Indonesia English
Senin, 22 Oktober 2018 |
Pemerintahan

ATIK SUHARTIATI SOSOK CERDAS INISIATOR TERBENTUKNYA BPBD KABUPATEN KUNINGAN

Senin, 24 September 2018 20:09:57 wib - Komentar
HJ. ATIK SUHARTIATI, SE, MSI Plt. Camat Cigugur Kabupaten Kuningan, Jabar.

KUNINGAN (Banten88.com) : KANTOR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Jabar mempetakan terdapat 9 wilayah di kabupaten tsb yang rentan bencana longsor.

Wilayah rawan longsor ini secara geografis terletak Selatan Kuningan meliputi Kecamatan Darma, Selajambe, Subang, Cilebak, Ciwaru, Karang Kancana, Hantara, Ciniru dan selatan wilayah kecamatan Kadugede.

Jika bencana longsor dan banjir di Kabupaten Kuningan cepat diatasi secara komprehensif dan terpadu, karena sudah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Dan sosok inisiator yang cerdas,  inspiratif, trengginas (tanginas) atau cekatan yang menginisiasi terbentuknya BPBD di Kabupaten Kuningan adalah Hj.Atik Suhartiati, SE, M.Si yang kini jabatannya formalnya Plt.Camat Cigugur yang santer disebut - sebut sebagai kandidat Camat wanita pertama di Kabupaten Kuningan. Hj.Atik sendiri juga concern dibidang pemberdayaan perempuan saat bertugas di BKKBN Kabupaten Kuningan.

Karena punya pengalaman segudang dijajaran birokrasi dan menguasai lapangan dengan berbagai problematik sosialnya serta punya solusi untuk mengatasinya, ia tidak gentar diwawancarai wartawan. " Wartawan itu harus bekerja proporsional. Jika ia ke kantor pemerintah desa saya tidak melarang. Tapi jika di pemdes itu banyak kemajuan ya harus ditulis sesuai faktanya. Janganlah berkunjung ke kantor pemdes tapi pandangannya negatip saja ", tutur bu plt.camat yang berparas menawan ini pada Seno Supono dari media cyber Banten88.com belum lama ini.

Atik Suhartatiati setelah menyelesaikan gelar S.1 jurusan ilmu ekonomi di Sekolah Tinggi Ilmu Management (STIM) Jakarta mendaftar ke Pemkab Kuningan. Setelah melalui berbagai test yang berat dan mendebarkan, Alhamdullilah ia diterima.

Tahun 1990 adalah awal bertugas di kantor BKKBN sebagai petugas penyuluh lapangan. Setelahnya ia alih tugas dan jabatannya naik sebagai Kasubag Organisasi dan Pemberdayaan Perempuan

dilingkungan Setda Kabupaten Kuningan. Penugasan selanjutnya selama 4 tahun di Kesos/Kesra yang membidangi masalah kesejahteraan sosial.

LAHIRNYA BPBD KUNINGAN

Saat itulah Kuningan Selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Ciamis terkena dampak serius tsunami yang melanda wilayah Pangandaran yakni terjadi gempa bumi di Kuningan Selatan. Begitu banyak rumah warga Kuningan  yang rusak parah dan harus segera diperbaiki. Pemkab jelas membutuhkan dana untuk perbaikan rumah warga dan memperbaiki infrastruktur yang hancur.

Saat itu, tutur Hj. Atik pada Banten88.com, belum ada BPBD. " Terkait problem tsb saya dan tim pemkab Kuningan termasuk mitra kerja saya pak Elon Sahlan melapor ke Pemprov Jabar dan juga ke kementerian di Jakarta guna mencari solusi agar bisa menangani dampak gempa lebih cepat dan memenuhi sasaran ", tuturnya dengan intonasi tegas.

Arahan dari pusat, papar Atik yang menyelesaikan gelar M.Si nya dari Universitas 17 Agustus 1945 Cirebon ini, bahwa Pemkab Kuningan diminta oleh pusat membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD).

