Indonesia English
Kamis, 19 April 2018 |
Kesehatan

Bagi Pengguna Behel, Perhatikan Ini Jika Hendak Veneer Gigi

Rabu, 17 Mei 2017 14:21:37 wib - Komentar
Foto: thinkstock

Jakarta, (Banten88.com): Veneer gigi, prosedur memasang semacam lapisan porselen di permukaan gigi bisa membuat gigi lebih rapi dan putih bersinar. Namun, bagaimana jika prosedur ini hendak dilakukan mereka yang menggunakan kawat gigi alias behel?

"Sebelum melakukan veneer memang sebaiknya dikawat terlebih dahulu. Sebab diharapkan gigi rapi terlebih dahulu daripada berjejal," ungkap drg Andy Wirahadikusumah SpPros dalam acara temu media '3M Dental Expo' di Locanda Food Voyager, Panin Center Building, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2017).

drg Andy melanjutkan, penggunaan veneer saat gigi berjejal atau tidak rapi dapat menyebabkan proses pengasahan gigi yang lebih banyak. Akibatnya, akan lebih banyak jaringan gigi yang terbuang.

"Kalau banyak pengasahannya jaringan gigi bisa banyak terbuang. Sehingga itu bisa menyebabkan gigi ngilu dan sensitif. Sedangkan kalau gigi sudah rapi diharapkan pengasahannya tidak terlalu banyak dibandingkan gigi berjejal," kata drg Andy.

Oleh karena itu, drg Andy menyarankan bagi seseorang yang menggunakan behel dan hendak melakukan veneer, baiknya tunggu gigi rapi lebih dulu sebelum melakukan veneer.

Dikutip dari Web MD, veneer bisa bertahan 7 sampai 15 tahun. Lewat dari waktu tersebut, veneer perlu diganti. Sementara, untuk perawatan veneer, tidak diperlukan prosedur khusus. Hal terpenting, tetap jaga kebersihan gigi dan mulut.

Termasuk tetap rutin menyikat gigi dua kali sehari sesudah sarapan dan sebelum tidur malam, lakukan flossing, dan gunakan obat kumur jika diperlukan. Baiknya hindari pula makanan atau minuman yang rentan menimbulkan noda pada gigi misalnya kopi dan wine.

Untuk meningkatkan taraf kompetensi dokter gigi, pada 20-21 Mei mendatang diadakan simposium '3M Dental Expo' dengan kapasitas 1.000 dokter. Simposium ini merupakan kerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Indonesia Prosthodontics Society (IPROSI) dan Ikatan Konservasi Gigi Indonesia (IKORGI) (Sumber : Detik.com)

KOMENTAR DISQUS :

Top