Indonesia English
Senin, 04 Juli 2022 |
Nasional - Ekonomi dan Bisnis

Banten Peroleh Dana Bagi Hasil Kayu Tebangan Rp. 838 Juta

Kamis, 28 Mei 2015 17:29:07 wib - Komentar

Kota Serang,(Banten88.com): Pemerintah Provinsi Banten mendapatkan dana bagi  hasil produksi kayu tebangan  dari Perum Perhutani Divisi regional Jawa Barat Banten tahun 2013 sebesar Rp. 838.074.812,- atau  sebanyak 29.976 m3 dari wilayah yang ada di Provinsi Banten yaitu Kab. Lebak dan Kab. Pandeglang.

Bagi hasil  tersebut  diberikan secara simbolis oleh Kepala Perum Perhutani Divisi regional Jawa Barat Banten Elan Barlian kepada Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Provinsi Banten Hj. Maesaroh Mawardi.  pada acara penyerahan  bagi hasil  produksi kayu tebangan Tahun 2013 di Pendopo Gubernur, KP3B, Kota Serang, Kamis 28 Mei 2015. 

Dana bagi hasil  tersebut lalu diserahkan kepada Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kab. Lebak dan Kab. Pandeglang. Jumlah dana bagi hasil yang diterima masing-masing oleh Kab. Lebak dan Kab. Pandeglang adalah Rp. 192.658.000 dengan jumlah penerima 22 LMDH dari produksi kayu 2013 sebanyak 7.228 m3 dan Rp. 645.416.000 dengan jumlah penerima 23 LMDH dari produksi kayu 2013 sebanyak 22.748 m3.

Hj. Maesaroh Mawardi Kadishutbun Banten dalam sambutannya mengatakan, pihaknya  menyampaikan apresiasi atas kerjasama Perum perhutani dan KPH Banten karena dalam pengelolaan hasil hutan di Provinsi Banten telah melibatkan dan mengikutsertakan masyarakat sekitar hutan dalam bentuk program pembangunan hutan bersama masyarakat (PHBM) yang melibatkan LMDH.  Selain itu Kadishutbun Banten berpesan kepada masyarakat agar selalu menjaga kelestarian hutan karena hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar hutan. 

“Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Banten khususnya agar dapat menjaga dan melestarikan hutan. Selain bertujuan untuk menjaga lingkungan juga hasilnya bisa langsung dapat dirasakan oleh masyarakat, dan saya berharap bahwa dari hasil sharing ini masyarakat dapat mempergunakan dan memanfaatkan dananya sebaik mungkin,”ujarnya. 

Senada juga disampaikan  Elan Barlian, pihaknya  juga berharap kepada masyarakat agar dapat melestarikan dan menjaga hutan serta dapat mengoptimalkan lahan hutan sebaik mungkin.  “Fungsi hutan selain sebagai pelindung dan konservasi, tetapi sebagai produksi yang dapat mensejahterakan masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di sekitar hutan”, jelas Elan. 

Penyerahan sharing kayu ini merupakan kali kedua, dimana yang pertama dilakukan pada tanggal 27 Oktober 2014 lalu. 

Rencana pemanfaatan dana bagi hasil diatur sesuai SK. Dir Perum Perhutani No:436/KPTS/DIR/2011 tentang pedoman berbagi hasil hutan kayu, dimana penggunaan sharing dialokasikan untuk kelembagaan, pengembangan usaha produktif, bantuan sosial dan insentif pengurus dan anggota LMDH.(YAN).

KOMENTAR DISQUS :

Top