Indonesia English
Selasa, 09 Agustus 2022 |
Pemerintahan

Bappeda Banten Matangkan RPJMD 2017-2022

Senin, 29 Mei 2017 22:47:21 wib - Komentar
Kepala Bappeda Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina.

SERANG,(Banten88.com):Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten masih mematangkan draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten 2017-2022. Saat ini, pembahasan RPJMD antara Bappeda dengan Gubernur Banten Wahidin Halim intensif dilakukan untuk finalisasi.

Kepala Bappeda Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina menuturkan, musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) RPJMD Banten 2017-2022 kemungkinan baru akan digelar pada pekan ketiga Mei. Hal tersebut karena pembahasan RPJMD belum rampung.

"Kemungkinan minggu ketiga bulan puasa, karena diskusi dengan Pak Gubernur Selasa minggu kemarin itu belum tuntas. Dilanjut minggu depan (pekan ini)," kata Hudaya.

Menurut Hudaya, Musrenbang RPJMD tersebut penting segera dilakukan untuk menyusun target-target pencapaian pembangunan Banten dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim-Andika Hazrumy pada periode 2017-2022.

"Beliau (gubernur dan wakil gubernur) punya janji melalui visi misinya. Musrenbang RPJMD ini menjadi penting untuk mengetahui apa-apa saja yang mau digarap, memastikan schedulenya, kemudian pengalokasian (anggaran) di tahun kesatu, kedua, dan seterusnya," tuturnya.

Selain itu, kata dia, perlu proses untuk penyusunan raperda RPJMD. Belum lagi, finalisasi-finalisasi membahas teknis lainnya setelah musrenbang RPJMD.

"Penting segera dilakukan karena setelah itu kita harus menyusun raperdanya, sehingga kita berharap 2 bulan setelah murenbang kita serahkan ke DPRD untuk dibahas dan ditetapkan sebagai perda," kata Hudaya.

Hudaya sendiri sudah menyampaikan bahan-bahan terkait RPJMD ke gubernur. Pada pokoknya, kata dia, gubernur menginginkan setiap program pembangunan bisa berimplikasi dan multifungsi.

"Paling tidak, setiap hal yang menjadi program yang akan dilaksanakan berimplikasi dan multifungsi, jadi kalau misal pendidikan digarap itu secara ril dapat mendongkrak laju pertumbuhan penduduk (LPE), menekan pengangguran, pengurangan kemiskinan. Ini strategi ini harus dimatangkan. Misalnya jalan dibangun, aktifitas yang akan terjadi apa, apakah mempermudah layanan dasar? Menggerakkan perekonomian. Jadi harus multiplier effect," katanya.

Sebelumnya Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan jadi fokus utama.

"Fokus kita siapkan piranti-pirantinya, instrumennya, termasuk SDM dan pendanaannya di 2018. Kemudian metodologinya, sistemnya itu sedang kita susun," ujarnya.(ERN).

KOMENTAR DISQUS :

Top