Indonesia English
Minggu, 29 Mei 2022 |
Nasional - Politik

Banten Gelar 4 Pilkada, Kota Cilegon dan Serang Terancam Ditunda

Selasa, 28 Juli 2015 21:41:23 wib - Komentar
Deklarasi pasangan Ratu Tatu Chasanah - Pandji Tirtayasa.

Serang, (Banten88.com) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) hari ini sekitar pukul 16.00 menutup pendaftaran peserta Pilkada. Di Provinsi Banten, dari empat wilayah Kabupaten dan Kota yang menyelenggarakan Pilkada serentak, yakni Kota Tangerang Selatan, Kota Cilegon, Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang situasinya hampir tidak terkendali, meskipun KPUD memberikan tambahan waktu tiga hari lagi untuk menerima pendaftaran.

Ketua KPU Husni Kamil Malik untuk memastikan kesiapan gelaran Pilkada disejumlah daerah, kemarin melakukan monitoring dan supervisi tahapan pencalonan bakal calon kepala daerah. Husni bersama tim berkunjung ke Banten, dan melihat kesiapan di empat kantor KPUD. Terakhir, dia melakukan monitoring ke kantor KPUD Cilegon, Selasa (28/7).

Tampak Husni melakukan koordinasi dengan komisoner KPU Kota Cilegon Fathullah, dia terlibat langsung melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan berkas bakal calon. "Kedatangan kami tak lain untuk memastikan dari dekat, bagaimana tahapan proses pencalonan ini dilakukan oleh KPU daerah, karena di Banten ini kebetulan ada empat kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada serentak," katanya.

Dikatakan Husni, dari hasil pemberkasan yang dilakukan KPUD Kota Cilegon, tentu telah melaksanakan tahapan pencalonan itu sesuai dengan aturan. Namun, dia menyoroti hasil tahapan verifikasi calon perseorangan, Sudarmana-Marfi Fahzan yang sampai hari terakhir masih belum menyempurnakan kekurangannya sebanyak 12 ribu dukungan.

"Verifikasi balon independen itu hanya menentukan dukungan itu valid atau tidak valid, artinya sudah memenuhi syarat atau sebaliknya. Karena syarat dukungan ini membutuhkan kerjasama dengan mereka yang memberikan dukungan,” ujarnya.

Ketua KPUD Kota Cilegon Fathullah Hasyim mengatakan, sejauh ini dia menemukan kendala dalam tahapan pencalonan perseorangan. "Tadi sudah disampaikan, kami diminta oleh KPU untuk segera melaporkan jika mendapatkan temuan, karena semua tahapan ini kan terintegrasi langsung dengan KPU RI," katanya.

Pilkada Kota Cilegon terancam diundur jika pesertanya hanya diikuti oleh TB Iman Aryadi dan Edi Aryadi, karena peserta perseorangan belum melengkapi persyaratan. PKPU sudah mengisyarakat untuk tidak menggelar Pilkada jika hanya diikuti calon tunggal.

Di Kota Tangerang Selatan, dipastikan tiga pasang kandidat akan berjuang memperebutkan kursi Walikota dan Wakil Walikota. Setelah Airin Rahmi Diani-Benyamin Davni mengukuhkan diri maju sebagai pasangan bakal calon, menyusul pasangan Arsid-Elvier Ariadiannie dan pasangan Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra.

Menariknya, semula Arsid yang jauh hari sudah digadang-gadang akan berpasangan dengan Intan Nurul Hikmah, ternyata detik-detik menjelang penutupan Intan mengundurkan diri dari bursa Wakil Walikota. Pada akhrnya Arsid menemukan Elvier Ariadiannie Soedarto Poetri sebagai pendampingnya di Pilkada Tangsel.

Elvier merupakan kader Hanura sekaligus Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Buah Hati Ciputat. Ketiga pasangan ini sudah resmi mendaftarkan diri di KPUD Tangsel, Selasa (28/7), setelah sebelumnya melakukan deklarasi dihadapan pendukungnya.

Di Kabupaten Serang, pasangan Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa dengan mantap melangkahkan kaki ke KPUD Kabupaten Serang untuk mendaftarkan diri. Diantar ribuan pendukung dan para petinggi partai pendukungnya, Tatu dielu-elukan oleh para pendukung yang terus memuji pasangan tersebut.

Berbeda dengan pasangan Tatu-Pandji yang hampir tidak ada lawannya, pasangan pasangan Ahmad Syarif Madzkrullah-Aep Syaefullah yang diusung oleh Partai Gerindra, Hanura dan PBB, saat tiba di KPUD ternyata harus menarik kembali formulir pendaftaran yang mereka bawa saat pendaftaran, karena tidak memenuhi persyaratan. Beruntung KPU masih memberikan waktu sampai 3 Agustus kepada pasangan ini untuk melengkapi persyaratan.

“Masih ada kekurangan berkas. SK-nya kurang cap dan beda ketua, jadi harus dilengkapi lagi,” kata Syarif saat meninggalkan Kantor KPUD Kabupaten Serang didampingi pasangannya.

Pasangan ini oleh sejumlah kalangan di Kabupaten Serang disebut-sebut sebagai pasangan boneka. Artinya untuk menghindari Pilkada diundur, maka meski tidak memiliki jam terbang lebih baik, pasangan ini dimunculkan. Kendati ditolak,Syarif mengaku optimistis dapat memenuhi persyaratan untuk maju di Pilkada Kabupaten Serang Tahun 2015. Pasangan inipun berjanji untuk segera melengkapi persyaratan yang masih kurang.

Dengan majunya pasangan Syarie-Aep memastikan pasangan Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa batal menjadi satu-satunya calon tunggal di Pilkada Kabupaten Serang. Namun jika persyaratannya tidak terpenuhi, maka Pilkada Kabupaten Serang terancam ditunda.

Di Kabupaten Pandeglang, selain memantapkan pasangan Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban yang didukung banyak partai. Tak kalah menariknya muncul pasangan Ratu Siti Romlah dan Yan Riyadi yang sudah resmi mendaftar di KPUD Pandeglang. Selain dua kandidat ini, Pilkada Pandeglang juga diikuti oleh pasangan Aap Aptadi dan Dodo yang maju dari calon perseorangan. Kondisi gelaran Pilkada di Pandeglang relatif aman, karena diikuti oleh tiga pasangan bakal calon yang akan bertanding.

Sementara jika mengacu kepada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), yang memberikan batas waktu toleransi untuk memperpanjang masa pendaftaran selama tiga hari,  maka jika dalam waktu toleransi itu tidak ada yang mendaftar atau hanya diikuti oleh satu pasangan tunggal, KPU akan menunda pelaksanaan Pilkada pada tahun berikutnya.

Di empat wilayah Provinsi Banten, jika melihat pemetannya, untuk pelaksanaan Pilkada di Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Pandeglang relatif aman. Karena diikuti oleh tiga kandidat pasangan. Sedangkan untuk Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, situasinya masih diragukan, apakah bisa menggelar Pilkada Desember tahun ini, atau ditundan tahun yang akan datang. Kita tunggu saja, karena politik itu dinamis, lentur seperti karet. (Dang).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top