Indonesia English
Senin, 20 Mei 2019 |
Advetorial

BUKU KOES PLUS MENCINTAI NUSANTARA LEWAT MUSIK TERUS BERPROSES

Minggu, 24 Februari 2019 17:45:25 wib - Komentar
: WASIS SOESILO (Jongkok kaos merah paling depan) sebelah kiri bersama pengurus komunitas Koes Plus Jiwa Nusantara (JN).

Oleh Seno Supono, Wartawan media cyber Banten88.com

IR.WASIS SOESILO, MM adalah orang berkompeten dan sumber berita yang kredible untuk bidang ilmu dan seni tentang band legendaris Kus Bersaudara dan Koes Plus. Wasis adalah sosok bijak jika ada tulisan tentang Koes Plus yang kurang tepat, ia akan membetulkan dengan cara bijaksana pula. Saking dalamnya ilmu dan seni tentang Koes yang ia miliki, Wasis juga memperoleh sebutan sebagai " Doctor ". Bahkan penulis menganggap sosok Wasis Soesilo sebagai " Guru Besar ". Ia adalah ketua organisasi Jiwa Nusantara (JN) periode pertama 2004 - 2007, memiliki tugas strategis menjaga dan melestarikan serta memperkenalkan mega karya emas Kus Bersaudara dan Koes Plus lintas generasi.

Organisasi JN didirikan oleh Yok Koeswoyo, musisi legendaris pemain bas, vocalis suara 2 dan penulis lagu band Kus Bersaudara dan Koes Plus. Yok adalah ayah kandung mantan penyanyi cilik dan penyanyi remaja Louise Herning Hapsari atau populer disapa Sari Koeswoyo yang kini caleg PDIP dari Dapil Jatim.

Organisasi JN didirikan dirumah seorang pengusaha Agus Susanto Giri dikawasan Pondok Indah, Jaksel. Agus Susanto Giri sahabat Yok Koeswoyo dan telah menulis 3 buku tentang Yok Koeswoyo. Salah satu buku yang ia tulis berjudul " Yok Koeswoyo - Pesan Dalam Lagu ". Sedangkan Wasis  adalah penulis buku berjudul " Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik ".

Berikut ini wawancara Banten88.com dengan Wasis Soesilo terkait esensi buku dengan isi yang berbeda dengan buku tentang Kus Bersaudara dan Koes Plus yang terlebih dahulu beredar dan gebrakan yang ia lakukan semasa menjadi ketua JN. Petikannya :

Banten88.com : Bagaimana kelanjutan buku yang mas tulis berjudul " Koes Plus Mencintai Nusantara Lewat Musik " ?

Wasis : Sedang minta pemberitahuan dan Kata Sambutan dari Yayasan Koes Bersaudara melalui Chicha Koeswoyo. (Catatan penulis : Chicha Koeswoyo adalah mantan penyanyi cilik dan penyanyi remaja putri Nomo Koeswoyo drumer Kus Bersaudara 1962, Koes Bersaudara 1977. Chicha Koeswoyo kini Caleg PDIP dari Dapil DKI Jakarta).

Banten88.com : Apa point penting isi buku tersebut ?.

Wasis : - Hanya mendetailkan keluarga Koeswoyo hijrah ke Jakarta.

- Alasan Tonny Koeswoyo membentuk band sebagai profesi.

- Proses rekaman album Koes Bersaudara " To the guilties ".

(Catatan penulis : Album To the guilties adalah album Koes Bersaudara yang dirilis pasca Tonny, Nomo, Yon dan Yok keluar dari penjara Glodok setelah dipenjara selama 3 bulan karena menyanyikan lagu - lagu Barat milik The Beatles sangat tidak disukai Bung Karno yang anti nekolim. Koes Bersaudara dibebaskan tanpa proses peradilan sehari sebelum meletus peristiwa G 30 S/PKI).

- Peristiwa masuknya 2 plus yakni Totok AR dan Murry.

