Indonesia English
Minggu, 22 Juli 2018 |
Pendidikan

BAN SM Banten Resertfikasi Dan Uji Kompetensi Asesor

Rabu, 04 Juli 2018 21:01:55 wib - Komentar
Badan Akreditasi Nasional (BAN) Sekolah/Madrasah Provinsi Banten melaksanakan resertifkasi asesor terhadap 29 orang di Hotel Ledian, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang, Banten. Rabu (4/7/2018) sore.

SERANG,(Banten88.com): Badan Akreditasi Nasional (BAN) Sekolah/Madrasah Provinsi Banten melaksanakan resertifkasi asesor terhadap 29 orang di Hotel Ledian, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Serang, Banten. Rabu (4/7/2018) sore.

BAN Pusat Muhammad Sayuti yang membuka acara tersebut mengatakan kegiatan BAN di seluruh provinsi mulai dilaksankan sejak Mei 2018 ketika anggaran mulai turun. Di Provinsi Banten kegiatan yang dilakukan adalah resertifikasi asesor.

“Kegiatan yang dilakukan sekarang ini adalah melatih apakah asesor yang telah ada ini masih memenuhi syarat dan memenuhi kualitas yang dibutuhkan. Resertifikasi dilakukan agar cara pandang asesor tentang akreditasi menjadi lebih baik,” tutur Sayuti.

Sayuti mengatakan asesor harus dapat meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Banten secara merata. “Setahu saya, IPM (Indeks Pembangunan Manusia-red) Provinsi Banten pada posisi 8. Nah, hal ini perlu ditingkatkan dengan cara meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Banten,” ungkap Sayuti.

Oleh karena itu, kata Sayuti, pada periode sekarang ini asesor dibolehkan menjadi asesor lintas jenjang. Artinya, seorang asesor yang selama ini bertugas untuk menangani tingkat Sekolah Dasar (SD) bisa juga bertindak tingkat Sekolah Menangah Atas (SMA).

“Sekarang ini dimungkinkan hal asal asesor punya kesempatan dan kemampuan,” ucap Sayuti.

Sementara itu, Ketua BAN SM Provinsi Banten Fitri Hilmiyati mengatakan resertifikasi asesor adalah proses perpanjangan sertifikasi asesor yang masa berlaku sertifikatnya sudah habis melalui kegiatan pelatihan dan uji kompetensi. Pelatihan ini dilakukan selama 20 jam dalam jangka waktu dua hari.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menentukan apakah asesor memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang layak sesuai dengan peraturan yang beralku. Setiap provinsi memiliki asesor dalam jumlah yang cukup dan dapat mendukung pelaksanaan akreditasi yang bermutu untuk menjamin pendidikan bermutu,” tutur Fitri.

Baba Sambas, salah seorang asesor mengatakan pelatihan dan uji kompetisi perlu dilakukan agar setiap asesor memiliki pengetahuan terbaru. “Kalau kita mengikuti kegiatan ini pikiran dapat segar kembali,” ujar Sambas.(ERN).

KOMENTAR DISQUS :

Top