Indonesia English
Selasa, 25 Juni 2019 |
Pendidikan

Banten Keluar Dari Zona Merah Tuna Aksara

Rabu, 28 September 2016 16:47:21 wib - Komentar
Gubernur Banten Rano Karno.

Serang,(Banten88.com): Kementrian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan, bahwa  Provinsi Banten sudah keluar dari zona merah Tuna Aksara di Indonesia. Hal ini dikarenakan saat ini angka tuna aksara di Banten sudah dibawah 5 persen.

“Di Provinsi Banten berdasarkan data Balitbang, 5 tahun terakhir menunjukan signifikan dalama penuntasan buta aksara. Banten bisa terbebas dari zona merah karena sisa tuna aksara hanya 3.7 persen dan sudah dibawah 5 persen. Ini prestasi yg membanggakan,” kata Deputi Program dan Evaluasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Pahal Simanjuntak pada acara Peringatan Hari Aksara International (HAI) Tingkat Provinsi Banten, di Lapangan KP3B, Serang, Rabu (28/9). Acara ini juga dihadiri Gubernur Banten Rano Karno dan Sekda Banten Ranta Suharta.

Menurut Pahala, keluarnya Banten dari zona merah tuna aksara juga dikarenakan prestasi program Taman Baca Masyarakat (TBM) dan Gerakan Banten Membaca yang mampu menurukan angka tuna aksara.

"Kami atas nama Kementrian Pendidikan dan kebudayaan mengapresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan jajaran, pemerintah Kabupaten dan Kota Se-Provinsi Banten, seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat banten yang berupaya maksimal untuk menurunkan angka tuna aksara di banten,” kata Pahala.

Pahala menjelaskan, Indonesia dianggap berhasil menurunkan angka tuna aksara, namun mereka yang sudah tuntas tuna aksara tidak dilanjutkan dengan berbagai program pemeliharaan dan pelestarian keaksaraan, mungkin suatu saat mereka bisa tuna aksara kembali. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau  kepada pemerintah daerah agar terus memberikan berbagai upaya untuk mendorong “Gerakan Indonesia Membaca” sebagai media menuju masyarakat gemar membaca sepanjang hayat untuk pemberdayaan dan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, perlu dipastikan implementasi program ini  dengan “Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perampuan Margina (GP3M).

“GIM sebagai media menuju masyarakat gemar membaca dan belajar sampai akhir hayat. Dan di banten sudah melaunching program ini. Kita berharap dalam waktu yang tidak cukup lama banten mampu membebaskan diri dari tuna aksara. Banten harus terus berkembang dan lebih kreatif lagi dalam mengembangkan program TBM. Terima kasih kepada semua mitra yang terus komitmen memberikan layanan pendidikan,” ujarnya.

Gubernur Banten Rano Karno mengungkapkan, dalam satu dekade program pemberantasan tuna aksara di Indonesia telah berhasil diturunkan, begitu juga di Provinsi Banten. Menurut Gubernur, pada tahun 2010 penduduk banten yang masih buta aksara berjumlah 218.000 orang.

“Denga kerja keras kita semua serta melibatkan partisipasi masyarakat, pada tahun 2015 tinggal tersisa 51.000 orang dan tahun 2016 ini tinggal 33.500 orang. Tentu ini sebuah prestasi yang harus ditingkatkan kedepannya” ungkap Gubernur.

Menurut Gubernur, pada tahun 2015 lalu dalam puncak peringatan hari aksara International di Karawang, Banten patut berbangga karena berhasil mendapatkan anugerah aksara utama dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Penghargaan itu hakikatnya adalah penghargaan untuk semua warga masyarakat banten yang telah bersama-sama mendukung program ini.

“Saya merasakan bagaimana sulitnya mengajak masyarakat yang belum bisa membaca dan menulis untuk tetap semangat ingin belajar. Makanya saya ilustrasikan itu dalam sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’ dimana karakter Mandra menjadi ikon yang membuat bapak dan ibu banyak sekali menyukainya. Itu kami buat untuk menginspirasi masyarakat agar mau belajar membaca dan menulis,” ucapnya.

Gubernur Rano juga mengapersiasi berbagai elemen masyarakat seperti pengelola TBM, PKBM, PAUD, LKP, SKB, Tutor Keaksaraan dan Kesetaraan yang turut serta membangun pendidikan non formal di banten.

Pada kesempatan ini Gubernur Banten Rano Karno memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana pembelajaran, buku life skil, mebeler TBM, fasilitasi pendirian 200 TBM, bantuan APE outdor danbantuan lainnya kepada lembaga-lembaga yang turut ambil bagian dalam peningkatan pendidikan non formal di Banten.(AZM).

KOMENTAR DISQUS :

Top