Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Nasional - Politik

Bangun Koalisi PDIP-Demokrat, Rano Karno Minati Arief Jadi Wakil

Kamis, 21 Juli 2016 21:04:59 wib - Komentar
Gubernur Banten Rano Karno. (foto titiknol.co.id).

Serang, (Banten88.com):Gubernur Rano mulai sibuk melakukan pertemuan dengan beberapa politikus Banten. Rano sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk mencari dan memilih calon wakilnya yang akan diusung pada pemilihan gubernur 2017 mendatang. Langkah Rano itu, tentu untuk menjajaki siapa wakilnya yang akan dipilihnya.

Setelah melakukan pertemuan dengan Walikota Serang yang juga bakal calon (balon) wakil gubernur Banten Tb Haerul Jaman, kembali Rano Karno melakukan pertemuan dengan petinggi partai Demokrat. Gubernur Rano mengundang Ketua DPD Partai Demokrat Banten Aeng Haerudin ke rumah dinasnya, (20/7).

Undangan Rano, tentu saja untuk meminta masukan dan respon dari para petinggi partai dalam membangun koalisi besar. Berbeda saat melakukan pertemuan dengan Jaman yang terkesan tidak membicarakan urusan Pilgub, kali ini Rano tidak menampik bahwa pertemuannya dengan Aeng lebih kepada untuk membahas Pilgub Banten. “Ya semuanya kita jajaki, namanya juga kan silaturahmi, jadi biasa dalam berpolitk,” katanya.

Dikatakan Rano, pertemuan tersebut membahas dan meminta masukan terkait kemungkinan siapa yang pas untuk menjadi wakilnya dan lebih utaman mengenai koalisi partai pengusung ke depan. “Pa Aeng itu kan ketua partai, ya kita bahas kemungkinan-kemungkinan lah,” kata Rano saat jumpa pers usai melakukan pertemuan tertutup di rumah dinasi Gubernur Banten, Cipare, Kota.

Sayangnya Rano tidak merinci dan masih menyembunyikan mengenai siapa yang layak untuk menjadi wakilnya dalam Pilgub yang akan dating. Dengan diplomatis, dia hanya menyampaikan mengenai kemungkinannya saja. “Kemungkinan-kemungkinannya, itu karena cabenya pedas,” candanya disambut tawa para awak media.

Berdasarkan informasi yang didapat sebelumnya dijadwalkan pada Rabu, (20/7) pemeran Si Doel Anak Sekolahan tersebut rencananya bertemu dengan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, namun Arief berhalangan hadir karena harus menghadiri penyerahan Adipura di Provinsi Jambi.

“Tadi pagi saya komunkasi dengan Pa Arief, beliau meminta maaf karena tidak bisa memenuhi undangan karena harus menghadiri penyerahan Adipura di Jambi,” jelasnya.

Dikatakan Rano, dirinya akan kembali mengagendakan pertemuan dengan Walikota Tangerang. “Nantilah kita agendakan lagi,” ujarnya.

Saat ditanya apakah bakal calon pendamping pada Pilgub nantinya akan diisi oleh Arief, Rano menjawab bisa aja. “Bisa saja Pa Arief, semua orang bisa saja,” jawabnya.

Orang nomor satu di Banten tersebut juga hingga ini belum memutuskan siapa yang akan mendampinginya pada pilgub Banten mendatang.  “Keputusannya nanti dulu, buru buru saja. Kalau itu nanti lah,” katanya.

Saat ditanya terkait siapa saja tokoh selanjutnya yang akan diundang, Rano menjawab bahwa hal tersebut rahasia. “Kalau siapa saja itu rahasia. Yang jelas begini kita kan sudah dapet surat (surat rekomendasi DPP PDI-P) kita harus bekerja, siapa saja bisa diundang, bisa Pa Arief, dua orang atau tiga orang lagi bisa saja,” paparnya.

Rano sendiri sebelumnya diinformasikan telah melakukan pertemuan dengan ibu kandung dari Walikota Tangerang. Menanggapi hal tersebut, Rano  menjawab santai. “Saya belum bicara hal lain dengan ibu kandungnya (Ibu Walikota Tangerang), baru sebatas ngobrol-ngoberol saja,” tambahnya.

