Indonesia English
Rabu, 08 Februari 2023 |
Nasional - Hukum dan Kriminal

5 Tersangka Dwelling Time Kemendag Jadi Pintu Masuk

Senin, 03 Agustus 2015 20:10:45 wib - Komentar
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal.

Jakarta, (Banten88.com) – Lima orang tersangka sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dwelling time. Satgas Khusus Polda Metro Jaya rupanya tidak merasa puas atas keberhasilannya, sore ini kembali penyidik melakukan penggeledahan di Gedung Kementerian Perdagangan (Kemendag). Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti terkait kasus suap dwelling time di Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Daglu) Kemendag.

"Sejak sore jam 4 tadi tim Satgas melakukan penggeledahan kembali di Kemendag terkait kasus dwelling time, hasilnya masih kita tunggu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (3/8).

Dikatakan, penggeledahan dilakukan di beberapa titik di ruangan sejumlah pejabat yang terkait kasus suap dwelling time. Menjelang malam, penggeledahan saat ini masih berlangsung dibawah pimpinan Kasatgas AKBP Hengki Haryadi yang disupervisi oleh Dirkrimum Kombes Khrisna Murti dan Dirkrimsus Kombes Mujiyono. "Kita masih mencari ada beberapa bukti yang harus kita cari di sini sehiingga kita lakukan pnggeledahan lagi," katanya.

Dikatakan Iqbal, untuk membongkar keterlibatan sejumlah oknum di Dirjen DagluKemendag diduga menerima suap dalam proses pengurusan perizinan impor barang. Untuk menelusuri aliran dana tersebut, Polda Metro Jaya menggandeng PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan).

"Kita akan bekerjasama dengan beberapa lembaga terkait mengecek aliran dana di PPATK, dan sebagainya, rencana itu sudah ada dan disinkronkan dengan penyidikan yang sedang kita tangani," urainya.

Lebih lanjut Iqbal mengatakan, lima orang tersangka dugaan suap dan pencucian uang di Kemendag nantinya akan dikonfrontasi satu sama lain. Tindakan tersebut dilakukan untuk menemukan kesesuaian dan memperjelas kasus berkaitan dengan perizinan bongkar muat peti kemas impor di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Jelas, ini adalah teknik penyidikan, kalau teman-teman bertanya ada konfrontasi atau semacamnya, semua tahapan akan kita lalui," ujarnya.

Lebih jauh Iqbal menambahkan, mereka yang menjadi tersangka tidak selamanya dikonfrontasi satu sama lain. Konfrontir dilakukan jika diperlukan dalam mengembangkan proses penyidikan, karena kasus itu tidak hanya di Kemendag saja. "Semua akan disesuaikan dengan kepentingan dan kebutuhan penyidik," jelasnya.

Saat ini penyidik sudah menetapkan lima orang tersangka, yakni Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Dirjen Daglu Kemendag) Partogi Pangaribuan; Kepala Subdirektorat Barang Modal Bukan Impor Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Imam Aryanta; pegawai honorer Kemendag, MU; calo perizinan, ME; dan importir, L.

"Terakhir, tersangka yang ditetapkan adalah L. Dia tadi malam sudah ditahan. Kelima tersangka sudah ditahan semua supaya mempermudah dan tidak melarikan diri," kata Iqbal.

Perkara ini kali pertama diusut oleh Satgas Khusus Polda Metro Jaya. Dari serangkaian penyelidikan, tim menemukan dugaan tindak pidana penyuapan dan penerimaan gratifikasi di manajemen satu atap pelabuhan tersebut. Penyidik kemudian menggeledah Kantor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag pada Selasa (28/7).

Di tempat penggeledahan, polisi menangkap tangan pegawai honorer Kemendag berinisial MU yang tengah bertransaksi dengan seorang calo berinisial ME. Pada saat itu juga, penyidik menetapkan MU, ME, dan Kepala Subdirektorat Kemendag berinisial IM sebagai tersangka. Belakangan, polisi menetapkan Dirjen Daglu Kemendag bernama Partogi Pangaribuan dan seorang importir berinisial L sebagai tersangka.

Polisi menyebut Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan mengakui dari awal bahwa dia menerima suap. Penyuapan tersebut berkaitan dengan perizinan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. "Partogi sejak awal ada pengakuan, tetapi akan kita dalami dan seterusnya," kata Iqbal.

Menurut Iqbaal, pendalaman tersebut dilakukan dengan mensinkronkan semua keterangan tersangka. Sekaligus menelaah lewat keterangan saksi-saksi lainnya. "Termasuk memanggil saksi lain dan meningkatkan jadi tersangka kalau alat bukti cukup," katanya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti, mengatakan dalam penggeledahan yang dilakukan pada Selasa (28/7) lalu, penyidik menemukan uang sebesar 40.000 dollar AS di meja R, seorang pegawai di Kemendag.  "Dari hasil penggeledahan kita temukan uang sejumlah 40.000 dollar, yang dikatakan uang itu bukan punya dia tetapi atasan dia atas nama P. Saudara Partogi," kata Direktur Krishna Murti di Jakarta, kemarin.

Perkara ini pertama kali diusut oleh Satgas Khusus Polda Metro Jaya. Dari serangkaian penyelidikan, ditemukan dugaan tindak pidana penyuapan dan penerimaan gratifikasi di manajemen satu atap pelabuhan tersebut. Penyidik kemudian menggeledah Kantor Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan pada Selasa (28/7).

Di tempat penggeledahan, polisi menangkap tangan pegawai honorer Kemendag berinisial MU yang tengah bertransaksi dengan seorang calo berinisial ME. Pada saat itu juga, penyidik menetapkan MU, ME, dan Kepala Subdirektorat Kemendag berinisial IM sebagai tersangka. Belakangan, polisi menetapkan Dirjen Daglu Kemendag bernama Partogi Pangaribuan dan seorang importir berinisial L sebagai tersangka.(Dang).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top