Indonesia English
Kamis, 07 Juli 2022 |
Nasional - Pendidikan

Banten Pimpin Sementara Perolehan Medali Pospenas VII

Minggu, 23 Oktober 2016 20:17:39 wib - Komentar
Kontingen Banten pada cabang fotografi Islami putri atas nama Millatina Sri Rahmawati saat menerima piala.

SERANG,(Banten88.com):Tuan Rumah Provinsi Banten untuk sementara memimpin perolehan medali Pekan Olah Raga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospenas) ke VII tahun 2016. Berdasarkan data dari Media Center Pospenas hingga pukul 17.50 WIB. Kontingen Banten pada hari pertama unggul sementara. Banten berhasil meraih  4 emas, dan satu medali perunggu. Untuk posisi kedua, diikuti Provinsi Jawa Tengah dengan 2 emas 2 perak, dan satu medali perunggu. Untuk posisi ke  3 diikuti oleh Jawa Barat dengan  1 emas  dan 2 perak.

Ketua Kontingen Provinsi Banten Abdul Hadist Muntaha mengatakan, empat medali emas yang berhasil diraih Provinsi Banten dari dua cabang seni yakni cabang seni cabang Fotografi Islami dan cabang Seni teater Islami. Untuk cabang fotografi islami diraih atas nama Fadjaristya Ramdhan Ibnu Salam dari Pondok Pesantren Nurul Fikri Kabupaten Serang untuk putera, dan Millatina Sri Rahmawati dari Pesantren Darul Tauhid Kota Tangsel, berhasil meraih medali emas.

Kemudian, untuk cabang teater islami kontingen Banten juga berhasil meraih medali emas di cabang ini untuk kategori putera-puteri. Di mana satu tim diikuti masing-masing delapan orang.“Alhamdulillah di hari pertama ini Kontingen Banten bisa meraih medali emas di cabang seni yang dilombakan,” katanya, Minggu, (23/10).

Dijelaskan Abdul Hadist, untuk medali perunggu, disumbangkan dari cabang video cerita pendek Islami atas nama M. Gibran Shidiq dari Pondok Pesantren Daar El-Falah, Kabupaten Pandeglang. Di cabang ini santri Banten membawa film dengan judul Marhaban.

“Harapan saya di cabang lain juga bisa menorehkan medali, seperti cabang fotografi dan teater islami yang berhasil meraih medali emas, sehingga target Banten bisa masuk tiga besar bisa tercapai,”katanya.

Sebagaimana diketahui, kontingen Jawa Tengah (Jateng) berhasil menggondol dua emas di cabang lomba cerita pendek. Di mana peserta putera puteri asal Jateng ini berhasil mengawinkan dua medali emas di cabang ini yang digelar di Gedung  Pusat Informasi Haji (PIH) Kanwil Kemenag Banten, Minggu, (23/10).

Menurut  Koordinator Dewan Juri Hadi Hartomo. Untuk juara kategori putera medali emas diraih Provinsi Jawa Tengah, atas nama Ahmad Musta’in dengan judul Nyanyian Shalawat dengan nilai 270. Kemudian, medali perak diraih dari DKI Jakarta atas nama Sayyid Jul Fadhli dengan judul cerita It’s Me Yang Terpilih dengan nilai 250.

Juara ketiga alias medali perunggu diraih kontingen Banten atas nama M. Gibran Shidiq dengan nilai 220. Santri Banten membawa film dengan judul Marhaban.

Hadi mengatakan, selanjutnya untuk kategori puteri yang diikuti tujuh peserta medali emas juga diraih Provinsi Jawa Tengah atas nama Yetti Azhari dengan judul film Rebana di Usia Senja dengan nilai 270. Juara kedua diraih Sumatera Utara atas nama Miftah Khoiraiaturrohmah dengan judul Bangunan-bangunan bersejarah dengan nilai 260.

“Sedangkan medali perunggu dengan nilai 250 diraih Provinsi Jatim atas nama Devi N. S dengan judul Samroh Sebagai Seni Islami Nusantara,”katanya.

Di cabang Stand Up Comedy Islami, kontingen Jabar dan Kaltim meraih emas. Menurut Koordinator dewan Juri Komeng. Berdasarkan hasil keputusan dewan juri Stand up Comedy Islami yang terdiri dari tiga pelawak ibukota yakni Komeng, Rudi Sipit, dan Jarwo Kwat. Dari 16 peserta putera yang menjadi lomba ini yang berhasil meraih emas adalah Provinsi Jawa Barat atas nama Muhammad Syafni Kurnia dengan nilai 1.005, medali perak diraih oleh Provinsi Jawa Tengah atas nama Wifqi Azmanaja dengan nilai 955, dan medali perunggu diraih oleh Provinsi Kalimantan Timur atas nama Muhammad Ashsafza Al Hafid dengan nilai 950. “Sedangkan untuk peserta puteri yang diikuti 14 peserta, medali emas diraih oleh Provinsi Kalimantan Timur atas nama Ardiana dengan nilai 1.045, medali perak dengan nilai 920 diraih Jawa Barat atas nama Tiara Sabella Khaerunisa, dan medali perunggu dengan nilai 905 diraih oleh Provinsi Jawa Timur atas nama Khusnul Khotimah,” katanya.

Di cabang fotografi islami, menurut Koordinator venue cabang Fotografi Islami Edwin Afrijal. Berdasarkan hasil keputusan dewan juri di Hotel Ledian Kota Serang. Dua santri asal Banten yang mengikuti cabang ini yakni Fadjaristya Ramdhan Ibnu Salam dari Nurul Fikri Kabupaten Serang untuk putera, dan Millatina Sri Rahmawati dari Pesantren Darul Tauhid Kota Tangsel, berhasil meraih medali emas.

“Hasil fotografi santri Banten mengenai foto di Masjid Banten lama hasil gambarnya cerah, dan gambarnya ada efek sinar cahaya matahari di kala waktu shubuh. Kemudian, pantulan sinar tugu masjid berbayang cahaya di permukaan kolam air yang ada di masjid Banten lama,” terangnya.

Dijelaskan Edwin, di ajang ini Fadjaristya Ramdhan Ibnu Salam meraih nilai 277, kemudian medali perak diraih oleh Muhammad Fauzan dari Kalimantan Selatan dengan nilai 269, sedangkan medali perunggu diraih oleh Sulawesi Utara dengan nilai 249 atas nama Irgie Azril Sahnakri.

“Untuk Puteri di cabang ini Banten diwakili oleh Millatina Sri Rahmawati meraih nilai 274  berhak meraih medali emas. Untuk medali perak diraih oleh Provinsi Jawa Barat dengan nilai 262 atas nama Qisty Jafira Nanda, dan medali perunggu diraih dari Provinsi Gorontalo dengan nilai 251 atas nama Nabila Amelia Hartono,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, di cabang fotografi Islami yang mengambil sub tema Keanekaragaman Seni Budaya Islami di Indonesia diikuti 11 provinsi yang mengirimkan santrinya mengikuti cabang ini adalah Provinsi Kalimantan Selatan, Riau, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kepri, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Sejak pukul 03.00 dini hari para peserta langsung mengambil hasil karya fotografinya ke lapangan. Ada dua lokasi yang ditunjuk panitia sebagai objek pengambilan gambar. Yakni Pelabuhan Karangantu dan Masjid Banten lama, di Kasemen, Kota Serang. (OKA)

KOMENTAR DISQUS :

Top