Indonesia English
Rabu, 20 Maret 2019 |
Pemerintahan

Buktikan Aman, Menpar Rakor dengan Wagub Banten & Gubernur Lampung di Anyer

Jumat, 11 Januari 2019 20:12:49 wib - Komentar
Kementerian Pariwisata menggelar rapat kordinasi strategi pemulihan pariwisata pasca-bencana tsunami Selat Sunda di Hotel Marbella Anyer, Kabupaten Serang, Jumat (11/1).

ANYER,(Banten88.com): Kementerian Pariwisata menggelar rapat kordinasi strategi pemulihan pariwisata pasca-bencana tsunami Selat Sunda di Hotel Marbella Anyer, Kabupaten Serang, Jumat (11/1). Menteri Pariwisata Arief Yahya mengumpulkan sejumlah kepala daerah di Banten dan Lampung dalam rapat tersebut.

Dari Banten tampak hadir Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Wakil Bupati Pandeglang Tanto W Arban. Sementara Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah diwakili oleh Sekda Tb Entus Mahmud. Adapun dari Lampung, tampak hadir langsung Gubernur Lampung Rido Ficardo.  “Ya, ini untuk membuktikan bahwa Anyer aman untuk berwisata. Dan sebetulnya memang Kawasan Anyer sendiri tidak terdampak tsunami waktu itu, yang kena itu adalah Cinangka (Kabupaten Serang),” kata Andika usai rakor.

Namun, lanjut Andika, karena nama besar Anyer, maka informasi yang berkembang menyebutkan Anyer sebagai Kawasan yang terdampak tsunami. Mengingat nama besar Anyer itu pula, lanjut Andika, kini semua pihak berkepentingan untuk mengembalikan kebesaran nama Anyer di ranah pariwisata pantai.

Diakui Andika, pariwisata Anyer kini terdampak oleh kesan sebagai daerah yang belum aman untuk berwisata pasca-tsunami Selat Sunda menghantam. Menurut Andika, kini hunian kamar atau okupansi hotel di Anyer menurun yang berimbas terhadap perekonomian warga di kawasan tersebut. “Hotel meghidupi pegawainya, warga sekitar pelaku pariwisata, dan seterusnya,” ujarnya.

Lebih jauh Andika mengatakan, Pemprov Banten akan melakukan recovery kawasan terdampak bencana tsunami tersebut dengan dibantu oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat.  Meski begitu, lanjut dia, recovery kawasan berupa penataan ruang yang berbasis mitigasi bencana akan diprioritaskan kepada wilayah-wilayah yang memang terkena dampak langsung dari bencana tsunami.

“Jadi kalau untuk Anyer ini yang memang tidak terjadi kerusakan fisik, penataan tata ruang dimaksud belum akan dilakukan. Karena prioritas kita sekarang membangkitkan pariwisatanya dulu,” paparnya.

Gubernur Lampung Rido Fiecardo dalam sambutannya juga lebih banyak mempromosikan potensi pariwisata di daerahnya. Dia memaparkan potensi pariwisata di daerahnya sangat besar mengingat posisi Pulau Sumatera di mana Provinsi Lampung berada sangat strategis yaitu terletak di antara dua kekuatan ekonomi besar, yaitu Pulau Jawa dimana terdapat ibukota Negara Indonesia dan Singapura sebagai salah satu kekuatan ekonomi di Asia tenggara.  “Itu pasar pariwisata yang sangat besar. Dan kami di Lampung siap, dari mulai wisata bahari, kita mengenal Teluk Kiluan, Pulau Pahawang, sampai dengan wisata MICE (Meeting, Invention, Convention & Exhibition),” katanya.  

Sementara itu, Menteri Arief dalam rakor tersebut memaparkan sejumlah strategi terkait dengan upaya pemulihan pariwisata di Banten-Lampung pasca-tsunami Selat Sunda. Strategi dimaksud di antaranya merencanakan aksi yang difokuskan untuk pemulihan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan kepariwisataan, strategi promosi destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak, serta pemulihan destinasi pariwisata yang terdampak. “Dan saya ingin selesai rakor ini, semua strategi ini langsung dieksekusi,” katanya. (ern)

 

 

KOMENTAR DISQUS :

Top