(Catatan penulis : Totok AR adalah pemain bas pada album perdana Koes Plus tahun 1969. Sedang Murry pengganti Nomo Koeswoyo di posisi drum. Band semula bernama Kuss Bersaudara dengan masuknya Murry berubah menjadi Koes Plus).

- Strategi akulturasi budaya local Indonesia dengan medium perangkat musik barat.

- Aktualisasi konsep harmonisasi keberagaman suara alat gamelan pada musik.

Banten88.com : Bisa diperjelas ?

Wasis : Ketika teknik rekaman masih direct, mas Tonny belum dapat merealisasikan gagasan harmonisasi gamelan yang terdiri Kendang, Bonang, Bonang penerus, Demung, Saron, Peking, Kenong, Kethuk, Selenthem dan Gender. Ketika setelah rekaman di Remaco dengan multitrack dengan lebih 8 track, maka memungkinkan Tonny memainkan lebih dari 3 insttumen secara " take " bergantian tanpa saling bertabrakan (laksana memainkan gamelan yang " voice " nya tidak bertabrakan dan harmonis karena teknologi memungkinkan sehingga sejak itu arransemen musik Koes Plus kaya bunyi.

(Catatan penulis : Ada beberapa lagu Kus Bersaudara dan Koes Plus yang kental nian dengan nuansa musik Jawa. Antara lain intro lagu  berjudul Derita versi orisionil (bukan versi The best of Koes) Tonny Koeswoyo mengambil intro nada gamelan Jawa ketiks mengiringi Kera Hanoman keluar dari sarang dan melempar sampur (selendang). Demikian pula cara menyanyi di lagu tsb bersahut - sahutan (sesenggak -an) seperti cara menyanyi di kesenian Jawa. Sementara pada lagu Pop Jawa berjudul Padang Mbulan di album Pop Jawa Volume 2 kental sekali pukulan gendang Murry yang lincah dan berputar seperti sedang main gendang di kesenian wayang wong (wayang orang). Sedangkan pada lagu Nuswantoro di Album Pop Jawa Koes Bersaudara 77, terjadi pembagian porsi yang proporsional antara musik bernada pentatonik dan diatonik. Suluk dalang di lagu tsb, menjadikan Nuswantoro menjadi semakin istimewa dan tenar ditahun 1977. Selanjutnya nada - nada di kesenian Jawa yang dipadukan Tonny Koeswoyo juga terasa kuat pengaruhnya pada lagu Nusantara IV Album Koes Plus Volume 10)

Banten88.com : Langkah besar apa yang sudah dilakukan saat menjabat Ketua JN ?

Wasis : 1.Bila fans Koes Bersaudara dan Koes Plus dipelbagai daerah dan beberapa kota besar, organisasi Jiwa Nusantara menjadi semacam asosiasi atau forum komunikasi bagi fans Kus Bersaudara dan Koes Plus yang memang sudah ada sejak 1978 serta mendirikan fans club - fans club baru.

2. Tidak hanya sekedar membina band pelestari tetapi juga memobilisasi seluruh dokumentasi, lagu, video, foto, sumber informasi dari seluruh anggota dan para kolektor dengan system digitalisasi dokumentasi.

3. Membuat blue print proses pelestarian, hanya menampilkan dan memfasilitasi karya origional 3 periode kepengurusan.

4. Untuk melayani generasi seusia Koes Plus, JN menjalin kerjasama dengan 120 Radio swasta niaga, media televisi serta memperkenalkan kembali karya Koes Plus generasi kedua.

Program jangka panjang membuat ormas yang berbadan hukum agar pihak Swasta dan Pemerintah dapat ikut berperan aktif dalam proses pelestarian Koes sebagai bagian budaya nasional.

Banten88.com : Berapa jumlah band pelestari se Indonesia yang membawakan karya Koes ?

Wasis : 358 band pelestari dan 60% berada di Yogya dan Solo. Tapi banyak juga band partikelir.*

KOMENTAR DISQUS :

Top