Indonesia English
Minggu, 22 Juli 2018 |
Politik

Andika Hazrumi : Pengurus Golkar Cilegon Diminta Koordinasi Pengisian Jabatan Wakil Walikota

Minggu, 01 Juli 2018 20:06:03 wib - Komentar
Andika Hazrumi.

Serang,(Banten88.com): Pengurus Golkar di Kota Cilegon diminta untuk segera melakukan komunikasi dan koordinasi internal untuk pengisian jabatan Wakil Walikota Cilegon, menginggat proses hukum yang dihadapi oleh Walikota non aktif, Iman Ariyadi sudah vonis oleh Hakim Tipikor PN Serang.

Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Banten DPP Golkar Andika Hazrumy, ditemui usai acara di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Banten, Jumat pekan lalu mengharapkan, pengurus partai Pohon Beringin melakukan proses pembahasan pengisian jabatan Wakil Walikota Cilegon. Dan meminta, orang yang ditempatkan adalah kader internal yang memiliki kapasitas dan kemampuan mempuni.

"Kami serahkan keinternal Golkar Cilegon (kandidat Wakil Walikota Cilegon). Eloknya, sesuai etika politik yang menjabat wakilnya nanti, yah dari kader Golkar,"kata Andika.

  Ia menjelaskan, Iman-Edi yang memenangkan  Pilkada tahun 2015 sebagai Walikota Cilegon dan wakilnya, diusung oleh dua partai yakni, Golkar dan PDIP, sehingga jika dalam prosesnya, Edi menjadi devinitif sebagai Walikota (saat inimasih Plt ) maka kader yang menjabat wakilnya harus dari Golkar bukan PDIP atau 9 partai pendukung lainnya.

"Kita memberikan kesempatan kepada Golkar Cilegon untuk melakukan komunikasi dan koordinasi secara internal. Juga duduk bersama dengan partai pengusung (PDIP) dan pendukung. Pada prinsipnya,Golkar adalah partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kaderisasi," terangnya.

 Adapaun jika PDIP dan 9 partai pengusung menghendaki kadernya menjabat sebaai Wakil Walikota Cilegon, Andika berharap ada kesepahaman yang sama.

"Politik itu kan seni, yang penting keputusan diambil untuk kesejahteraan masyarakat. Pengurus DPP Golkar dan Provinsi memberikan kesempatan kepada Golkar Cilegon untuk memutuskan siapa nanti yang akan diusulkan. Kalau ada dari PDIP kadernya, Yanuar (Reno Yanuar) mau menjabat wakil walikota,silahkan komunikasikan dengan Golkar. Duduk bersama untuk mencari solusi," ungkap Andika yang juga Wakil Gubernur Banten ini.

 Disinggung apakah Golkar memiliki kader yang layak untuk diajukan sebagai Wakil Walikota Cilegon, Andika meyakini hal tersebut telah dibahas oleh jajaran pengurus Golkar Cilegon. "Semuanya dikembalikan ke Golkar (Cilegon), kalau memang ada dari birokrat, tentunya harus mundur dulu. Karena aturannya PNS, TNI dan Polri kalau mau duduk di pemerintaha sebagai eksekutif, maka bersankutan harus mundur," tegas Andika saat ditanya mengenai adanya kemungkinan Kepala Bappeda Cilegon Ati Marliati (kakak kandung Iman Ariyadi) dijagokan oleh Golkar Cilegon sebagai kandidat Wakil Walikota Cilegon.

 Dan jika sudah ada kesepakatan dijajaran partai Cilegon, pihaknya menghendaki segera diproses dan disampaikan oleh DPRD setempat untuk kemudian diserahkan ke Pemprov Banten. "Usulannya dari DPRD Cilegon ke provinsi, baik 3 nama,dua atau satu nama," imbuhnya.

 Diketahui, Iman Ariyadi divonis oleh Hakim Tipikor PN Serang selama 6 tahun dengan dengan denda Rp250 juta. Iman dinyatakan terbukti menerima suap Rp1,5 miliar terkait denagn izin Amdal Pembangunan Mall. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa KPK yang menuntut hukuman pidana kurungan penjara selama 9 tahun.

 Melalui juru bicara keluarga Iman Ariyadi, Ati Marliati, pihaknya malkukan banding atas putusan vonis Hakim Tipikor PN Serang.

  "Kami melakukan upaya hukum lain (banding). Ini kami lakukan sebagai upaya mencari keadilan. Karena kami sangat yakin, Pak Wali (Iman Ariyadi), adalah orang yang bersih tidak ada uang sepeserpun masuk dan diterima seperti yang disampaikan pada vonis hakim," kata Ati yang merupakan kakak kandung Iman dan juga Kepala Bappeda Cilegon ini.

  Iman Ariyadi-Edi Aryadi pada Pilkada 2015 lalu, diusung oleh Partai Golkar, dan PDIP, sedangkan partai pendukungnya yakni, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasdem,  PAN, Partai Demokrat, PPP, PKB, Partai Hanura dan PBB.(ERN).

KOMENTAR DISQUS :

Top