Indonesia English
Rabu, 26 Juni 2019 |
Kesehatan

Banten Bebas Rabies Tahun 2017

Kamis, 11 Februari 2016 18:09:09 wib - Komentar

SERANG,(Banten88.com): Dalam upaya mewujudkan Banten bebas penyakit anjing gila (rabies)  tahun 2017-2018, Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Banten melakukan berbagai upaya pencegahan penularan penyakit berbahaya tersebut, diantaranya pemberian vaksinasi rabies kepada sejumlah hewan yang rentan terserang rabies seperti anjing, kucing, kera, rakun dan kalelawar dan sosialisasi/penyuluhan virus rabies kepada masyarakat. Hal itu terbilang penting, karena penyakit rabies yang ditularkan oleh hewan melalui gigitan kepada manusia yang mengakibatkan kesehatan terganggu seperti cacat, bahkan bisa berujung kepada kematian.

 

Kepala Balai Keswan Dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Aan Muawanah mengatakan, realisasi vaksinasi rabies di Provinsi Banten ditargetkan mencapai 70 persen dari jumlah anjing dan kucing yang ada, termasuk pemberantasan anjing liar. “Tahun 2015 lalu, kita berikan vaksin sekira 70 persen dan 2500 dosis untuk total anjing di Provinsi Banten,” ungkapnya.

 

Aan menejelaskan, diagnosa rabies positif di Provinsi Banten terakhir tahun 2011 Kasus gigitan 2010 akhir di Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang. “Distanak Banten memfokuskan vaksinasi ke daerah tertular yaitu di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, dengan target 70 persen dapat melakukan vaksinasi, dan sisanya 30 persen dapat dilakukan eliminasi atau membunuh anjing liar,” ujarnya.

 

Penularan penyakit zoonosis terjadi melalui berbagai cara antara lain melalui kontak langsung dengan hewan sakit yang mengeluarkan sekreta-sekreta yang mengundang kuman penyakit yang terjadi melalui gigitan seperti pada penyakit anjing gila (rabies) dan melalui konsumsi makanan (daging, telur, susu) serta berbagai produk olahan hasil peternakan lainnya atau terjadi melalui hubungan yang erat antara manusia dengan hewan-hewan yang dipelihara sebagai hewan kesayangan.

 

“Jika ada masyarakat yang terindikasi terserang gigitan anjing rabies, harus segera ke dokter setempat guna mendapatkan penanganan intensif,” katanya.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus M. Tauchid mengatakan, Pemerintah Banten juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan untuk diberikan imunisasi guna menghindari adanya kemungkinan penyakit rabies. “Pemberian vaksin rabies secara maksimal dan merata diharapkan dapat mengendalikan sebaran rabies di beberapa wilayah di Banten,” katanya baru-baru ini. 

 

Agus menegaskan, sudah menjadi tugas pemerintah untuk melindungi masyarakat dari serangan penyakit berbahaya tersebut. Dalam memberantas virus rabies, pemerintah sudah melakukan beberapa langkah diantaranya suntikan vaksinasi, pemeriksaan post vaksinasi dan eliminasi pada hewan liar seperti anjing. Untuk mendapatkan masukan tentang permasalahan, perencanaan, tantangan dan pelaksanaan dalam rangka antisipasi, deteksi dan respon wabah zoonosis baik di pusat maupun di daerah, pihaknya akan bekerjasama dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan terutama pada kesehatan hewan.  “Penanganan dan pengendalian rabies memerlukan kerjasama antarinstansi terakait, seperti Dinas Kesehatan. Pada tingkat penanganan gigitan, Dinas Kesehatan sangat berperan penting,” katanya. (YAN).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top