Indonesia English
Rabu, 10 Agustus 2022 |
Nasional - Advetorial

Banten Pro Investasi Listrik

Selasa, 23 Juni 2015 00:33:22 wib - Komentar

Serang : Pertumbuhan sektor industri di Provinsi Banten semakin luas, terutama pada bidang Industri Kimia Dasar, Barang Kimia, dan Farmasi. Menurut data BKPM, Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi terus meningkat sejak tahun 2010 hingga Triwulan I 2015. Total realisasi investasi industri ini sebesar Rp 143,3 triliun, termasuk dalam urutan kelima terbesar berdasarkan sektor dari total seluruh realisasi investasi sebesar Rp 1.759,4 triliun. Selama Triwulan 1 - 2015 terdapat 236 proyek Industri Kimia Dasar, Barang Kimia dan Farmasi dengan nilai realisasi investasi total Rp 10,1 T atau berkontribusi sebesar 8,1% dari total realisasi investasi pada Triwulan I – 2015 sebesar Rp 124,6 triliun.

PT. Chandra Asri Petrochemical yang terletak di Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, ini merupakan salah satu industri kimia dasar organik yang tengah berkembang. Berdasarkan izin yang dikeluarkan BKPM, CAP memiliki 3 proyek yang telah berproduksi komersial pada tahun 1993 di Kabupaten Serang dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp. 417 juta dan pada tahun 1996 sebesar Rp. 204 juta, serta di Kota Cilegon yang telah berproduksi komersial pada tahun 2010 dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp. 1.07 T. Guna memastikan produksi yang berkesinambungan, CAP berencana membangun pembangkit listrik dengan kapasitas 1.000 MW yang lebih besar dari kebutuhan yang dipakainya, sehingga diharapkan dapat memasok kelebihan listrik tersebut ke PLN.

Realisasi investasi di sektor pembangkit tenaga listrik pada tahun 2015 akan terus meningkat, hal ini sesuai dengan program Nawacita Presiden Ri Joko Widodo yang memprioritaskan sektor pembangkitan tenaga listrik dengan target hingga 2019 terbangun 35.000 MW pembangkit tenaga listrik di Indonesia. Seiring dengan semangat nawacita untuk memenuhi target listrik nasional, industri pembangkit tenaga listrik mulai berkembang, salah satunya di Provinsi Banten.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Ranta Soeharta mengatakan, meningkatkanya kebutuhan pasokan listrik untuk kegiatan industri dan peruamah di tanah air berpengaruh pada semakin banyaknya perusahaan pembangkit tenaga listrik. Sebagai wilayah yang potensial dari berbagai aspek, terutama sumberdaya alamnya, Banten menjadi kawasan strategis dan potensial bagi perusahaan tenaga listrik. Bahkan baru-baru ini, perusahaan tenaga bayu (angin) berencana membanun perusahaan di wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

“Kondisi demikian tentu akan meningkatkan pelayanan perizinan dan minat investor untuk berinvestasi di sektor pembangkit tenaga listrik di Banten. Seperti yang kita ketahui, banyak industri yang tumbuh di Banten. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh bagi kebutuhan listrik di Banten,” katanya saat kunjungan ke PT. Lestari Banten Energi, Kota Cilegon, Banten, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data BKPM dan sejalan dengan program pembangunan 35.000 MW tersebut, hingga Triwulan 1 - 2015 terdapat 14 proyek pembangkit tenaga listrik sedang konstruksi yang akan dipantau oleh BKPM, dengan nilai rencana investasi total Rp 44 T. Rencana total kapasitas pembangkit tenaga listrik sebanyak sekitar 2.295 MW.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, saat kunjungan ke pembangunan (konstruksi) pembangkit listrik PT. Lestari Banten Energi di Merak, Banten, Jumat (12/6), mengaku BKPM optimis target tersebut dapat tercapai, mengingat mulai tahun 2015, Kementerian ESDM telah mendelegasikan perizinan untuk pembangkit tenaga listrik kepada BKPM dengan menempatkan pejabat Kementerian ESDM di PTSP Pusat di BKPM.

PT. Lestari Banten Energi merupakan salah satu perusahaan PMA yang bergerak di bidang pembangkit tenaga listrik dengan lokasi di Kabupaten Serang. Berdasarkan Izin Prinsip Penanaman Modal yang diterbitkan BKPM tahun 2012, PT. Lestari Banten Energi berencana mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 1 x 660 MW.

Realisasi proyek PLTU tersebut saat ini sedang konstruksi dan sudah mencapai 40% dari rencana investasi awal. Rencana realisasi dari proyek PLTU PT. Lestari Banten Energi sekitar US$ 1 Milyar. Kepemilikan saham PT. Lestari Banten Energi terdiri dari 5% lokal/Indonesia dan 95% Singapura. Dengan kapasitas 660 MW, PLTU PT. Lestari Banten Energi termasuk salah satu proyek pembangkit tenaga listrik terbesar di Indonesia saat ini.

“Sebagai wilayah yang memiliki service area yang baik, Provinsi Banten sangat potensial bagi kegiatan penanaman modal yang bergerak di sektor industri kimia dan pembangkit tenaga listrik,” katanya. [Adv]

 

KOMENTAR DISQUS :

Top