu," katanya.

Kemudian pada Rabu (11/11), tersangka NR dihubungi oleh seseorang berinisial SM, untuk menerima paket 300 butir ekstasi dari tersangka SD di SPBU Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat. Akhirnya petugas ke lokasi tersebut untuk memancing tersangka. "Saat tersangka tiba sekitar pukul 15.00 WIB, dia langsung dibekuk. Petugas juga mengamankan barang bukti 300 ekstasi yang dikemas dalam kardus susu bayi," ungkap Kapolres.

Dari penangkapan terangka SD, didapat informasi bahwa dia menyimpan narkotika lainnya di sebuah tempat kos  di Grogol, Jakarta Barat. Setelah ditelusuri, petugas akhirnya mendapat seluruh narkoba yang disimpan para tersangka dan menyitanya.

Kasat Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta, AKP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menduga, beberapa barang bukti tersebut sudah dijual ke pasaran. Namun, sasaran penjualan sendiri, menurutnya tergantung dari permintaan pembeli

"Kita belum mendapat data yang valid berapa total barang bukti sebelum dijual pelaku, tapi totalnya jika diperkirakan 39 miliar. Kita masih telusuri kasus ini. Sementara tersangka NR diduga berperan sebagai kurir, sedangkan SD pengedar, jika melihat dari jumlah narkoba yang dia simpan. Satu pelaku penghubung kedua tersangka ini juga masih DPO," jelasnya.

Kedua tersangka dijerat pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 UU No 35/2009 tentang narkotika dan pasal 62 subsider pasal 60 ayat 3 jo pasal 71 ayat 1 UU No 5/1997 tentang psikotropika serta pasal 197 subsider pasal 196 UU No. 36/2009 tentang Kesehatan. "Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun, seumur hidup hingga hukuman mati," pungkasnya. (Dang)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top