Menangggapi ketertarikan bakal calon petahana kepada kadernya yang kini menjabat sebagai Walikota Tangerang Arief R Wismanysah, Ketua DPD Partai Demokrat Banten Aeng Haerudin memberikan apresiasi kepada Rano Karno yang telah meminati Arief. “Sebagai ketua partai ada kader yang dilirik oleh salah satu calon, itu mangga-mangga saja. Tapi keputusan nanti ada di DPP bukan di DPD,” jelas Aeng.

Meski demikian, Aeng belum bisa memastikan peluang Arief untuk dipasangakan dengan balon petahana Rano Karno. “Saya belum bisa mempersentasekan peluang Pa Arief dengan Rano, karena saya belum komunikasi dengan Pa Arief karena kesibukan beliau. Mungkin nanti setelah ini kita akan komunikasikan lebih lanjut,” terangnya.

Menurut Aeng, siapapun figur yang banyak diinginkan oleh rakyat, Partai Demokrat akan mendukungnya. Meski begitu, dirinya mengaku hanya ditugaskan sebagai ketua partai untuk melakukan komunkiasi dengan parpol lain begitu juga dengan para bakal calon.  “Saya tidak tahu kalau Pa Arief diundang, kewajiban saya di sini untuk melakukan komunikasi. Komunikasi bisa dengan siapa saja kita kan demokrasi,” ujarnya.

Aeng memaparkan beberapa waktu lalu DPD Partai Demokrat Banten telah melakukan penjaringan dan telah mengusulkan lima nama ke DPP, tiga sebagai bakal calon gubernur diantaranya Wahidin Halim (WH), Andika Hazrumy, Mulyadi Jayabaya (JB), dan dua sebagai bakal calon wakil gubernur yakni A. Taufik Nuriman dan Aeng Haerudin.

“DPD telah ajukan lima nama ke DPP yaitu Pa WH, Andika, Pa JB, Pa Taufik, dan saya sendiri. Kalau Pa Arief tergantung putusan DPP, karena hingga saat ini pihak DPP belum melakukan penjaringan calon baru. Hanya kalau Pa Arief karena adanya usulan dari bakal calon katanya beliau juga ingin diajak komunikasi,” paparnya.

Ditambahkan mantan Ketua DPRD Banten periode 2009-2014 tersebut, konstalasi politik di Banten akan dikejutkan jika Partai Demokrat berkoalisi dengan PDI-Perjuangan. “Pasti akan terkejut, ditambah kita kan punya dua tokoh nasional, tinggal dipahami saja,” ujarnya kepada wartawan.

Kembali dijelaskan Aeng, dirinya telah melakukan komunikasi politik dengan Rano Karno dan pengurus PDI-P. Namun hal tersebut belum bisa memutuskan apakah Demokrat akan bergabung dengan PDI-P, karena semua putusan ada di DPP. “Saya menunggu sinyal dri DPP, nantinya ketua akan dipanggil untuk melaporkan dan dimintau perkembangannya. Selanjutnya DPP akan memutuskan siapa figur yang mayoritas diinginkan oleh rakyat. Waktunya bisa awal Agustus atau akhir Agustus, karena DPP itu kan memutuskan setelah ada pasangan bakal calon termasuk juga partai koalisi,” imbuhnya.

Saat ditanya terkait siapa yang akan diusung oleh Demokrat pada Pilgub mendatang, Aeng belulm bisa menjawab. “Semua putusan ada di DPP, berbeda dengan PDI-P yang telah memiliki calon. Kalau kita rekomendasikan orang tapi koalisinya kurang, yah bagaimna,” tambahnya.

Seperti diketahui Partai Demokrat Banten hanya memiliki delapan kursi di legislatif, dan itu belum mencukupi untuk melakukan usungan terhadap salah satu calon atau pasangan calon untuk maju pada perhelatan Pilgub Banten 2017 mendatang. Mau tidak mau Partai Demokrat harus berkoalisi dengan parpol lain.

Sementara itu, Demokrat sendiri telah mengusulkan dua kader internal dari lima yang diajukan ke DPP, yakni Wahidin Halim yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI dan Aeng Haerudin. Munculnya Arief R Wismanysah makin meramaikan persaingan di internal partai. (YAN)

 

KOMENTAR DISQUS :

Top