Indonesia English
Sabtu, 17 November 2018 |
Nasional - Ekonomi dan Bisnis

Belum Bisa Dibangun, Pembebasan Waduk Karian Tersendat

Rabu, 04 November 2015 20:04:32 wib - Komentar
Ilustrasi Waduk Karian.

Serang, (Banten88.com) – Pembangunan waduk Bendung Karian di Kabupaten Lebak, hingga saat ini belum terealisasi, padahal program tersebut sudah diputuskan pemerintah dua tahun yang lalu. Belum terealisasinya mega proyek tersebut, dikhabarkan karena terkendala dari pembebasan lahan milik warga yang belum ketemu kesepakatan.

Dari informasi yang diperoleh, total lahan yang harus dibebsaskan mencapai 2.170 hektare yang dibutuhkan. Sejumlah spekulan dan para pejabat yang mengetahui adanya pembebasan dilokasi itu, sudah banyak yang belanja untuk melakukan investasi menunggu lahan yang sudah dikuasai akan dibeli pemerintah.

Sementara Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau - Ciujung - Cidurian (BBWSC3) Banten, yang menjadi leading sektor pembebasan dan pembangunan waduk mega proyek tersebut dalam realisasinya baru berhasil membebaskan tanah sebanyak 839,14 hektare.

Kepala SNVT Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3), Medya Radman mengatakan, dari kajian yang sudah dilakukan, ada 1.330,86 hektare tanah yang masih harus dibebaskan untuk pembangunan yang akan menampung debit air besar diwilayah tersebut. “Bertahap realisasinya, kita akan terus berkoordinasi dengan Bupati Lebak yang punya wilayah untuk sama-sama memikirkannya,” katanya.

Dikatakan, tanah yang akan dibebaskan dari empat Kecamatan di Kabupaten Lebak tersebut diperuntukan untuk kebutuhan daerah genangan dan pengadaan quarry dan hauling road. "Alokasinya untuk kebutuhan daerah genangan seluas 1.330,84 hektar dan untuk tanah Quarry dan Hauling Road akan dilaksanakan pada tahun 2015," kata Medya, Rabu (4/11).

Terhambatnya pembebasan tanah untuk daerah genangan itu kata Medya, salah satunya dikarenakan mengacu kepada Undang-undang Nomor 2 Tahun 2012, yang secara otomatis diperlukan adanya pembaharuan penetapan lokasi.

"Jadi, untuk daerah genangan memang kita harus mulai dari nol kembali mulai dari perencanaan sampai kepada penyerahan. Proses ini kan cukup memakan waktu yang lama. Ditambah lagi, dengan ada regulasi Pergub tentang Instansi yang membutuhkan tanah harus melakukan pengukuran bidang per bidang dengan tujuan tidak menyulitkan Pemprov sebagai tim pembebasan tanah," ujarnya.

Menurut Medya, sampai saat ini baru menyelesaikan perencanaan untuk daerah genangan dan ditargetkan pada akhir November sudah bisa diajukan kepada Gubernur Banten agar secepatnya dilakukan persiapan. "Targetnya akhir November sebagian kita harapkan bisa selesai agar bisa cepat diajukan dan untuk perencanaan quarry dan hauling road sudah kita selesaikan pada bulan Mei, dan sudah rampung," urainya. (HAN).

 

 

KOMENTAR DISQUS :

Top