Indonesia English
Rabu, 24 Juli 2019 |
Pendidikan

BIMBING SISWA AGAR TERHINDAR DARI KECANDUAN GAME INTERNET

Senin, 22 April 2019 17:14:41 wib - Komentar
ASEP SEHENDAR S.PD.

TANGERANG (Banten88.com) : TEKNOLOGI informasi telah membantu manusia memudahkan dan meringankan berbagai tugas. Bahkan dengan hand phone ditangan, serasa dunia dalam genggaman. Namun teknologi informasi juga bisa berdampak buruk utamanya bagi kedisiplinan dan kepatuhan siswa. Hal ini membuat risau pendidik senior Asep Suhendar, S.Pd yang juga sebagai Kepala SDN Rancagong II, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Kepada media cyber Banten88.com Senin (22/4/2019) disela - sela pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang dilangsungkan disekolahnya mulai Senin kemarin selama 3 hari kedepan lalu dilanjutkan dengan ujian sekolah, Asep menegaskan perlunya kerjasama yang total antara pihak sekolah dengan orang tua siswa serta siswa itu sendiri, agar anak didik terhindar dari kecanduan game internet.

Dikatakannya, jika mengawasi siswa yang membawa HP bagi guru dan orang tua siswa itu agak lebih mudah. Namun, masih papar Asep menjadi agak sulit jika anak pulang sekolah lalu diam - diam bertandang ke warnet berbayar.  Apalagi dengan hadirnya Wifi kalau anak - anak tsb sudah pegang paswordnya, mereka akan asyik berselancar sehingga lupa segala - galanya, ungkap pendidik senior ini dengan keprihatinan mendalam. Diperlukan kerjasama dan monitoring yang intensif dan terus menerus antara guru dan  orang tua dalam membimbing anak agar terhindar dari kecanduan game internet,  tegas  Asep.

" Seruan mematikan HP, televisi dan radio sebelum Maghrib hingga usai Bad'a Isa adalah langkah sangat positip. Setelah itu siswa bisa belajar lagi kemudian istirahat tidur. Mata dan pikiran perlu diistirahatkan agar esok siswa berangkat sekolah dalam kondisi fresh karena  memelototi layar untuk bermain game internet berjam - jam sangat tidak baik untuk kesehatan mata," ujarnya.

Terjadinya kerjasama yang intensif antara guru dan orang tua siswa serta penyadaran yang dilakukan kepada anak didik yang tiada kenal lelah,  alhamdulillah angka keberhasilan yang dicapai sekolah hampir mencapai sekitar 80%. Tapi kerjasama ini tidak boleh kendor. Pembinaan dan bimbingan harus tetus digelorakan, bebernya.

SEKOLAH RAMAH ANAK

SDN II Rancagong juga sudah menerapkan program Sekolah Ramah Anak. Ini penting dilaksanakan, untuk menumbuhkan rasa saling asah, saling asih dan saling asuh antara guru dan siswa. Setiap harinya ada 6 guru piket sebelum jam masuk sekolah, guru - guru tsb berdiri rapi menyambut siswa dengan Salam, Senyum dan Sapa penuh kehangatan. Dengan demikian terjalin komunikasi yang indah antara guru dan siswa. Cara konunikasi ini, masih tutur Asep Suhendar, akan berdampak lebih memudahkan siswa dalam menyerap mata pelajaran. Karena posisi guru tak lagi " angker " tapi sudah seperti sahabat.

Lalu terkait dengan program Gerakan Sekolah Menyenangkan yang merpakan program Bupati Tangerang, SDN Rancagong II secara intensif pula sudah menerapkan. Antara lain gerakan Lihat, Ambil dan Buang terhadap sampah sudah berjalan dengan massive maka tak heran jika SD ini terlihat bersih.

Dengan kesadaran tinggi siswa sudah membawa makan dan minum dari rumah agar kebersihannya terjamin. Bungkus makan disimpan untuk dibuang di tempat sampah dirumah. Karena siswa tidak jajan diluar sehingga uang sakunya bisa disisihkan untuk ditabung. Demikian pendidik senior Asep Suhendar S.Pd. (SS).

 

KOMENTAR DISQUS :

Top