Indonesia English
Jumat, 23 Oktober 2020 |
Advetorial

AGUS GIRI : TIRU SEMANGAT TONNY KOESWOYO YANG BANGGA DENGAN LAGU SENDIRI.

Selasa, 23 Juni 2020 20:37:27 wib - Komentar
MUSISI Koes Plus tampil sebagai bintang iklan minuman soda legendaris F & N pada 1972. Koes Plus juga tampil sebagai bintang iklan Toyota Kijang generasi pertama.

 

Oleh Seno Supono.

Fans Fanatik & Puritan dari Koes Plus.

SETELAH Pop, Rock, Jaz, Kerontjong dll nya. Kini muncul aliran musik Koes Plus. Artinya Koes Plus tidak terbatas sebagai group band, namun memiliki spectrum lebih luas karena Koes Plus telah menjelma menjadi sebuah aliran musik.

Ini ditandai dengan hadirnya ratusan band diseluruh Indonesia yang mengusung atau memanggungkan kembali musik - musik Kus Bersaudara dan Koes Plus.

Saat ini ada dua  pendapat yang berbeda terkait style dalam pembawaan musik Koes Plus.

Pendapat pertama adalah bahwa memainkan musik Koes Plus harus sesuai dengan nada aslinya. Namun ada juga pendapat sah - sah saja memainkan musik Koes Plus dengan aransemen yang ditulis ulang diterjemahkan sesuai dengan visi yang dimiliki oleh para personel band pengusung lagu Koes Plus.

TANGGAPAN AGUS GIRI

Agus Giri adalah seorang pengusaha yang memiliki dedikasi dalam pelestarian mega Karya Kus Bersaudara dan Koes Plus. Saat ini tinggal dikawasan Mega Mendung Bogor.

Organisasi kemasyarakatan Jiwa Nusantara (JN) yang didirikan Yok Koeswoyo pada 2004, diluncurkan dari rumah Agus Giri dikawasan elite Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Agus Giri juga menulis buku tentang Kisah dan Lagu Yok Koeswoyo.

Masih terkait dengan pelestarian mega karya Koes Bersaudara dan Koes Plus,  Agus Giri adalah orang dibelakang panggung yang sukses dalam pagelaran antara lain :

1. Memanggungkan mega karya Koes 4 kali dipanggung Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

2. Tiga kali dipanggung Grand Indonesia.

3. Panggung Blok S yang dimeriahkan personel Koes Plus yakni Yon Koeswoyo, Yok Koeswoyp dan Murry beserta keluarga.

4. Live show Koes Plus 2 kali di Indosiar.

5. Live show Koes Plus 1 kali di Kompas TV serta membawa Dadakoe Band (Damon Tonny Koeswoyo dan David Yon Koeswoyo) di 12 kota (Jawa, Sumatera dan Sulawesi).

Selain sebagai sahabat karib Yok Koeswoyo, Agus Giri juga berteman baik dengan Yon Koeswoyo.

Ketika Yon usai keluar rumah sakit, Agus Giri juga tampil menghibur dan memberi semangat serta mengajak kencrengan (main gitar bersama) dan jalan - jalan.

Saat ini ia masih menyimpan 12 lagu baru karya Yon yang sudah kelar direkam dan Agus Giri tampil sebagai penata musiknya.

Lalu penulis bertanya. Kapan mas lagu - lagu tersebut akan diedarkan?.

Agus Giri menjawab " Di album ini, saya yang menangani aransemen musiknya. Semua lagu karya mas Yon demikian pula vocalnya. Saya hanya menyesuaikan dengan musik Koes Plus.

Kalau ada pertanyaan kapan diedarkan?. Jawabannya adalah mas Yon sudah tiada, saya tidak mau melangkahi dan mengambil keuntungan dari padanya," tuturnya bijak.

MENIRU SEMANGAT TONNY KOESWOYO

Agus Giri menyayangkan jika band pelestari hanya berpuas diri bisa menirukan lagu dan musik Kus Bersaudara dan Koes Plus, tapi tidak meniru semangat Tonny Koeswoyo yang bangga dengan karya sendiri.

