Indonesia English
Jumat, 22 Maret 2019 |
Hukum dan Kriminal

Asisten Perhutani Sahjidin Noor Sebut Kades Tambak Cimarga Pembohong

Sabtu, 22 Oktober 2016 20:01:58 wib - Komentar
Asper Perhutani Rangkasbitung Sahjidin Noor.

LEBAK,(Banten88.com):Asisten Perhutani (Asper ) Rangkasbitung Sahjidin Noor mengaku penebangan tanaman masyarakat di lahan perhutani di Desa Tambak Kecamatan Cimarga telah sesuai prosedur,semua mekanisme telah di tempuh,termasuk musyawarah dengan masyarakat yang di hadiri Muspika Cimarga telah di tempuh." Intinya penebangan di kawasan perhutani itu hasil kesepakatan masyarakat dengan perhutani,muspika juga hadir saat musyawarah," ungkap Asper kepada banten88.com,Jumat (21/10).

Lanjut Asper,seandainya ada masyarakat yang merasa di rugikan itu pernyataan yang mengada-ada lantaran tanaman di tebang itu oleh masyarakat.
Asper sangat menyayangkan pernyataan Kepala Desa Tambak yang mengaku tidak mengetahui adanya musyawarah antara masyarakat dengan perhutani." Jika Kades Herman mengaku tidak tahu adanya musyawarah berarti dia itu pembohong,"tandasnya.

Sementara Salamah (55)  warga Kampung Cicikur Desa Sangiangjaya Kecamatan Cimarga salah satu penggarap lahan perhutani mengaku kecewa dan sakit hati atas perbuatan perhutani yang melakukan penebangan  tanpa ada musyawarah terlebih adanya ganti rugi.

" Saya sudah puluhan tahun menggarap lahan perhutani tentunya dengan kerjasama bagi hasil yang telah di sepakati sebesar 25 persen sebagai dana konsering setiap panen,dengan kejadian ini jelas saya dan semua penggarap merasa di rugikan," ungkap Salamah Jumat(21/10).

Kepala Desa Sangiangjaya,Usep mengaku prihatin atas kejadian ini,seharusnya perhutani tidak main hantam kromo terhadap tanaman masyarakat." Saya ikut prihatin atas kasus ini,akan melakukan langkah-langkah kongkrit agar permasalahan ini clear tidak merugikan masyarakat," jelas Usep kepada wartwan.( eli)

KOMENTAR DISQUS :

Top