Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Politik

566.259 Jiwa Penduduk Banten Belum Punya KTP Elektronik

Minggu, 20 November 2016 20:05:58 wib - Komentar
Plt Gubernur Banten Nata Irawan.

SERANG,(Banten88.com): Dari 7.505.140 jiwa masyarakat Banten yang wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronil (KTP-El), 6.938.881 orang sudah merekam, sedangkan 566.259 orang masih belum memilki dan melakukan perekaman KTP-el. Sejumlah upaya pun di lakukan Pemprov Banten agar seluruh masyarakat Banten yang telah masuk wajib e-KTP segera melakukan perekaman data.

Dikatakan Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Banten E Kusmayadi, salah satu langkah percepatan perekaman KTP el adalah dengan jemput bola yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten/kota.

Disdukcapil kabupaten/kota se-Provinsi Banten telah melakukan pelayanan perekaman KTP elektronik kepada masyarakat dengan cara jemput bola, dengan mendatangi masyarakat ke pusat keramaian seperti pasar tradisional, sekolah, mall, alun-alun, kecamatan, desa atau kelurahan, kata Kusmayadi, Minggu (20/11).

Dijelaskan Kusmayadi, selain dengan melakukan upaya dengan mendatangi langsung masyarakat, menurut Kusmayadi, Disdukcapil kabupaten kota memberlakukan penambahan jam kerja dan pelayanan pada Sabtu atau Minggu.

Terkait persoalan keterbatasan blanko KTP elektronik, lanjut Kusmayadi, Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengeluarkan surat edaran Mendagri nomor 471.13/10231/DUKCAPIL pada 29 September 2016 lalu tentang format surat keterangan sebagai pengganti E-KTP bagi penduduk yang telah melakukan perekaman namun belum memiliki E-KTP.

Surat keterangan itu bisa digunakan oleh masyarakat untuk kepentingan Pemilu, Pemilukada, Pilkades, Perbankan, imigrasi, kepolisian, asuransi, BPJS, pernikahan, dan kebutuhan lainnya sesuai dengan kebutuhan daerah, jelasnya.

Sebelumnya, Plt  Gubernur Banten  Nata Irawan melaporkan, masih banyaknya masyarakat Banten yang telah masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang belum memiliki e-KTP ke Mendagri Tjahjo Kumolo pada agenda Kunjunga Kerja dan Pengarahan Mendagri  di pendopo Gubernur Banten,  KP3B,  Kota Serang.

Kepada Menteri Tjahyo,  Nata menjelaskan,  persoalan e-KTP tersebut menjadi salah satu penghambat proses Pemilihan Gubernur (Pilgub)  Provinsi Banten 2017. Perlu kami laporkan,  satu kendala di proses penyelenggaraan Pilkada, berdasarkan rekapitulasi,  dari 7,8 juta penduduk yang memiliki hak suara,  masih 817 ribu pemilih yang belum nemiliki KTP elektronik, ujar Nata saat menyampaikan sambutan,  Jumat (18/11).

Dijelaskan Nata,  Pemprov Banten sejauh ini sudah melakukan upaya untuk menyikapi persoalan tersebut,  salah satunya dengan melakukan pertemuan bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU)  Provinsi Banten,  dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di kabupaten kota untuk membahas dan mencari solusi masalah tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Mendagri Tjahjo Kumolo menganggap jika dirinya menjadi salah satu pihak yang bersalah dalam persoalan KTP elektronik tersebut. Soal e-KTP, mungkin itu bagian dari salah saya juga, saat ini kita masih menghadapi kekurangan blanko, namun kita sedang terus berupaya mengatasi itu, ujarnya.‎(AZM).

KOMENTAR DISQUS :

Top