Para pemain band pelesrari, jangan takut ditinggal penggemar karenanya.

Dengan teknik bermusik yang mumpuni, sayang kalau tidak berkreasi sendiri.

Para pemain band pelestari yang sudah punya karya atau album sendiri sudah saatnya menampilkan karya mereka disela - sela karya Koes. Kalau karya mereka tidak diperdengarkan, mana ada yang tahu. Bisa jadi lagu mereka tidak kalah bagus dengan lagu Koes, saya yakin. Ungkap Agus Giri.

PANDANGAN WASIS SUSILO

Wasis Susilo Ketua Jiwa Nusantara periode pertama mengatakan, walau saya termasuk penggemar fanatik band Kus Bersaudara dan Koes Plus, kalau ditinjau dari segi selera, memainkan musik Koes Plus sesuai aslinya atau musik Koes Plus yang diaransemen ulang, dua - duanya sah - sah saja. Karena dua - duanya pasti punya latar belakang yang berbeda. Yang penting jujur. Jangan karena skill musik band pelestari enggak nyampai, sehingga beralasan ambil aliran " non ori " he he he.

Tapi secara formal dua - duanya kita anggap ujung tombak pelestarian karya Kus Bersaudara dan Koes Plus, tegas Wasis Susilo.

TANGGAPAN SENO SUPONO

Seno Supono adalah fans fanatik dan puritan dari Koes Plus.  Ia adalah salah satu saksi hidup tatkala Koes Plus merajai blantika musik pop ditahun 1978 karena ia sudah kelas 3 di SMAK Salatiga (Jateng).

Menurutnya, memainkan musik Koes Plus harus sesuai dengan musik aslinya.

Karena berbicara soal Koes Plus tidak sebatas sebuah band lalu genjrang genjreng dan selesai begitu saja.

Namun berbicara tentang Koes Plus adalah berbicara tentang sejarah musik pop Indonesia.

Bahkan menurut Ais Suhana dari Ais Musik producer album Koes Plus Past Naster 1, tonggak sejarah musik pop Indonesia diawali saat Tonny Koeswoyo membentuk Koes Plus pada 1969.

Masih tutur Seno, para pemain drum yang special memainkan lagu - lagu Koes Plus memiliki beban psikologi yang cukup berat karena ia dituntut main drum sesuai dengan rekaman asli Koes Plus.

Jika pemain drum mukulnya telat atau lamban dan ada rofel yang dilewati, itu bisa membuat telinga tersandera dan membuat penonton bisa beranjak pulang.

Masih ungkap Seno yang pernah menyaksikan show Koes Plus dengan formasi utuh yakni Tonny, Yon, Yok dan Murry dipanggung Taman Ria Monas Jakarta pada 1980, bahwa aransemen musik Koes Plus sudah dipertimbangkan dengan detail dari aspek idealis dan bisnis.

Jika aransemen musik Koes Plus itu dibuat aneh - aneh atau dibikin durasi lebih oanjang, maka ajan  terdengar aneh atau " Ora enak tenan " atau dalam Bahasa Sundanya " Teu ngeunah pisan euy ".

Ketika Koes Bersaudara 1986 nerilis album Lagi - lagi Kamu. Ketika promo di Bandung, Yon Koeswoyo dan Nomo Koeswoyo hadir ditemani producer Flower Sound Record, Tonny Liebrahim.

Ketiganya menginap di hotel megah dikawasan Buah Batu Bandung.

Kedatangan Yon dan Nomo kala itu memang menggegerkan fans Koes Plus di Bandung.

Seno juga menjadi saksi langsung betapa masih kuatnya pengaruh band Koes Bersaudara kala itu  seperti ditulisnya di Surat Kabar Harian SENTANA karena ia adalah wartawan koran yang cukup terkenal di Jawa Barat itu.

KOMENTAR DISQUS :

Top