Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Pemerintahan

5,45 Persen Warga Banten Miskin

Selasa, 08 Agustus 2017 20:51:21 wib - Komentar
Badan Pusat Statistik (BPS)

Serang, (Banten88.com): Badan Pusat Statistik (BPS) merilis ‎data hasil Survei Sosial  Ekonomi Nasional (Susenas) bulan Maret 2017, dimana jumlah penduduk  miskin di Provinsi Banten ‎sebanyak 17,3 ribu orang atau sebesar 5,45 persen.

“Angka kemiskinan di Banten pada September 2016 sempat turun 0,06 persen dibanding Maret 2016 lalu‎, namun Maret 2017 kembali naik hingga 0,09 persen,” kata Kepala BPS Provinsi Banten Agoes Soebeno, Selasa (8/8/2017).

Dijelaskan ‎Agoes, kenaikan angka kemiskinan sebesar 0,09 persen sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk miskin sebanyak 17,3 ribu orang.

Bila Maret 2016 jumlah penduduk miskin sebanyak 658,1 ribu orang atau 5,42 persen, September 2016 turun menjadi 657,74 ribu orang atau 5,36 persen. Maret 2017 kembali naik menjadi 675,04 ribu orang atau 5,45 persen.

“Persentase penduduk miskin baik di daerah perkotaan maupun perdesaan mengalami peningkatan. Persentase penduduk miskin di perkotaan naik dari 4,49 menjadi 4,52 dan persentase penduduk miskin di perdesaan naik dari 7,32 pada September 2016 menjadi 7,61 pada Maret 2017,” jelasnya.

Menurutnya, ‎jumlah penduduk miskin baik di daerah perkotaan maupun perdesaan juga mengalami peningkatan. Di perkotaan bertambah 10,9 ribu orang (dari 380,16 ribu orang pada September 2016 menjadi 391,03 ribu orang pada Maret 2017). Sementara penduduk miskin di daerah perdesaan bertambah 6,4 ribu orang dari 277,58 ribu orang pada September 2016 menjadi 284,00 ribu orang pada Maret 2017.

“Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi  bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Pada Maret 2017, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan tercatat sebesar 70,47 persen sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 70,29 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Banten Fitron Nur Iksan usai mengkaji ‎data BPS Provinsi Banten tentang angka kemiskinan di Banten hingga Maret 2017. Meningkatnya angka kemiskinan di Banten menjadi tantangan bagi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022.

Saat pilgub lalu, Wahidin Halim dan Andika Hazrumy ‎telah menyiapkan visi misi pembangunan Banten dalam lima tahun ke depan. Visi yang akan diwujudkan keduanya yakni Banten yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera dan berakhlakul karimah.

‎Pelaksanaan program-program pemerintah termasuk didalamnya yang menyerap tenaga kerja masyarakat, jangan sampai lambat pelaksanaannya. Terlebih lagi program pro rakyat berupa bantuan yang menyentuh langsung kepentingan masayarakat.

Dimana angka kemiskinan di Banten sesuai hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bulan Maret 2017 sebesar 5,45 persen atau terjadi kenaikan 0,09 poin dibanding Marey 2016 lalu yang 5,36 persen.

‎”Ini tantangan kepemimpinan Gubernur dan wakil gubernur untuk mengakselerasi pembangunan. Berpijak pada data BPS tentang kemiskinan, kepemimpinan Pak Wahidin mewarisi kenaikan angka garis kemiskinan masyarakat Banten,” kata Fitron kepada wartawan di DPRD Banten.

Dijelaskan Fitron, ‎kalau dilihat dari rentang bulan survei BPS, terlihat sekali program pemerintah saat itu belum berjalan di lapangan. Sebab survei ini dilaksanakan antara september 2016 hingga Maret 2017. Sementara Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang terpilih baru dilantik Mei 2017.

“Namun ini tantangan serius yang tidak bisa dianggap sepele,” jelasnya.

Menurutnya, semua program pemerintah yang kini telah ada, lanjut Fitron, jangan sampai tertunda pelaksanaannya. Pastikan juga tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat waktu. Sebab jika tidak tepat sasaran apalagi berkurang jumlah dan molor waktu ini hanya akan memeperdalam kemiskinan.

“Komisi V akan terus mendorong Dinsos, Biro Kesra dan OPD terkait untuk mempercepat pelaksanaan program pro rakyat, sehingga kesejahteraan masyarakat Banten bisa diwujudkan,” jelasnya. (ERN)

KOMENTAR DISQUS :

Top