Indonesia English
Rabu, 08 Februari 2023 |
Ekonomi dan Bisnis

Bank Indonesia : Triwulan II Ekonomi Banten Naik 5,16 Persen

Selasa, 06 September 2016 20:41:07 wib - Komentar

SERANG,(Banten88.com):Laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada triwulan II tahun 2016 mengalami kenaikan dengan nilai Rp127,73 trilun.  Nilai Ekonomi Banten  mengalami kenaikan 5,16 persen dari triwulan sebelumnya yakni 5,10 persen.

Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Banten Budiharto Setyawan mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Banten secara umum di topang oleh konsumsi rumah tangga dan pemerintah yang meningkat sejalan dengan masuknya bulan Ramadan serta terjaganya inflasi di level yang relatif rendah dibandingkan tahun 2015, yang mendorong perbaikan daya beli masyarakat.

Hal yang tadi saya sebutkan tadi menjadi salah satu alasan naiknya laju perekonomian pada triwulan II, katanya, Selasa (6/9).

Lebih lanjut, Budiharto memaparkan, meski pada triwulan II ini pertumbuhan ekonomi di Banten meningkat, namun untuk skala nasional pertumbuhannya masih rendah.

Banten masih rendah dari DKI Jakarta 5,86 persen, Jawa Barat 5,88 persen, Jawa Timur 5,62 persen, dan DIY 5,57 persen, dan Jawa Tengah 5,75 persen, jelasnya.

Dijelaskan Budiarto, pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun diperkirakan akan terus berlanjut pada triwulan III tahun 2016, dengan jalannya proyek pemerintah yang mendorong lapangan usaha industri pengolahan dan konstruksi.

Untuk perkembangan harga, tingkat harga di Provinsi Banten pada triwulan II tahun ini tercatat 3,77 persen. Lebih rendah dibandingkan triwulan I tahun 2016 sebesar 5,70 persen. Hal itu dikarenakan berkurangnya tekanan inflasi pada triwulan II tahun 2016, jelasnya.

Budiarto menambahkan, tekanan inflasi triwulan II tahun ini dikarenakan penurunan harga kelompok bahan makanan arau komponen volatile food, di antaranya cabai merah, bawang merah, daging ayam ras dan beras.

Selain kelompok bahan makanan juga terdapat komponen administered price yang mengalami penurunan. Namun sementara ini pada komponen inti masih mengalami inflasi yang lebih rendah dibandingkan triwulan lalu, ujarnya.(ERN).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top