Indonesia English
Minggu, 25 Agustus 2019 |
Nasional - Politik

Berani Tantang Dewan , Sekda Banten Mulai Bertaring

Jumat, 08 Januari 2016 22:51:24 wib - Komentar
Sekda Banten Ranta Suharta.

Serang, (Banten88.com) – Coffe morning yang dilakukan Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah bersama wartawan pekan lalu, ternyata menuai kegaduhan sejumlah pejabat eksekutif. Dalam pertemuan itu, Asep menyoal ihwal permintaannya kepada eksekutif untuk membangun keterbukaan dalam mengelola APBD Banten.

Pernyataan Asep tersebut, ternyata membuat kuping Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Ranta Soeharta Nampak memerah. Dia terlihat emosi memuncak saat menjawab pertanyaan wartawan terkait kritikan yang dilontarkan sebagian anggota DPRD Banten yang menyoal keterbukaan. “Kata siapa kita tidak terbuka, apanya yang tidak terbuka,” hardik Ranta saat dikonfirmasi, Jumat, (8/1).

Lebih lanjut Ranta menyampaikan, dia balik menantang anggota DPRD mengenai keterbukaan. Dengan nada yang tinggi Ranta balik menyerang, dia mempertanyakan keterbukaan anggota dewan yang selama ini diragukan publik.

“Sekarang begini saja, mengenai keterbukaan saya tantang dewan untuk lebih terbuka, ya terbuka kepada publik. Tolong catat ya! Tulis yang besar, saya menantang dewan untuk sama-sama melakukan keterbukaan, ini penting agar APBD kita aman,” ujar Ranta kepada wartawan di depan ruang kerja Gubernur Banten.

Dikatakan Ranta, selain mengajak untuk terbuka dalam menjaga dan mengamankan APBD, dia juga menantang dewan untuk tidak lagi melakukan rapat di luar daerah, karena itu juga sama halnya dengan melakukan pemborosan. “Bukan hanya itu, kita ingin semua berjalan clear dan clean hayo kita sama-sama terbuka,” jelasnya.

Menurut Ranta, kritikan yang dilontarkan dewan justru tidak dalam kondisi membangun. Untuk itu mengenai kegiatan rapat yang dilakukan diluar kantor dengan kesan melarang para SKPD, namun dewan malah kerap melakukan rapat diluar kantor. Untuk itu dia mengingatkan lebih baik dewan melakukan rapat menggunakan fasilitas yang ada dan tidak melakukan pemborosan.

“Itu dianggap persoalan sepele, pokoknya ngga usah rapat di Jakarta, di mana tah rapat di luar kantor, disini kan bisa. Gunakan yang ada. Kalau pemprov khususnya TPAD siap untuk rapat tidak di luar daerah, sekarang saya balik tanya dewan berani tidak, coba ayo anda tanya sana! Kalau berani ayo kita lakukan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam agenda coffee morning bersama media Selasa lalu, Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah mengkritik keterbukaan Pemprov Banten khususnya dalam rapat Tim Perumus Anggaran Daerah (TPAD). (HAN)

 

 

KOMENTAR DISQUS :

Top