Indonesia English
Selasa, 04 Oktober 2022 |
Peristiwa

Banjir Meluas, Kerugian Belum Bisa Dihitung

Senin, 13 Februari 2017 09:31:03 wib - Komentar
Jalan ables di Malingping.

LEBAK,(Banten88.com):Pasca bencana banjir dan longsor melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Lebak, merendam 2077 rumah,sejumlah infrastruktur jalan, jembatan, gedung sekolah,sarana ibadah dan ribuan hektar padi siap panen tersebar di 210 desa di 19 kecamatan,hancur.

Asda ll Kabupaten Lebak, Budi Santoso mengatakan, kerugian akibat bencana Banjir dan longsor  belum dapat dihitung. Adapun kerusakan terjadi pada jembatan gantung enam unit dan dua jembatan permanen.  "Hasil pemantauan sementara, tujuh jembatan putus total satu mengalami kerusakan sedang," kata Budi, kepada Banten88.com, Sabtu (11/2).

 

Dikatakan, delapan jembatan yang rusak diantaranya jembatan permanen Cikasintu, Desa Sinargalih, Kecamatan Cibeber, jembatan permanen Ciasahan, Desa Cisungsang, kecamatan Cibeber, jembatan Cikidang, Desa Cisungsang, kecamatan Cibeber, jembatan Batang, Desa Sankanwangi, Kecamatan Leuwidamar, jembatan Bunter - Leuwipesing, Desa Sankanwangi, kecamatan Leuwidamar, jembatan Cikiray, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Rangkasbitung, jembatan Ciparasi, Desa Sobang, Kecamatan Sobang, jembatan Cisimeut, Desa Sankanwangi, Kecamatan Cimarga.

 

Lanjut Budi,infrastruktur yang rusak diantaranya, ruas jalan Cikate-Cigemblong, Kecamatan Cigemblong, jalan Cipanas - Warung Banten, Desa Sukamaju, Kecamatan Sobang, jalan Ciminyak-Sobang dan jalan Saketi-Malingping.

 

"Jalan Cipanas-Warung Banten yang awalnya tertutup longsoran tebing kini sudah bisa dilewati walau dengan kondisi rusak, begitu juga dengan jalan Saketi-Malingping yang ambrol hanya bisa dilalui mobil kecil dengan buka tutup," terang Budi.

 

Selain itu, bencana juga sudah merusak sejumlah gedung Sekolah Dasar(SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP),diantaranya gedung SDN 1 Lebak Gedong, SDN 2 Cihujan, Kecamatan Cijaku, SDN 3 Ciakar, Kecamatan Gunung Kencana, SMPN 1 Cijaku dan SMPN 1Leuwidamar.


"Rata-rata kerusakan pada bagian lahan dan pagar sekolah yang tergerus," ucapnya.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyatakan, penanganan mulai dari logistik untuk korban sampai dengan pendataan kerusakan infrastruktur laporannya melalui BPBD.
"Kerugian belum dapat kita hutung, namun untuk penanganan satu jembatan saja diperkirakan mencapai Rp 1 milyar, belum kerusakan pada jalan, sarana pendidikan dan pemukiman warga,"ungkap Bupati.

 

Dikatakan Bupati, dengan keterbatasan anggaran yang di miliki Pemkab Lebak bukan kendala,yang lebih utama untuk saat ini, penanganan terhadap korban bencana, karena jangan sampai ada korban bencana yang kekurangan pangan yang mengakibatkan kelaparan, begitu juga dengan kesehatannya.   "Namun demikian dana tidak terduga baik dari APBD maupun bantuan tidak terduga dari BNPB bisa kita gunakan," paparnya.(eli).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top