Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Nasional - Peristiwa

4 Korban Kapal Tenggelam Di Selat Sunda Diselamatkan

Jumat, 05 Juni 2015 18:54:07 wib - Komentar
Ilustrasi Kapal Tenggelam

Cilegon,(Banten88.com): Dua Anak Buah Kapal (ABK)  Samsudin (50 tahun) dan Kawaludin (70 tahun) hilang dalam musibah tenggelamnya  Kapal kayu KLM Mitra Selatan di sekitar Pulau Prajurit, Selat Sunda. 

Kuat dugaan kapal dengan enam Anak Buah Kapal (ABK) ini, karam akibat terhantam ombak yang disebabkan cuaca buruk diperairan Selat Sunda..  

Petugas SAR dari Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP)  Radmiadi mengatakan, empat ABK  dari enam ABK berhasil diselamatkan oleh kapal tugboat Herlina-27.  Sementara dua awak kapal  belum ditemukan atau dinyatakan hilang.

Keempat korban yang berhasi dievakuasi itu yakni Mandumassi (57 tahun), Ujang (50 tahun), Eko Agung (35 tahun), Bonajianto (45 tahun) yang sempat terombang ambing dilaut selama tiga jam. Kemudian para  korban kapal tenggelam dibawa ke Pelabuhan Merak, Kota Cilegon untuk diberikan perawatan. 

“Kapal sudah tenggelam jam 02.45 WIB, dan korban selamat ini berhasil dievakuasi oleh kapal tugboat Herlina-27 yang kebetulan melintas sekitar jam 5  pagi tadi di depan Pulau Tempurung, 2 orang masih hilang” kata Radmiadi kepada wartawan, Jumat 5 Juni 2015.

Kapal pengakut Pupuk ini, lanjut Adi berangkat dari Pelabuhan Panjang, Lampung menuju pelabuhan Pangkalan Balam,  Bangka Belitung. Namun naas,  ketika melintasi pulau Prajurit  di perairan Selat Sunda  cuaca buruk disertai angin kencang dan ombak tinggi  menghantam lambung kapal  yang mengakibatkan kapal tenggelam.

Sementara itu, Eko Agung Sutrisno, kru mesin KLM Mitra Selatan mengungkapkan, mereka terombang ambing di lautan lepas setelah kapal yang mengusung 500 ton pupuk itu tenggelam akibat mengalami kebocoran. "Kami berangkat dari Pelabuhan Panjang (Lampung-red) tujuan Pelabuhan Pangkal Balam, Bangka Belitung pada Rabu (3/6/2015) sore lalu. Setelah menempuh perjalanan sehari semalam, sekitar jam 3 Kamis (4/5/2015) sore kemarin kapal kami bocor, tapi pompa mesin (pembuang air-red) tidak mampu ngebuang air," bebernya. Jumat (5/6/2015).

Mengetahui kapal dengan mesin 350 PK itu sudah dipenuhi air, kata dia, enam kru yang terdiri dari nahkoda dan awak kapal pun pasrah dan menyelamatkan diri dengan cara berenang dengan menggunakan pakaian pelampung dan tangga kayu yang terdapat di kapal. "Kami terombang ambing di laut sekitar 14 jam. Terus diselamatkan oleh kapal tugboat (Tugboat Herlina-27), tadi subuh," imbuhnya. 

Mandu Massi  nahkoda kapal kayu itu menjelaskan, pada saat keberangkatan, kapal itu dalam keadaan baik. "Waktu kita berangkat, kondisi kapal (KLM Mitra Selatan-red) baik, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada badan kapal. Tapi memang pada saat kejadian kondisi laut sedang tidak baik, ombak itu tingginya sampai dua meter," jelasnya.   Hingga saat ini tim SAR Gabungan Lanal Banten, KSOP, KKP dan Basarnas Banten masih terus melakukan pencarian dua korban yang masih hilang.(YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top