Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Nasional - Peristiwa

Bangkai Pesawat Trigana Air IL 257 Ditemukan, Keluarga Histeris

Senin, 17 Agustus 2015 19:52:28 wib - Komentar
Basarnas.

Jayapura, (Banten88.com) – Petugas Basarnas menemukan puing pesawat Trigana Air IL 257 telah ditemukan di kampung Okbape, Pengunung Bintang, Papua. Kepala Basarnas, Marsekal Madya Pnb Soelistyo mengatakan, menjelang sore petugasnya menemukan mencurikan disusul dengan terlihatnya serpihan bangki pesawat, saat itu ada dua hal yang menjadi sasaran Tim SAR dalam mengevakuasi pesawat yang jatuh.

"Setelah dipastikan itu bangkai pesawat, dua hal yang menjadi sasaran evakuasi pesawat Trigana Air yaitu korban manusia dan pencarian black box pesawat," kata Soelistyo dalam jumpa pers di Base off Lanud Jayapura, Senin (17/8).

Menjelang sore hari, Tim SAR yang melakukan penyelusuran melalui jalan darat sudah mendekati titik jatuhnya pesawat. Besok, evakuasi akan dilakukan menggunakan helikopter milik PT. Freeport yang sudah stand by di Bandara Oksibil. Tim SAR belum bisa mencapai lokasi akibat sulitnya medan dan cuaca ekstrim. Basarnas telah menggerakkan 11 pesawat untuk membantu evakuasi korban Trigana tersebut yakni 3 pesawat Trigana, 2 Pesawat AMA, 1 Pesawat Susi Air, 2 Heli milik TNI-AD, 1 Heli Freeport, serta 2 Hercules  milik TNI-AU.

Sementara jumlah personil yang ikut dalam evakusi sebanyak 266 personil terdiri dari TNI/Polri, Tim SAR, Satpol PP, BNPB dan masyarakat setempat. Untuk besok, Basarnas akan mendatangkan Tim Khusus yang beranggotakan 12 orang. "Kami juga akan datangkan tim khusus yang berkemampuan khusus dalam evakusi di lokasi yang sulit," ujarnya.

Manager Security Trigana Air Alfred A Purnomo ketika dikonfirmasi wartawan mengtakan, pesawat yang hilang telah ditemukan oleh tim Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Senin (17/8) sore. Pesawat jenis ATR 42 dengan nomor registrasi PK-YRN dan nomor penerbangan IL-257 ini hilang kontak dalam penerbangan Jayapura-Oksibil, Minggu (16/8) kemarin.

"Pada sore hari ini, posisi pesawat sudah ditemukan, dalam kondisi hancur," kata Alfred di kantor Trigana Air, Jalan Wiraloka, Jakarta Timur, Senin sore.

Pihak Trigana Air tengah berusaha mengumpulkan data lengkap kru dan penumpang dari pihak keluarga yang telah mendatangi kantor Trigana Air sejak Minggu hingga Senin sore. Dari pengumpulan data sementara, pihak Trigana Air akan memberangkatkan perwakilan keluarga dari beberapa kru pesawat, yaitu keluarga dari kedua pramugari, Ika N dan Dita A, serta keluarga dari kopilot Ariadin.

"Keluarga dari Ariadin akan kami berangkatkan hari ini, langsung ke Sentani menggunakan Batik Air. Untuk pihak keluarga yang lain, kami masih menunggu kabar lebih lanjut," tutur Alfred. Adapun proses pengangkatan, menurut Alfred, sementara ini dihentikan karena waktu setempat sudah malam. Proses terhadap penumpang dan pesawat akan dilanjutkan Selasa esok mulai pukul 06.00 WIT sampai pukul 17.00 WI

Sementara ditemukannya pesawat Trigana, keluarga korban mendesak Basarnas bekerja lebih cepat untuk mengevakuasi korban. Desakan itu disampaikan saat pertemuan dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya Pnb Soelistiyo dampingi Sekda Provinsi Papua Heri Dosinaen, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Albert Rudolf Rodja, Kasdam 17 Cenderawasih Brijen TNI Tatang Sulaeman, Direktur Operasional Trigana Air Beny Sumariyanto, dan Kepala SAR Jayapura Ludiyanto.

