Indonesia English
Rabu, 06 Juli 2022 |
Hukum dan Kriminal

Cabuli Ponakan, Pedagang Kelontong Ditangkap Polisi

Rabu, 11 Mei 2016 16:41:15 wib - Komentar
AKP Arrizal Samelino, Kasat Reskrim Polres Serang.

Serang,(Banten88.com):Sup, (40) tahun warga  Komplek Bumi Serang Baru (BSB) tega mencabuli keponakannya sendiri AS (15)  lantaran  tidak  kuat menahan nafsu bejatnya.  Warga Komplek Bumi Serang Baru (BSB) tak menyangka jika Sup, (40), salah satu warganya ternyata penyuka sesama jenis. Perilaku seks menyimpang baru diketahui setelah pedagang barang kelontongan ini ditangkap petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang, Selasa (10/5). Tersangka Sup ditangkap setelah dilaporkan berbuat cabul terhadap AS, (15), ponakannya.

Diperoleh keterangan, peristiwa pencabulan paman terhadap ponakan ini terjadi Senin (18/4) lalu sekitar pukul 09.00 WIB. Pada saat itu, korban AS berniat mengantarkan Iman, sepupunya menemui bapak tirinya. Setiba di rumah bapa tirinya, Iman langsung masuk rumah sementara korban ngobrol dengan tersangka di teras rumah.

"Idih jerawat kamu banyak sekali, sini paman olesin madu biar bersih," kata korban menirukan ucapan pamannya kepada penyidik.

Karena tak curiga, korban membiarkan pamannya untuk memolesi wajahnya dengan madu. Setelah memoles wajah, tersangka memberitahu jika di leher korban banyak bercak-bercak merah dan menawarkan agar diberikan bedak. Masih tak curiga, korban menuruti ucapan pamannya. Namun karena malu dilihat tetangga, korban diminta rebahan di ruang tamu.

Sepertinya tersangka sudah tak kuat menahan nafsu, sehingga dengan berbagai alasan korban diajak ke dalam kamar. Dengan alasan akan melumuri bedak, tersangka mulai menggerayangi tubuh korban. Namun ketika tangan tersangka mulai mengarah ke bagaian terlarang, korban berontak. Melihat ponakannya menolak, tersangka berusaha merayu akan memberikan uang jika mau melayani keinginannya, namun korban menolak.

AKP Arrizal Samelino, Kasat Reskrim Polres Serang mengatakan tersangka ditangkap petugas Unit PPA yang dipimpin Ipda Juwandi setelah pihaknya menerima laporan dari korban. "Tersangka kami kenakan Pasal 82 UU No 23/2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara," ungkap Kasat, Rabu (11/5).(Pes).

KOMENTAR DISQUS :

Top