Indonesia English
Minggu, 21 Januari 2018 |
Ekonomi dan Bisnis

Banten Lakukan Kajian Pembangunan Pasar Induk

Selasa, 09 Januari 2018 22:02:41 wib - Komentar
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKMPT) Provinsi Banten Babar Suharso. Dok humas Banten.

Serang, (Banten88.com): Pemprov Banten saat ini sedang melakukan kajian terhadap lokasi pembangunan pasar induk. Pemprov akan memilih tiga kabupaten yang akan dibangun Pasar Induk, yakni Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak. Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Banten Babar Suharso saat ditemui di KP3B, Kota Serang, Selasa (9/1/2018).

Dikatakan Babar, tahun 2018 pihaknya memprioritaskan pembangunan pasar induk. Ini dikukan selaras dengan program nawacita yang diusung oleh Pemerintah pusat.

“Kabupaten/Kota ada revitalisasi pasar. Untuk yang provinsi itu ada (rencana pembangunan-red) pusat distribusi,” kata Babar.

Dijelaskan Babar, berdasarkan definsi Undang-Undang itu pusat distribusi atau pusat distribusi regional disebut pasar induk. Adapun proses pembangunan pasar induk sendiri akan dimulai dengan proses pengadaan lahan.

“Kita masih ada 3 alternatif, ini kita sedang melakukan mendalaman. Awal tahun kita tunjuk pihak ketiga, tim ahli untuk mengkaji kelayakan dari sisi amdal dari, sisi kelayakan pasarnya,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, Pemprov memilih tiga kabupaten yang akan dibangun Pasar Induk, yakni Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak. Menurutnya, pemilihan 3 kabupaten sebagai calon lokasi pasar induk dikarenakan ketiganya sentra produksi pertanian Banten.

Ia juga berharap, dengan dibangunnya pasar induk dapat memutus panjangnya mata rantai distribusi, sehingga bisa menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. “Supaya transaksinya baik, mudah-mudahan harganya baik, masyarakat bisa memenuhi kebutuhannya juga dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Babar mengungkapkan, selain pembangunan pasar induk, Pemprov juga menargetkan revitalisasi pasar tradisional yang ada di delapan Kabuapten/Kota di Banten. Sebab, saat ini masih banyak pasar tradisional yang ternyata belum memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

“Pasar tradisional ber-SNI itu standar keamanan dan kenyamanan serta fasilitas pendukungnya lengkap. Revitalisasi pasar tradisional kewenangan kabupatenkota, kita (pemprov) hanya pembina,” ujarnya.

“Tapi secara nasional itu target nawacita, target 3.000 pasar untuk dibangun melalui APBN, DAK (dana alokasi khusus) dan tugas pembantuan, provinsi bantu melalui bankeu,” sambungnya.

Dalam beberapa kesempatan, Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, masih banyak yang perlu dibenahi agar kesejahteraan peternak dan petani bisa lebih ditingkatkan. “Tempat transaksinya, jual belinya, harga mesti dikendalikan, banyak yang perlu dibenahi,” katanya.

“Perlu dibangun pasar ternak, pasar sayur, pasar induk. Produksinya harus ditingkatkan karena permintaannya juga tinggi. Kita mulai di 2018,” tandasnya. (Ern)

KOMENTAR DISQUS :

Top