Selanjutnya Atik dan Elon melapor ke Bupati Kuningan kala itu, Aang Hamid Suganda. Kepada pak Bupati saya sampaikan " Pak pembentukan BPBD ini sebuah peluang besar karena merupakan wadah resmi organisasi atau badan yang menangani penanggulangan bencana. Dan anggaran dari pusat untuk penanggulangan bencana tidak bisa diproses jika pemkab tidak memiliki BPBD ", ungkap Atik sang inisiator terbentuknya BPBD meyakinkan kepada bupati Kuningan.

Akhirnya Bupati menyambut baik usulan pembentukan BPBD. Namun tugas belum selesai karena DPRD Kunngan kala itu agak berbeda pandangan. Karena menduga badan baru ini hanya untuk mewadahi anggaran saja. Namun Atik dkk dengan sistematika memberikan penjelasan betapa penting dan strategisnya keberadaan BPBD apalagi beberapa wilayah di Kuningan rawan longsor dan banjir bandang. DPRD akhirnya menyetujui pembentukan BPBD.

Akhirnya langkah Atik, Elon Sahlan dkk membuahkan hasil, pemkab Kuningan resmi memiliki BPBD.

" Syukur Alhamdulillah berkat kerja keras kami semua yang tiada mengenal waktu, BPBD terwujud. Sebagai wanita yang ikut membidani lahirnya badan yang bertugas mulia untuk penanggulangan bencana, saya tentu ikut merasa bangga ", tutur Atik dengan mata berbinar - binar tanda haru, bangga dan bahagia.

Sebagai manusia biasa, Atik tak mau jumawa (merasa paling pintar). Ketika bupati Aang menunjuknya sebagai ketua BPBD pertama, ia menolak dengan bijak. Pasalnya menjadi ketua BPBD diperlukan stand by 24 jam. Tentu laki - laki lebih pas mengemban jabatan tsb. Mempertimbangkan alasan atik yang jujur dan manusiawi, akhirnya bupati menunjuk Dayat sebagai Ketua pertama BPBD Kuningan.

Perjuangan Atik dkk untuk menyelamatkan manusia dari terjangan longsor dan banjir berjuang mewujudkan terbentuknya BPBD amat wajar jika diberikan apresiasi.

Wanita cerdas dan tanginas ini dibalik sifat keibuannya memiliki langkah besar untuk menyelamatkan sesama manusia.

Beberapa wilayah di Kabupaten Kuningan yang struktur tanahnya labil, memang rawan longsor. Beberapa waktu lalu terjadi jalan raya yang menghubungkan Kuningan - Tasikmalaya dan Majalengka di wilayah Kecamatan Darma hilang dari permukaan karena longsor mendadak. Demikian pula terjangan banjir bandang yang dahsyat beberapa waktu silam terjadi di Kecamatan Cibingbin yang merupakan wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Bencana - bencana itu dengan cepat dan tepat berhasil diatasi karena Kabupaten Kuningan memiliki BPBD yang kelahirannya dibidani Atik Suhartiati, Elon Sahlan dkk.

SEBAGAI PLT CAMAT CIGUGUR

Setelah sukses membidani lahirnya BPBD, kini jabatan Atik Suhartiati sebagai PLt Camat Cigugur. Ia disiplin dan pekerja keras karena Ayahnya, H.Ardi Suhandi adalah Penilik Sekolah dan ibunya Sri Harneni seorang kepala Sekolah Dasar. " Saya bisa mengalami pencapain seperti ini karena berkat didikan ayah dan ibu yang disiplin. Saya bersyukur selalu " ungkap Atik yang sebelum sebagai Plt. Camat ia adalah Sekmat di kecamatan yang sama selama 3,5 tahun dan sebagai plt. sudah 1,5 tahun. Atik juga santer disebut - sebut sebagai kandidat camat pertama di Kabupaten Kuningan.

Seperti diketahui Kecamatan Cigugur adalah miniaturnya Indonesia. Berbagai pemeluk agama hidup rukun dan damai di kecamatan tsb. Ini berarti plt.camat Cigugur menguasai benar medan tempat ia ditugaskan. Kepada media ini ia mengatakan " Cigugur ini miniaturnya Indonesia. Jika kita bisa mengkondisikan dengan seluruh aliansi masyarakat yang ada, Insya Allah Cigugur akan lebih baik ", tutur Hj. Atik Suhartiati, SE, M.Si mengakhiri perbincangannya dengan media cyber Banten88.com. (SS).

KOMENTAR DISQUS :

Top