Indonesia English
Rabu, 24 Juli 2019 |
Pemerintahan

BIAYA PENGAMBILAN DARAH PAKAI STICK DI PUSKESMAS BOJONG NANGKA DINILAI TERLALU MAHAL

Senin, 24 Juni 2019 14:19:37 wib - Komentar
UPTD Puskesmas Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

TANGERANG (Banten88.com) : BIAYA chek up pengambilan darah untuk sewaktu - waktu di UPTD Puskesmas Bojong Nangka (Bonang), Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang sebesar Rp.25.000,- dinilai terlalu mahal.

Meski pihak Puskesmas menyatakan pengambilan darah melalui laboratorium, namun kenyataannya pengambilan darah hanya menggunakan alat atau istilah kedokterannya  stick atau masyarakat umum mengistilahkan alat tsb dengan nama " cetrekan ". Cara kerjanya simple. Gula darah sewaktu - waktu diambil dari jari tengah pasien dan langsung saat itu juga diketahui berapa kadar gula pasien.

Cara pengambilan gula darah sewaktu - waktu dengan menggunakan stick dinilai kurang akurat karena darah pasien setelah diambil tidak diperiksa terlebih dahulu didalam laboratorium namun langsung bisa diketahui hasilnya.

Ketika masalah pengambilan darah pasien dikonfirmasi Banten88.com kepada Kepala UPTD Puskesmas Bojong Nangka dokter Salmawati, Jumat (21/6/2019) pukul 13.30, dokter Salmawati yang didampingi petugas laboratorium puskesmas tersebut menjelaskan, ia menjamin pengambilan darah sewaktu - waktu dengan menggunakan stick tetap akurat. Karena alat tsb selalu dikalibrasi secara rutin setiap tahunnya. " Terakhir alat ini dikalibrasi pada 29/12/2018 dan selanjutnya akan dikalibrasi lagi pada 29/12/2019)," ungkap staf laboratorium Puskesmas Bojong Nangka yang mendampingi dokter Salma. " Jadi stick ini hasilnya tetap akurat," tambah staf tersebut.

TERLALU MAHAL

Dari penulusuran Banten88.com kebeberapa apotik di Tangerang, pihak apotik hanya mematok tarif Rp.10.000,- untuk pengambilan darah sewaktu - waktu kalau menggunakan stick.

Jika tarif pengambilan darah dengan cara yang sama di Puskesmas Bojong Nangka Rp. 25.000,- dinilai terlalu mahal. Sedangkan biaya pengambilan darah dilaboratorium yang sudah dikenal masyarakat tarifnya juga sekitar 25.000 sampai 30.000 rupiah.

Menanggapi hal ini, dokter Salma menjelaskan bahwa semua tarif berobat buat pasien umum atau non BPJS di Puskesmas Bojong Nangka dasar pemungutannya adalah Perda No.98/2015 tentang Jasa Umum. " Jadi tarif itu bukan bikinan kami sendiri tapi acuannya adalah Perda Pemkab Tangerang,"tegasnya. (SS).

KOMENTAR DISQUS :

Top