Salah satu ibu dari keluarga N. Aragae pegawai kantor Pos Jayapura yang ikut dalam penumpang Trigana Air, mengemukakan pihaknya sangat membutuhkan informasi tentang pencarian pesawat yang membawa total 54 penumpang itu. Keluarga berharap pihak Basarnas bisa memberikan informasi setiap jam.

Permintaan senada disampaikan Gubernur Papua Lukas Enembe. Dia menginstruksikan kepada Tim SAR untuk melakukan penanganan secepat mungkin atas musibah pesawat Trigana ATR 42 PK YRN dengan nomor penerbangan IL-257 yang jatuh di Oksibil. "Gubernur Papua tadi malam dalam pertemuan dengan Forkompimda telah menginstruksikan agar pencarian korban jatuhnya pesawat dipercepat," kata Sekda Provinsi Papua, Heri Dosinaen.

Sementara Kabasarnas Marsekal Madya Pnb Sulistiyo menyampaikan, bahwa lokasi jatuhnya pesawat Trigana sudah ditemukan 98 persen, hanya saja Tim SAR belum bisa menjangkau lokasi akibat cuaca buruk dengan hujan lebat menyebabkan jarak pandang hanya 1 meter. Dia  menjelaskan, langkah-langkah yang sudah dilakukan Basarnas dan Tim yang dibantu masyarakat setempat didorong menuju lokasi melalui jalan darat. Namun karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat, sehingga pesawat milik Freeport yang sudah ada di Oksibil tidak bisa kelokasi.

Tim SAR lalu digerakkan melalui jalan, hingga sore tadi Tim SAR yang jalan darat sudah mendekati titik jatuhnya pesawat, namun karena hujan lebat sehingga mereka juga kesulitan mencapai lokasi. "Saya sendiri menginginkan evakuasi dapat segera dilaksanakan, tetapi Tim SAR juga manusia yang punya keterbatasan, dengan kondisi medan lokasi yang sangat sulit dan cuaca yang ektrim membuat tim juga kewalahan.Saya berharap kepada keluarga korban agar mendukung dalam Doa, sehingga diberikan cuaca yang baik dan Tim SAR bisa segera mencapai lokasi dan melakukan evakuasi," tukasnya.

Diperoleh keterangan, selain membawa 54 orang penumpang dan kru, pesawat Trigana Air Service jenis ATR 42 PK YRN yang hilang kontak di Distrik Okbape di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada pukul 14.55 WIT, Minggu kemarin, juga membawa uang tunai sebesar Rp 6,5 miliar.

Uang sebesar Rp 6,5 miliar ini merupakan dana program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) yang rencananya akan disalurkann oleh pihak Kantor Pos bagi masyarakat miskin di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang. "Ada empat pegawai kami yang mengawal dana itu," kata Kepala Kantor Pos Jayapura, Papua, Haryono, Senin (17/8) .

Menurut Haryono, dana PSKS sebesar Rp 6,5 miliar merupakan bantuan sosial dari Kemensos disimpan di dalam empat tas yang dibawa keempat petugas Kantor Pos Jayapura yang ikut dalam korban pesawat Trigana yang jatuh itu, yakni Yustinus Hurulean, MN Aragay, Agustinus Luarmase dan Teguh.

"Tapi Pak Teguh ini di dalam manifes Trigana memakai nama Dewa Putu Raka. Sebab menjelang keberangkatan Pak Dewa membatalkan penerbangannya, sehingga digantikan pegawai kami bernama Teguh. Saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan petugas Trigana dan pihak keamanan permasalahan ini untuk tindak lanjutnya," kata Haryono di Sentani Jayapura.

Pesawat Trigana diduga jatuh di Distrik Okbape, Kabupaten Pegunungan Bintang yang berjarak sekitar 13 mile dari Bandara Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Diduga kuat pesawat menabrak Gunung Tangok dan saat ini tim gabungan SAR dan TNI/Polri terus melakukan pencarian ke arah lokasi itu. (Dang).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top