Indonesia English
Kamis, 27 Juni 2019 |
Nasional - Politik

9 Bidadari KPK Tertutup, Komisi III Mempertanyakan

Senin, 15 Juni 2015 23:01:25 wib - Komentar
Benny K Harman

Jakarta, (Banten88.com) – Sembilan bidadari Panitia Seleksi (Pansel) untuk menjaring komisioner calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kredibilitasnya mulai diragukan. Pansel dianggap tidak transparan untuk menyebut nama-nama siapa saja yang sudah mendapaftarkan diri untuk menjadi Capim KPK ke depan.

Pengamat hukum Universitas Andalas, Feri Amsari kepada wartawan mengatakan, Semestinya Pansel transparansi sejak pendaftaran mulai dibuka. Dengan demikian, publik bisa mengetahui sapa saja yang mendaftar, dan langsung  bisamemberi masukan ketika ada salah seorang yang bermasalah.

“Semua menjadi kontra produktif dari upaya menampung masukan masyarakat terhadap integritas calon. Mestinya keterbukaan informasi terhadap calon pimpinan KPK adalah salah satu kunci penting keberhasilan pansel memilih figur yang tepat bagi KPK,” ujar Feri, Senin (15/6).

Sejauh ini kata Feri, sudah 72 nama Capim yang mendaftar. Tapi sayangnya, Pansel menyimpan rapat nama-nama itu. “Kalau tidak ingin memilih kucing dalam karung tentu Pansel harus menampung info dari publik. Nah kalau tidak disampaikan nama-nama yang mendaftar itu namanya tidak butuh informasi. Jangan-jangan ketertutupan Pansel disebabkan banyaknya figur bermasalah mendaftar,” urainya.

Kritik yang sama disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman. Dia menilai, Sembilan srikandi Pansel KPK kurang menguasai ganasnya medan pemberantasan korupsi. "Jujur saja saya tidak optimis dengan kinerja pansel sekarang, mereka tidak punya visi tentang korupsi dan tantangan pemberantasannya kaya apa. Hingga mereka seperti pendaki gunung yang kehilangan jejak," kata Benny.

Dikatakan Benny, dia mengakui 9 srikandi Pansel KPK merupakan orang-orang hebat di bidangnya. Namun, menurutnya, para srikandi kurang pengalaman di bidang pencegahan dan pemberantasan korupsi. "Saya faham, saya tahu mereka ini orang-orang hebat, tidak ada yang meragukan. Ibaratnya mereka tahu bagaimana teorinya berenang, tapi menurut saya mereka tidak tahu situasi laut, itulah pansel kita," ujarnya.

Mengenai kriteria calon pimpinan KPK, Benny punya masukan untuk pansel. Ada tiga kriteria utama yang diharapkan Benny dimiliki oleh pansel. "Kompetensi, pengetahuannya harus luas tentang tantangan pemberantasan korupsi itu apa, bagaimana mencegah korupsi, bagaimana membangun sistem kedap korupsi. Dia harus mengerti patologi korupsi," kata politisi Partai Demokrat ini.

Kriteria kedua yang diharapkan adalah integritas. Benny punya pandangan sendiri soal integritas calon pimpinan KPK. "Integritas itu keteguhannya dalam prinsip, artinya prinsip mempertahankan pandangan bahwa korupsi itu kejahatan extraordinary, bahwa korupsi itu adalah musuh bersama. Integritas untuk tidak gampang diintervensi. Integritas untuk teguh pada negara hukum. Supaya jangan integritas bertindak suka-suka. Itulah yang dimaksudkan integritas," tandasnya.

Dan kriteria yang terakhir adalah keberanian. Menurut Benny, percuma calon pimpinan KPK punya kompetensi dan berintegritas tinggi tapi tak punya keberanian. "Harus punya keberanian untuk melawan arus, jangan keberanian serba sontoloyo. Kalau diyakini ini benar secara hukum, meskipun banyak yang tidak menghendaki, tetap harus berani maju. Jangan hanya ingin dipuji publik dan takut dicerca publik, itu resiko," tukasnya. (Dang)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top